1. KUTAI TIMUR
  2. KOMUNITAS

Pemerintah tetap perhatikan sektor pendidikan dan nasib para guru

“Masalah TTP (tunjangan tambahan penghasilan) jumlahnya tidak sama seperti dahulu dikarenakan permasalahan defisit anggaran,” kata Irawansyah.

Ratusan guru serius mengikuti seminar di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi dalam rangka memperingati hari guru dan HUT PGRI di Kutim . ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Rabu, 06 Desember 2017 16:18

Merdeka.com, Kutai Timur - Peringatan Haru Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun Ke-27 Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI) 2017 ini juga diisi dengan kegiatan seminar pendidikan. Sebanyak 732 guru se-Kutim hadir mengikuti seminar yang diselenggarakan di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG), Sabtu (2/12)  lalu.

Seminar sehari tentang pendidikan tersebut dibuka oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Irawansyah mewakili Bupati Kutim sekitar pukul 09.15 Wita. Selain dihadiri guru-guru juga Pengurus Besar PGRI Provinsi Kaltim dan Kabupaten serta pejabat lingkup Pemkab Kutim. Seminar ini merupakan bagian dari kerjasama antara Dinas Pendidikan Kutim dengan PGRI Kutim guna memeriahkan peringatan Hari Guru Nasioanal dan HUT Ke-72 PGRI yang jatuh pada 25 November 2017.

“Selamat hari guru dan HUT ke 71 PGRI, semoga guru selalu menjadi pendidik dan pemberi suri tauladan bagi generasi muda di Indonesia,” kata Irawansyah waktu itu.

Seskab menyebut perhatian Pemkab Kutim terhadap sektor pendidikan tetap tinggi. Tidak hanya pada pembangunan insfrastruktur pendidikan, siswa namun juga para tenaga pengajarnya yakni guru. Prestasi bidang pendidikan di Kutim terus meningkat tak bisa dipisahkan dari peran para guru. Peningkatan kesejahteraan guru terus dilakukan dari tahun ke tahun. Namun khusus untuk dua tahun terakhir ini, Irawansyah memohon maaf. Karena imbas kebijakan pemerintah pusat yang mengurangi dana bagi hasil membuat daerah penghasil minerba dan migas menjadi defisit. Alhasil juga berpengaruh pada tunjangan yang selama ini diperoleh para guru.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Timur selalu memperhatikan dan melindungi guru-guru. Perhatian terhadap guru dalam hal ini masalah TTP (tunjangan tambahan penghasilan) jumlahnya tidak sama seperti dahulu dikarenakan permasalahan defisit anggaran,” sebut Irawansyah.

Mantan Kadisperindag tersebut berharap guru-guru bisa memaklumi keadaan dimaksud. Menyikapi situasi yang ada, Irawansyah masih berharap pada 2018 nanti pertumbuhan ekonomi di Indonesia, Kutim khususnya semakin baik. Sehingga berkorelasi positif pada peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, agar semangat guru mengajar turut bertambah.

Sekretaris Dinas Pendidikan DR Roma Malau SE MM mewakili Kadisdik menjelaskan seminar ini membahas tentang perlindungan guru dalam melaksanakan profesinya. Menghadirkan beberapa nara sumber, dari provinsi yaitu Ketua PGRI Kaltim Drs H Musyahrin MM, dari kabupaten tak lain Sekretaris Disdik Kutim Roma Malau, Kasi Perlindungan Khusus Anak dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindunag Anak Yurlenah SE, terakhir Kaur Bin Ops Reskrim Satuan Reskrim Polres Kutim Sahrir.

“Intinya para nara sumber banyak memaparkan apa dan bagaimana (melaksanakan upaya) perlindungan terhadap guru dalam melaksanakan pekerjaannya, sehingga merasa nyaman dan aman,” jelasnya.

Secara umum seminar pendidikan tersebut berjalan sukses jika melihat dari antusiasme guru yang hadir. Ditambah lagi sesi dialog yang berlangsung seru karena banyaknya guru bertanya. Para penanya kebanyakan bertanya seputar hak-hak guru. Mayoritas guru merasa memiliki ketakutan karena semakin maraknya pelaporan siswa ke pihak berwajib. Menyoal permasalahan seperti mencubit atau memukul dengan maksud mendidik yang dipandang lain atau tindakan kekerasan fisik terhadap anak oleh orang tua siswa. Seluruh pertanyaan yang disampaikan hari itu langsung dijawab oleh para nara sumber untuk menjadi informasi penting bagi para guru.


(AJ/AJ)
  1. Pendidikan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA