1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Warga diajak cegah penyebaran HIV/AIDS dengan tes VCT

“Jangan takut periksa, karena hal ini dilakukan untuk mencegah dan hasilnya bersifat rahasia,” ujar Kasmidi.

Wabup Kutim Kasmidi Bulang menjadi pelopor memeriksakan diri mengenai VCT, agar masyarakat tak takut memeriksakan diri, guna mencegah penyebaran virus HIV/AIDS. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Rabu, 06 Desember 2017 17:24

Merdeka.com, Kutai Timur - Hari AIDS se-dunia 1 Desember 2017 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim)  dimeriahkan dengan penyelenggaraan beberapa agenda kegiatan. Seperti Fun Run, Senam Sehat, dan Pemeriksaan HIV dilapangan Town Hall Swarga Bara, Sabtu (2/12). Rangkaian acara yang digelar Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kutim berkerjasama dengan Dinas Kesehatan, perusahaan swasta hingga beberapa Puskesmas ini turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang.

Ratusan masyarakat sejak pagi berkumpul nampak antusias mengikuti kegiatan ini. Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Kasmidi Bulang yang membuka secara resmi kegiatan, turut membaur bersama warga mengikuti senam sehat bersama. Menariknya diakhir acara, masyarakat yang beruntung juga kebagian hadiah doorprise yang disediakan panitia. Hadiah yang diundi pun tak kalah menarik, mulai dari sepeda, lemari es serta barang-barang elektronik rumah tangga lainnya.

Wabup Kasmidi Bulang mengatakan Hari  HIV/AIDS se-dunia yang diperingati setiap 1 Desember adalah moment untuk memperingatkan semua warga di dunia. Bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus HIV menjadi ancaman sangat serius.

“Perlu diingat bahwa HIV dan AIDS dapat menyerang semua umur. Mulai dari usia balita sampai lanjut usia,” tegas Kasmidi mengingatkan.

Bahkan 90 persen pengidap HIV/AIDS menulari usia produktif yaitu antara 21-50 tahun. Lebih miris lagi adalah 20 persen pengidap HIV adalah Ibu Rumah Tangga (IRT). Nah, untuk untuk mencegah wabah penyakit HIV/AIDS berlanjut, Wabup mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan HIV/AIDS. Dimulai dari diri sendiri, dengan berani memeriksakan status HIV/AIDS di Klinik-Klinik VCT (Voluntary Counseling dan Testing), yang ada di Puskesmas dan seluruh wilayah Kabupaten Kutim.

Kasmidi hari itu menjadi pelopor dan menjadi klien pertama untuk melakukan pemeriksaan VCT. Kegiatan tersebut dianggap sangat penting kerena mendeteksi penyakit HIV/AIDS sejak dini. Sehingga proses pengobatan dan konseling dapat segera diberikan kepada  pasein yang telah positif mengidap.

“Jangan takut periksa, karena hal ini dilakukan untuk mencegah dan hasilnya bersifat rahasia,” ujar Kasmidi.

Bayu selaku Ketua Pelaksana kegiatan hari itu menambahkan seluruh kegiatan sengaja digelar sebagai bentuk kampanye pada masyarakat untuk senantiasa memerangi penyakit AIDS akibat penyebaran infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) diseluruh dunia. Dengan memberikan penyadaran kepada seluruh masyarakat tentang bahaya penyakit menular tersebut. Setia pada pasangan atau hanya melakukan hubungan sex dengan pasangan resmi. Menjauhi narkoba serta hal-hal lain yang menjadi penyebab terjangkitnya HIV/AIDS.

“Saat ini penderita HIV di Kutim sebanyak 343 orang. Hal ini sungguh memperihatinkan, untuk itu pihak KPA Kutim terus melakukan pendampingan agar penderita HIV dapat ditangani,” jelasnya.

Sebelumnya, pihak panita telah menggelar serangkaian kegiatan untuk mencegah dan  mengampanyekan bahaya penyakit mematikan ini. Yaitu kegiatan pemeriksaan HIV di Rutan Tahanan Polres Kutim, pembagian leaflet cegah tular HIV dan IMS (infeksi menular sex) pada masyarakat, memasang sepanduk ditempat umum dan perusahaan serta penyuluhan remaja tentang HIV/AIDS.

(AJ/AJ)
  1. Kesehatan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA