1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Bebaskan sekolah dari jentik, Diskes rekrut Jumantik cilik

“Kepala sekolah dan guru punya tanggung jawab mendorong kader jumantik di masing-masing sekolah,” kata Ahsan

Ahsan dari Dinas Kesehatan ketika memberikan penjelasan mengena cara pemberantasan demam berdarah kepada jumantik cilik di Sangkulirang. ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Kamis, 10 Agustus 2017 15:26

Merdeka.com, Kutai Timur - Setelah sukses melakukan sosialisasi terhadap pemberantasan sarang nyamuk dan rekrutmen juru pemantau jentik (Jumantik) cilik di kecamatan Kaliorang, kini giliran ke Sangkulirang menjadi sasaran yang sama. Dinas Kesehatan (Diskes) Kutim terus genjar melakukan hal itu, agar pemberantasa penyakit demam berdarah bisa terus dieliminir sejak dini.

Guna melakukan sosialisasi tersebut, Dinas Kesehatan melibatkan berbagai pihak. Antara lain, Dinas Pendidikan, Forum Kabupaten Sehat, para guru dan sebagainya. Kita harapkan para guru dan kepala sekolah bisa memberikan motivasi kepada anak didiknya agar ikut berpartisipasi dalam pemberantasan penyakit deman berdarah di wilayahnya masing-masing.

“Kepala sekolah dan guru punya tanggung jawab mendorong kader jumantik di masing-masing sekolah. Memantau dan menilai pelaksanaan PSN. Hasilnya dilanjutkan dengan memberikan laporan rutin perbulan ke Puskesmas berdasarkan rekap pelaksanaan PSN setiap pekannya,” kata Kepala Seksi (Kasi) P2PM Ahsan Zainuddin.

Ketika melakukan sosialisasi, pihaknya juga menghadirkan nara sumber dari luar. Antara lain, Wakil Ketua Forum Kabupaten Sehat (Forkahat) Abu Faqih. Turut hadir pada acara tersebut adalah staf P2PM Andi Didi Apriadi, Kepala UPT Pendidikan Sangkulirang Amir dan beberapa perwakilan murid sekolah dan Guru UKS dari SD dan SMP setempat.

Sekitar 35 orang anak sekolah memenuhi bangku area kegiatan. Sebagian anak-anak menggunakan baju pramuka dan baju olahraga. Dalam kesempatan ini, Ahsan memfokuskan bagaimana cara kerja kader jumantik dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN) menuju sekolah bebas jentik. Melalui berbagai tahapan seperti anak sekolah sudah mendapatkan pembinaan atau penyuluhan teknis dari guru Unit Kesehatan Sekolah (UKS), yang sebelumnya sudah mendapatkan arahan dari Puskesmas ini dilakukan secara berkala.

Ditambahkan Ahsan, kader jumantik cilik ini wajib ada di setiap kelas meliputi kriteria mampu membaca menulis, menjadi motivator bagi rekan-rekan yang lain. Mau bekerja sama dengan petugas Puskesmas, guru dan petugas kebersihan sekolah. Akhirnya terbentuk peran dan tanggung jawab jumantik anak sekolah dengan melakukan kegiatan membuat catatan laporan hasil pemantauan jentik dan PSN di sekolah serta tempat tinggalnya. Kepada Guru penanggungjawab PSN sekolah dengan menggunakan formulir hasil pemantauan dan sosialisasi PSN 3M Plus dan pengenalan DBD.

“Jadi bisa disimpulkan PSN  adalah tindakan pemberantasan sarang nyamuk melalui kegiatan menutup, menguras dan menimbun plus memanfaatkan barang bekas yang masih bernilai ekonomis (3M). Terencana secara terus menerus dan berkesinambungan. Ini cara paling efektif untuk mencegah terjadinya penyakit DBD serta mewujudkan kebersihan lingkungan dan perilaku hidup sehat,” tuturnya.

Wakil Ketua Forum Kabupaten Sehat Abu Faqih berpesan kepada para kader jumantik cilik, harus memperhatikan cara kerja nyamuk menggigit. Biasanya hewan ini menggigit manusia saat pagi hari. Kemudian dia mengingatkan kepada kader jumantik cilik agar tetap meningkatkan kewaspadaan jika musim hujan turun, sbab tingkat penyebaran DBD bisa meningkat.

“Contoh saja perhatikan sisa-sisa air hujan di pelepah daun pisang atau kayu berlubang. Perlu kesadaran membersihkan lingkungan sekitar. Semuanya berawal dari niat dan perilaku sehat. Jika tidak ada kesadaran ya susah. Ini permasalahan krusial, kembali ke anak-anak,” katanya.

Pria yang bekerja sebagai guru di sekolah Sangatta ini menambahkan, kader jumantik cilik menjadi ujung tombak pencegahan sekaligus menekan laju pertumbuhan nyamuk.  Sejak TK hingga perguruan tinggi sudah ditanamkan pemahaman tentang jumantik sekaligus menggencarkan semangat sekolah sehat bebas dari ancaman penyebaran DBD.

“Kuncinya adalah para guru memberikan kontribusi secara kontinu. PSN terus dilakukan sampai nyamuk tidak berkembang secara luas,” ujarnya.
Senada Kepala UPT Pendidikan Sangkulirang Amir mengapresiasi kedatangan tim P2PM Diskes. Ini menjadi dorongan positif terutama di dunia pendidikan Sangkulirang dalam upaya perjuangan bersama melawan demam berdarah bersama para jumantik cilik.

“Kami dari UPT mengucapkan terima kasih kepada P2PM Diskes. Tentunya ini akan menjadi program nyata ke sekolah-sekolah. Demam berdarah harus ditanggapi secara serius oleh semua unsur teknis dalam hal ini seluruh pelaku di dalam sekolah,” kata Amir.

Amir menuturkan sambil berjalan program kader jumantik cilik ini dapat dipraktekkan langsung terutama anak-anak sekolah di Sangkulirang. Dirinya memberikan setelah mendapatkan sosialisasi ini anak-anak dapat berani berbicara dan menyampaikan pendapat didepan orang lain.

(AJ/AJ)
  1. Pendidikan
  2. Kesehatan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA