1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

IFRC momentum promosikan destinasi wisata Kutim rock art Sangkulirang

“Hasil penilitian para peneliti dari Prancis dan Australia kehidupan di Kalimatan sudah ada sejak 50 ribu tahun yang lalu,” kata Ismunandar.

Bupati Ismunandar mendapat cinderamata dari manajemen PT KPC usai menutup secara resmi kegiatan IFRC yang berlangsung selama hampir sepekan di Sangatta. ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Kamis, 16 November 2017 05:41

Merdeka.com, Kutai Timur - Ajang Indonesia Fire Rescue Challenge (IFRC) ke-17 yang berlangsung Sangatta selama hampir sepekan, diharapkan menjadi momentum untuk mempromosikan destinasi wisata di Kutim. Salah satunya adalah rock art Sangkulirang yang masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia tahun 2017.

“Sangkulirang rock art masuk pada ajang Anugerah Pesona Indonesia. Konon hasil penilitian para peneliti dari Prancis dan Australia kehidupan di Kalimatan sudah ada sejak  50 ribu tahun yang lalu,” kata Bupati Ismunandar ketika menutup kegiatan tersebut.

Dikatakan Ismunandar, peserta dari luar Kutim diharapkan ikut mempromosikan Kutim setelah kembali ke kampung halamannya. Mereka dapat menceritakan bahwa Kutim banyak memiliki destinasi wisata. Salah satunya Sangkulirang Rock Arts (gua telapak tangan) yang memiliki keindahan yang tak dipunyai daerah lain.

IFRC ini merupakan gawean Dewan Indonesia Fire and Rescue Challenge/Competition bekerjasama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai ajang evaluasi penyelenggaraan  Indonesia Fire and Rescue Challenge.

Pada kesempatan itu, Bupati Ismunandar menutu secara resmi kegiatan tersebut. “Atas nama pemerintah kabupaten Kutai Timur saya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Ismunandar.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang tidak hanya berkompetisi, melainkan melaksanakan sosialisasi kepada tiap sekolah untuk memberikan pelatihan IFRC kepada para pelajar dan masyarakat. Tidak hanya belajar memadamkan api melainkan belajar tentang kemanusiaan.

“Kami berharap peran perusahaan ini juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya. IFRC ke depan juga diharapkan kerjasama dengan pemadam untuk mengadakan pelatihan penyelamatan,” ujar Ismunandar.

Pada IRFC kali ini, PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali meraih juara. Predikat ini diraih setelah berhasil mengungguli 19 tim dari 18 perusahaan lainnya dengan mengumpulkan empat emas dan tiga perak. Selanjutnya, juara kedua umum diraih tuan rumah tim rescue PT KPC dengan meraih dua emas, tiga perak dan satu perunggu. Sedangkan juara ketiga umum diraih PT Total Indonesia dengan perolehan satu emas, satu perak dan satu perunggu

Kegiatan itu juga dihadiri Dewan IFRC, dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang diwakili Direktur Teknik dan Lingkungan Minerba Muhammad Hendrastro, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), Jajaran Management PT KPC, Assesor (penguji) dari Australia dan Belanda.

Perlu diketahui tahun 2017 PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali menjadi tuan rumah yang kali ketiga yakni saat IFRC digelar untuk pertama kalinya di tahun 1995 dan pada tahun 2003. Pelaksanaan IFRC 2017 ini diuji oleh 17 Tim assesor Nasional dan 6 assesor dari manca negara seperti Australia, Belanda dan Afrika Selatan.

(AJ/AJ)
  1. Wisata
  2. Peristiwa
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA