1. KUTAI TIMUR
  2. PARIWISATA

Lokakarya, upaya meramu strategi genjot pariwisata Kutim

“Saya ingin semua pihak ikut berpartisipasi mempromosikan pariwisata, agar wisatawan bisa datang ke Kutim,” kata Ismunandar.

Bupati Ismunandar ketika mancing di atas kapal, sebagai salah satu uoaya mempromosikan wisata mancing di kawasan pesisir Kutim yang memliki potensi ikan cukup besar. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Selasa, 23 Mei 2017 07:46

Merdeka.com, Kutai Timur - Setelah dilantik beberapa wakun lalu, Badan Promosi Wisata Kutim gencar melakukan promosi wisata di daerah ini. Teranyar meggelar lokakarya wisata yang berlangsung di Hotel Mesra Sangkulirang dan melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi wisata sekitarnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Ismunandar mengakui, potensi wisata di Kutim cukup banyak dan tak kalah menariknya dengan daerah lain. Lokakarya ini sebagai salah satu upaya untuk menggenjot dan mencari bagaimana cara mempromosikan pariwisata di Kutim ke depan.

“Saya ingin semua pihak ikut berpartisipasi mempromosikan pariwisata d Kutim. Kita ingin potensi yang ada dimaksimalkan, agar wisatawan bisa datang ke Kutim,” kata Ismunandar, di hotel Mesra Sangkulirang, Sabtu (25/5) lalu.

Hadir pada acara itu Wakil Ketua DPRD Kutim Hj Encek UR Firgasih SH, Kadis Pariwisata Kaltim Syafruddin Pernyata, pemerhati potensi pariwisata. Selain itu para Camat dan Kades yang wilayahnya memyimpan potensi destinasi wisata turut di undang sebagai peserta lokakarya.

Dalam lokakarya, potensi pemandian air panas di Kecamatan Karangan, Hutan Lindung Wahea, kawasa karst serta potensi wisata lainnya dibahas dan rencananya secara bertahap akan di promosikan. Insiatif memajukan dan mengembangkan aset wisata melalui forum ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim.

Lokakarya diawali dengan pemaparan potensi wisata Kutim oleh Bupati Kutim H Ismunandar MT. Paparan dimaksud juga dirangkai dengan dialog. Melibatkan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim Syafruddin.

Ismunandar mengatakan sektor wisata di Kutim masih bernuansa alam yang asri dan asli. Potensi ini tentunya semakin seksi karena didukung perkembangan kerajinan dan pelestarian kebudayaan lokal. Termasuk kuliner khas Kutim yang sampai saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat. Semua potensi tersebut memiliki nilai jual dan perlu dipromosikan untuk dipasarkan.

"Jadi siapun yang berkunjung ke Kutim baik wisatawan lokal maupun mancanegara sangat pasti terkesan dan terkenang saat menginjakan kakinya di tanah Kutim ini. Sehingga wisatawan dapat terus berkunjung," terang Ismunandar

Kendati sedang konsentrasi mengembangkan potensi pariwisata, namun Ismu mengaku tetap mengembangkan sektor agribisnis pertanian dalam arti luas yang sudah berhasil dilaksanakan selama ini.

Wakil Ketua DPRD Kutim Hj Encek UR Firgasih SH menegaskan adanya program lokakarya sektor wisata merupakan wujud sinergitas antara DPRD Kutim dan Pemkab, yang turut didukung oleh pihak Pariwisata Pemprov Kaltim.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim Syafruddin Pernyata menjelaskan beragam potensi wisata yang ada patut terus dikembangkan melalui berbagai promosi.

"Program ini sudah seharusnya didukung oleh Dinas Pariwisata setempat, sangat disayangkan apabila wisata tidak terkelola dengan baik," ujar Syafruddin.

Syafruddin juga merespon positif program lokakarya pariwisata Kutim yang direalisasikan oleh Pemkab dan DPRD Kutim, yang gagasan awalnya merupakan aspirasi anggota legislatif. Setelah ini, hasil dari lokakarya akan direkomendasikan menjadi bahan rujukan penerbitan  Peraturan Daerah (Perda) Pariwisata. Sehingga bisa langsung bisa di implementasikan untuk kemajuan sektor pariwisata. Sehingga bisa berdampak positif pada penerimaan pendapatan  asli daerah (PAD).

Staf Ahli Bupati Kutim H Abdul Mutalib mengakui Lokakarya Pariwisata merupakan wujud apresiasi bersama antara Pemkab  DPRD di Kutim. Terutama dalam meningkatkan Anggaran Pendapatan Asli Daerah. Guna mensukung sumber penghasilan di Kabupaten Kutim, selain sumber daya alam lainnya seperti migas dan batubara.


(AJ/AJ)
  1. Zona Turis
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA
TERPOPULER
ZONA TURIS