1. KUTAI TIMUR
  2. KOMUNITAS

Pelajar dilatih jadi ‘dokter cilik’ untuk menolong pertama di sekolah

“Pelatihan ‘dokter cilik’ ini dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan yang sehat di lingkungan sekolah dan sekitarnya,” kata Juslan.

dr Juslan Kasmar dari petugas Puskesmas desa Tepian Baru, kecamatan Bengalon ketika memberikan materi pelatihan bagi pelajar untuk menjadi 'dokter cilik'. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Rabu, 06 September 2017 14:14

Merdeka.com, Kutai Timur - Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di desa Tepian Baru, kecamatan Bengalon berbagai ilmu kesehatan kepada kalangan pelajar patut diacungi jempol. Sebab, sejumlah pelajar dilatih menjadi ‘dokter cilik’ dengan harapan bisa memberikan pertolonga pertama kepada rekannya dalam kesehatan di sekolahnya.

“Pelatihan ‘dokter cilik’ ini dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan yang sehat di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Jika pelajar sudah memahami dan mengetahuinya, akan lebih mudah dalam memberikan pertolongan kesehatan kepada temanya yang membutuhkan,” kata dr Juslan Kasmar dari petugas Puskesmas dsa Tepian Baru, kecamatan Bengalon.

Dia memberikan materi pelatihan kepada pelajar di desa tersebut, mewakili Kepala UPT Puskesmas desa Tepian Baru Sukirno yang berhalangan hadir. Dijelaskan, latihan ‘dokter cilik’ ini juga bertujuan membentuk kader kesehatan dan penolong pertama (terkait kesehatan) di lingkungan sekolah.

Dijelaskan, pelatihan dokter cilik yang diselenggarakan di Gedung PNPM Desa Tepian Baru ini diikuti perwakilan SD. Setiap sekolah mengirimkan seorang siswa dan seorang guru pembina UKS (unit kesehatan sekolah). Yakni sekolah dari tiga desa, masing-masing Desa Tepian Baru, Tepian Indah dan Tepian Langsat. Dokter kecil ini nantinya akan melakukan pendekatan peer group (teman sebaya). Sehingga menghasilkan kader kesehatan di sekolah yang berfungsi sebagai motor penggerak perilaku hidup bersih dan sehat.

"Perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah seperti mencuci tangan sebelum makan dengan praktik 7 steps to hand washing. Jajan di kantin sekolah yang sehat, membuang sampah pada tempatnya. Mengikuti kegiatan olahraga lalu menimbang berat badan dan tinggi badan tiap 6 bulan. Bebas dari asap rokok, memberantas jentik nyamuk serta buang air kecil dan besar di jamban sekolah. Kemudian ada pelajaran (P3K) pertolongan pertama kepada korban kecelakaan dan kegawat daruratan, dengan cepat dan tepat di sekolah sebelum dirujuk ke Puskesmas.

“Tujuannya  guna mencegah cedera bertambah parah dan menunjang upaya penyembuhan. Dari penjelasan daftar standar isi kotak P3K yang harus ada di sekolah,” jelasnya.

Serta pedoman atau prinsip P3K “PATUT” yaitu penolong amankan diri sendiri, amankan korban, tandai tempat kejadian, usahakan menghubungi guru/Puskesmas dan tindakan korban dalam urutan tepat. Dia menambahkan, Pelatihan dilaksanakan dengan melibatkan dokter umum, dokter gigi, sarjana kesehatan masyarakat dan gizi UPT Pusksemas. Setelah pelatihan ini diharapkan peserta dapat melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan di sekolah. Melakukan pengenalan awal terhadap penyakit sebelum dilakukan rujukan ke Puskesmas.

Saat pelatihan berlangsung, peserta mendapat materi dasar UKS, materi inti dokter cilik. Meliputi kesehatan lingkungan, penyakit menular, kemudian kesehatan gigi dan mulut, kesehatan indera penglihatan dan pendengaran. Selanjutnya imunisasi, gizi, P3K, NAPZA, pemeriksaan kesehatan peserta dan materi penunjang yaitu membangun komitmen belajar peserta.

Dokter Umum Juslan Kasmar JS selaku dokter umum juga berkesempatan menyampaikan materi. Berikutnya Dokter Gigi I Made, Bagian Kesehatan Lingkungan Anwar dan Bagian Gizi Adha Nurshinta.

(AJ/AJ)
  1. Kesehatan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA