1. KUTAI TIMUR
  2. SENI BUDAYA

Teater Mamanda bisa dijadikan salah satu destinasi pariwisata di Kutim

“Ini menunjukkan bahwa potensi wisata Kutim bisa dijual melalui berbagai cara, baik promosi maupun lewat budaya dan kesenian tradisional,” kata

Penampilan teater Mamanda di halaman kantor Camat Sangkulirang mampu menghibur warga sekitar dan pengunjung, sebagai acara penutupan lokakarya pariwisata . ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Senin, 29 Mei 2017 10:36

Merdeka.com, Kutai Timur - Lokakarya pariwisata yang mengambil tema re-eksploitasi dan promosi potensi destinasi wisata Kutai Timur yan digelar di hotel Mesra Sangkulirang, memiliki makna yang cukup dalam. Kegiatan yang dirangkai dengan kunjungan tempat wisata Pula Birah-birahan banyak diminati masyarakat. Terlebih kegiatan itu ditutup dengan penampilan teater Mamanda yang merupakan kesenian tradisional daerah ini.

“Dalam cerita kesenian tradisional Mamanda tadi, cukup bagus dan menceritakan potensi kekayaan sumber daya alam khususnya potensi pariwisata yang ada di Kutim. Ini menunjukkan bahwa potensi wisata Kutim bisa dijual melalui berbagai cara, baik promosi maupun lewat budaya dan kesenian tradisional,” kata Bupati Ismunandar, ketika menghadiri acara tersebut.

Acara teater Mamanda yang menampilkan ‘artis’ lokal itu, cuku menarik perhatian masyarakat Sangkulirang. Kegiatan itu sendiri digelar di halaman kantor camat Sangkulirang dan mampu mengibur warga sekitarya maupun peserta lokakarya.

Selain bupati Ismunandar, hadir juga Wakil ketua DPRD Kutim Hj Encek UR Firgasih yang juga istri bupati Ismunandar, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Syafruddin Pernyata dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kutim dan undangan lainnya.

Warga setempat sangat antusias dan terhibur saat menyaksikan penampilan teater Mamanda tersebut. “Alur ceritanya mengisahkan tentang kekayaan alam baik hasil bumi, perairan juga wisata di sekitar pesisir Sangkulirang,” beber Ismunandar.

Ismunandar mengungkapkan cerita Mamanda merupakan gambaran hubungan kerjasama antara pimpinan suatu daerah yang disebut raja dengan masyarakatnya bersama-sama memajukan daerahnya. “Itulah sekilas yang saya petik jalannya alur cerita Mamanda. Saya juga merasa bangga dan terhibur juga dengan tari-tarian tradisional yang ditampilkan,” ujarnya.

Dijelaskan, penampilan teater Mamanda diharapkan mampu mengembangkan dan melestarikan kesenian dan budaya Kutai, guna mendukung kemajuan di sektor pariwisata. Pihaknya ingin memanfaatkan semua peluang dan potensi yang dapat dijadikan faktor pendukung wisata di daerah ini. Tidak hanya keindahan panorama alam saja tetapi satu paket dengan budaya dan kesenian setempat.

Sehingga jika ada wisatawan yang berkunjung ke Kutim, memperoleh suguhan berbagai macam potensi wisata. Mulai budaya, seni tradisional dan wisata alam yang ada. “Dengan demikian turis yang datang makin senang dan bisa dipromosikan dari mulut ke mulut ke sesama turis,” kata Ismunandar.

(AJ/AJ)
  1. Zona Turis
  2. Wisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA