1. KUTAI TIMUR
  2. KOMUNITAS

Bupati : Pemerintah berencana bangun rumah sakit pratama di pedalaman

“Kita berharap, kualitas pelayanan kesehatan semakin meningkat di masa mendatang,” kata Ismunandar.

Bupati Ismunandar (baju batik) berbincang dengan pengurus IDI pusat dan Kutim serta panitia, usai membuka acara simposium dan musda IDI Kutim di ruang Meranti . ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Minggu, 12 November 2017 16:25

Merdeka.com, Kutai Timur - Bupati Kutim Ismunandar mengatakan, pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan terus dilakukan hingga pedesaan dan pedalaman. Jika di ibukota kabupaten sudah memiliki Rumah Sakit Kudungga. Kemudian wilayah pesisir ada rumah sakit pratama, ke depan akan dibangun rumah sakit pratama juga di kawasan pedalaman.

Pernyataan itu disampaikan orang nomor satu Pemkab Kutim, ketika membuka simposiom "Sangatta Emergency Update 2017", Sabtu (11/11) kemarin di ruang Meranti, kantor Bupati, kawasan Bukit Pelangi. Kegiatan ini merupakan gawean Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kutim bekerjasama dengan Pemkab serta dukungan stakeholder lainnya.

Menurut Ismunandar, dengan luas wilayah besar dan jarak tempuh yang jauh, dibutuhkan fasilitas kesehatan representative dan tenaga medis yang merata. Antara lain melakukan pembangunan Puskesmas yang representative di seluruh kecamatan secara berkesinambungan.

“Pembangunan rumah sakit pratama di pedalaman bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kita berharap, kualitas pelayanan kesehatan semakin meningkat di masa mendatang,” kata mantan Seskab Kutim ini.

Simposium tersebut diikuti ratusan tenaga kesehatan, mulai dari dokter se-Kutim. Kegiatan juga dirangkai musyawarah daerah untuk memilih Ketua IDI Kutim dan pengurus baru. Acara itu dihadiri Ketua Pengurus Besar (PB) IDI Pusat dr Daeng M Faqih SH MH dan beberapa pengurus pusat lainnya, Ketua IDI Kutim dr Andi Baji Silolipu SpPD DTMH FINASIM, pengurus IDI Kutim, FKPD, SKPD, manajemen PT KPC, serta undangan lainnya.

Dikatakan Ismunandar, simposium ini sangat penting bagi insan tenaga kesehatan di Kutim tanpa terkecuali, baik di ibukota kabupaten, wilayah pesisir atau daerah pedalaman. Kemudian Bupati mengabsen perwakilan dari masing-masing kecamatan.

“Saya berharap ilmu tentang kesehatan ini juga merata dimiliki petugas yang ada di pedalaman dan desa sampai ke pesisir. Sehingga pelayanan kesehatan bisa ikut dirasakan masyarakat di di sana,” kata Ismu.

Pertemuan para tenaga dokter, bidan hingga perawat ini, diharapkan memunculkan solusi-solusi dari segala bentuk kendala yang terjadi selama ini. Selanjutnya IDI dapat melindungi seluruh dokter dan tenaga medis yang ada. Agar tidak sampai berhadapan dengan masalah hukum. Demi keberlangsungan organisasi para dokter tersebut, Bupati berharap dipikirkan pula dana operasionalnya. Tentu melalui komunikasi dengan para pihak agar mendapatkan dukungan.

“Maka dari itu nantinya saat pemilihan Ketua IDI Kutim, harus dipilih ketua yang bisa berkomunikasi sekaligus melakukan pembinaan terhadap seluruh anggotanya. Apalagi organisasi IDI sifatnya sosial,” harap Ismu.

Tantangan pelayanan kesehatan di Kutim adalah pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan lebih banyak di desa. Pemerintah saat ini sedikit melemah karena dana bagi hasil dari pusat yang masuk dalam pagu APBD untuk meningkatkan kebutuhan dasar masyarakat dan kesejahteraan para tenaga medis berkurang. Namun Ismu berharap tahun berikutnya semua bisa kembali normal.


(AJ/AJ)
  1. Kesehatan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA