1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Lomba mancing di pelabuhan Kenyamukan bisa jadi destinasi wisata di Kutai Timur

“Lomba mancing ini untuk lebih mengenalkan Kutim kepada masyarakat luas, bahwa Kutim memiliki potensi laut yang cukup besar,” kata Ismunandar.

Bupati Ismunandar dan Wabup Kasmidi Bulang menunjukkan ikan hasil pancingan bersama dua peserta lomba mancing di pelabuhan Kenyamukan, Sangatta Utara belum lama ini. ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Senin, 13 November 2017 11:07

Merdeka.com, Kutai Timur - Ketika digelar lomba mancing yang berlokasi di kawasan pelabuhan Kenyamukan, Sangatta Utara, animo masyarakat cukup antusias. Ratusan warga ikut berpartisipasi dalam lomba memancing yang dibuka bupati Kutim Ismunandar dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang tersebut.

Dari catatan panitia tercatat yang ikut lomba mancing tersebut mencapai 270 peserta. Jumlah yang cukup besar, sehingga suasana di pelabuhan Kenyamukan menjadi cukup ramai dan dipenuhi masyarakat.

Kegiatan lomba mancing itu merupakan kerjasama Pemkab Kutim dengan Sangatta Fishing Community (SFC) yang dikaitkan dengan HUT ke-18. Peserta lomba bukan hanya dari Sangatta, namun ada juga dari Bontang, Samarinda dan Balikpapan.

Bupati Kutim Ismunandar menyambut baik kegiatan lomba mancing tersebut, terlebih animo masyarakat cukup besar. Bahkan menurut orang nomor satu di Kutim ini, lomba mancing ini bisa dikembangkan menjadi salah satu destinasti wisata di Kutim.

“Lomba mancing ini untuk lebih mengenalkan Kutim kepada masyarakat luas, bahwa Kutim memiliki potensi laut yang cukup besar. Kegiatan ini tak hanya sebagai sumber ekonomi bagi masyarakat, tapi bisa sebagai tempat penyalur hobi para pemancing,” kata Ismu yang juga memiliki hobi memancing ini.

Orang nomor satu di Kutim ini berharap, lomba maning ini tak hanya menjadi event tahunan saja, namun digelar secara rutin setiap tiga bulan sekali. Sebab, katanya, animo masyarakat cukup besar untuk ikut lomba mancing kali ini, sehingga perlu ada wadah penyaluran hobi bagi masyarakat yang senang memancing.

Ketua panitia pelaksana Rio Heking menjelaskan kategori lomba mancing itu antara lain, ikan terberat dan jackpot. Bila ada peserta yang mendapatkan ikan tenggiri, kakap atau titi berhak keluar sebagai pemenang. Apabila tidak ada yang jacpot akan dicari yang terberatnya.

“Kegiatan ini sebagai awalan. Kami akan memperbaiki jika ada kekurangannya di masa mendatang. Kami siap menggelar event setiap tiga bulan apabila memperoleh dukungan Pemkab dan berbagai pihak,” kata Rio.

Dia juga sependapat, lomba mancing ini mampu memberikan daya tarik dan bisa menjadi destinasi wisata tersendiri di Kutim. Apabila digelar secara rutin, tentunya akan menarik wisawatan untuk datang dan melihat, bahkan bisa ikut lomba sekaligus.

(AJ/AJ)
  1. Wisata
  2. Peristiwa
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA