1. KUTAI TIMUR
  2. PARIWISATA

Dispar harus berlari cepat promosikan Kutim, guna genjot PAD

“Imbas defisit anggaran jangan membuat lemah program, justru bersatu mengembangkan sektor strategis ini (pariwisata),” kata Kasmidi.

Wabup Kasmidi Bulang didampinfi Sekkab Irawansyah memimpin rapat membahas tupoksi Dinas Pariwisata. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Sabtu, 21 Januari 2017 11:49

Merdeka.com, Kutai Timur - Potensi pariwisata di Kutim yang cukup besar, perlu dikembangkan lebih maksimal di masa mendatang. Terlebih, saat ini sudah ada Dinas Pariwisata yang berdiri sendiri, yang sebelumnya bergabung dengan Dinas Pemuda Olahraga, diharapkan bisa lebih fokus dalam menangani masalah kepariwisataan, guna menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kutim ke depan.

Dinas Pariwisata diharapkan bergerak cepat sesuai tugas pokok dan fungsingnya (Tupoksi) yang ada. Intinya memasuki tahun ini Pemkab Kutim menargetkan program pariwisata sejalan dengan “Desa Membangun”, yang nantinya juga akan menjadi desa wisata di Kutim.

“Imbas defisit anggaran jangan membuat lemah program, justru bersatu mengembangkan sektor strategis ini (pariwisata), karena pariwisata digenjot untuk menggali pendapatan asli daerah (PAD). Sehingga Kutim tidak hanya mengandalkan sumber daya alam (SDA) fosil yaitu tambang.   Dengan gejolak ekonomi seperti ini posisi pariwisata justru diharapkan menjadi primadona pengembangan destinasi,” jelas Wabup Kasmidi Bulang.

Pihaknya meminta agar OPD baru ini mampu berlari cepat, dank e depan sebagai OPD terbaik berkontribusi untuk Pemkab sekaligus promosi daerah. Bukan itu saja. Pariwisata ke depan juga bisa memberikan dampak indikator untuk penghargaan daerah.

Kasmidi menambahkan program desa membangun harus ditunjang adanya program desa wisata. Apalagi Kutim memiliki banyak desa-desa yang tersebar di 18 kecamatan. Salah satu contoh wacana yang mengemuka dalam rapat tersebut yaitu Wabup ingin Kutim punya penangkaran buaya. Sehubungan hal itu Dispar dimohon bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mencari lokasi yang strategis untuk dijadikan penangkaran buaya, seperti di Kelurahan Teritip, Balikpapan.

“Dioptimalkan saja, untuk membangun desa yang terarah. Untuk itu ada anggarannya ditunjang SDM pariwisata yang harus kuat. Tidak ada pengkotakkan, artinya OPD fokus meningkatkan potensi PAD dan saya minta bekerja maksimal,” tukas Wabup.


Hal senada juga diutarakan Sekkab Kutim Irawansyah. Dikatakan, OPD ini bisa menjual objek-objek andalan Kutim yang belum tergarap penuh seperti pantai, laut, pulau, hingga bentangan wisata alam lainnya. Irawansyah menyarankan Dispar bisa bekerja sama dengan pihak ketiga bisa perhotelan, agen travel, ataupun pihak swasta yang mempunyai visi dan misi sama di sektor jasa kepariwisataan. Menurutnya Bali masih menjadi contoh provinsi panutan terbaik dalam sektor ini. Kutim bisa terus mencontoh dalam konsep dan perencanaan promosi pariwisata.

“Cari orang-orang yang punya pengetahuan dalam pengembangan wisata  ini untuk menjadi ujung tombak (promosi pariwisata) Kutim. Jika masih terkendala defisit bisa gunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) milik Kaltim Prima Coal (KPC),” tambah mantan Kadisperindag ini.

Sementara itu, Kepala Dispar Dwi Susilanto Gamawan menuturkan dia akan berkoordinasi dengan jajaran stafnya untuk program pariwisata di tahun ini.

“Maklum masih awal tahun, kami akan memfokuskan penguatan SDM, selebihnya menjalankan program. Sesuai instruksi Wabup membuat wacana penangkaran buaya siap kami kaji dulu. Untuk potensi lainnya salah satu contoh Teluk Lombok akan dipercantik dengan  pemgembangan fasilitas sarana dan prasarana. Masih kami buat perencanaanya intinya terus membuat yang terbaik untuk pariwisata Kutim,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu juga turut hadir Kepala Bagian Humas dan Protokol Herri Suprianto dan Kepala Bagian Organisasi Tata Laksana (Ortal) Abdu Amir dan beberapa pejabat Esselon tingkat III, dan IV Dispar.

(AJ/AJ)
  1. Zona Turis
  2. Wisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA