1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Bupati dan Wabup diarak gunakan Alut Adang di desa Long Nyelong

“Masyarakat Desa Long Nyelong gembira menyambut kehadiran Bupati dan rombongan, karena desa ini sangat jarang dikunjugi pejabat,” jelas Impung.

Bupati Ismunandar, Wakil Ketua DPRD Hj Encek UR Firgasih dan Wabup Kasmidi Bulang diusung menggunakan Alut Adang oleh warga desa Long Nyelong, kecamatan Busang. ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Jum'at, 19 Mei 2017 12:26

Merdeka.com, Kutai Timur - Ketika bupati Ismunandar dan Wabup Kasmidi Bulang serta Wakil Ketua DPRD Kutim Hj Encek UR Firgasih melakukan kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah daerah, memperoleh sambutan meriah. Bahkan ketika tiba di desa Long Nyelong, kecamatan Busang, duet pemimpin Ismunandar dan Kutim Kasmidi mendapat sambutan secara khusus.

Kunjungan kerja Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar dan Wabup Kasmidi Bulang ke Desa Long Nyelong, Kecamatan Busang mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat setempat. Tak tanggung-tanggung warga pedalaman paling ujung di Kutim ini mempersiapkan acara penyambutan selama sepekan sebelum rombongan tiba di desa mereka.

Kehadiran Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ismunandar, Wakil Bupati Kasmidi Bulang, Ketua dan Anggota DPRD Kutim pada pencanangan program kampung keluarga berencana dianggap warga Busang sebagai kunjungan kehormatan.
Di Busang, sebelum di arak menggunakan Alut Adang (perahu) H Ismunandar dan Kasmidi Bulang terlebih dahulu dipakaikan Lafung Tapung Siq (topi adat dayak), dikalungi Inuq Bukoq (kalung manik khas dayak), menerima malat buk (mandau). Sementara Wakil Ketua DPRD Kutim Hj Encek UR Firgasih mengenakan basung ifan kilap (baju khas dayak), lafung tapung siq (topi untuk perempuan).

Penyambutan pasangan orang nomor satu di Pemkab Kutim ini semakin meriah karena setelah pengguntingan pita sebagai tanda pembentukan Kampung Keluaraga Berencana, Ismunandar, Encek UR Firgasih dan Kasmidi Bulang diarak menggunakan Alut Adang melewati hiffan sambut hakai (tarian suka cita menyambut tamu kehormatan).  

Terkesan dengan penyambutan tersebut, Bupati, Wabup serta Wakil turut serta melakukan gerakan tari datun julut bersama para remaja setempat. Tidak hanya itu, ketiga tokoh ini didampingi Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan rakyat Mugeni juga larut mengikuti tarian yang dari kejauhan terlihat membentuk huruf Kampung Keluarga Berencana, di lapangan sepak bola Desa Long Nyelong (10/5).

Camat Busang, Impung Anyek mengatakan, satu minggu sebelum kehadiran Bupati dan rombongan warga sudah mempersiapkan segala hal untuk menyambut pemimpin kesayangan warga Kutim ini. Mulai siang hingga malam warga bergotong royong menyusun persiapan penyambutan. Seperti tari suka cita menyambut tamu kehormatan, tari datun julut remaja, tari membentuk hurup Keluarga Berencana, tari ajai anak-anak, tari hudoq aban, tari leto tinen serta pembuatan dekorasi arena pertemuan.

“Seluruh masyarakat Desa Long Nyelong bergembira menyambut kehadiran Bupati dan rombongan, karena desa ini sangat jarang mandapatkan kunjugan kerja pejabat daerah,” jelas Impung Anyek.

Bupati Kutim H Ismunandar mengatakan kunjungannya kali ini untuk menjawab kerinduan warga Desa Long Nyelong terhadap pemimpinnya. “Semua sangat special karena cara penyambutan yang unik. Saya baru melihat tari hudoq aban (topeng manik) ini. Hal ini menunjukkan keberagaman dan keaslian budaya masyarakat di Kutim,” kata Ismu kepada ratusan warga desa yang hadir.

Saking menariknya tarian yang disuguhkan, Ismu yang menjabat Ketua Dewan Kesenian Kutim ini berharap tarian hudoq aban juga diminta tampil apabila ada event kesenian atau kebudayaan ibukota Kabupaten yakni Sangatta. Menurutnya budaya yang dimiliki Kutim boleh berbeda dan beraneka ragam, namun persatuan harus lebih di utamakan. Karena Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan harga mati.      

Wakil Ketua DPRD Kutim Encek UR Firgasih menambahkan budaya merupakan perekat antara sesama anak bangsa. Dengan budaya, Kutim bisa dikenal hingga ke mancanegara. Mengenai berbagai bantuan yang diserahkan, Isteri Bupati Kutim ini  berhara dapat menjadi penyemangat dan motifasi dalam mengembangkan serta melestarikan budaya peninggalan para leluhur di Kecamatan Busang.

“Kembangkan dan lestarikan budaya serta kerajinan di Desa Long Nyelong termasuk desa lain di Busang. Karena Kecamatan Busang mayoritas berpenduduk suku Dayak dengan segudang seniman dan seniwati,” sebut Hj Encek UR Firgasih juga aktif sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kutim.

Di penghujung acara Bupati dan isteri menyerahkan bantuan sembako untuk korban banjir serta uang pembinaan kepada Sanggar Tari yang diterima Kepala Desa Long Nyelong.

(AJ/AJ)
  1. Peristiwa
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA