1. KUTAI TIMUR
  2. KOMUNITAS

Usai terima penghargaan, bunda PAUD Hj Encek Firgasih disambut hangat di Kutim

“Penghargaan ini bukan untuk saya, tapi untuk Kutim, jadi, kita akan kerja bersama,” ujar Firgasih

Hj Encek UR Firgasih mendapat sambutan hangat begitu tiba di rumah jabatan bupati, usai menerima penghargaan bunda PAUD nasional di Tangerang pekan lalu. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Kamis, 30 November 2017 13:35

Merdeka.com, Kutai Timur - Sekembalinya dari Tangerang, Banten, Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia dini) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Hj Encek UR Firgasih mendapat sambutan hangat oleh para guru PAUD dan pengurus TP PKK di rumah jabatan Bupati, di Bukit Pelangi, Sangatta, Minggu (26/11) lalu. Selain para guru PAUD, juga ada puluhan siswa PAUD dari Sangatta turut menyalami Bunda PAUD.

Penyambutan tersebut merupakan apresiasi para pihak kepada Bunda PAUD Kutim yang telah berkontribusi besar terhadap kemajuan pendidikan usia dini di daerah ini. Saat ditemui, Bunda PAUD Kutim Ny Hj Encek Firgasih sedikit bercerita tentang awal kiprahnya membesarkan sektor PAUD di Kutim selama ini. Dia mengaku hingga saat ini dirinya selalu ikhlas bekerja untuk memajukan PAUD di Kutim.

“Saya hanya bekerja dengan ikhlas dan menjalani seperti air mengalir saja. Tidak tahunya, tiba-tiba ada surat yang datang, meminta agar saya menghadiri suatu acara untuk menerima pengharagaan tersebut di Tangerang. Alhamdulillah, artinya kerja keras kami berbuah manis. Penghargaan ini bukan untuk saya, tapi untuk Kutim. Jadi, kita akan kerja bersama,” ujar Waki Ketua DPRD Kutim ini.

Hal tersebut tentunya menjadi memotivasi dirinya agar segera merealisasikan target kemajuan PAUD di Kutim dalam empat tahun kedepan. Atas penghargaan dimaksud, Firga tak lupa mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan sumbangsih pemikiran serta kontribusi nyata untuk kemajuan PAUD di Kutim.
Firga menambahkan, sebagai Bunda PAUD Kutim, kedepan ia berjanji akan terus bersinergi dengan program pemerintah di bawah kepemimpinan Bupati Ismunandar. Kemudian akan memaksimalkan kegiatan dengan anggaran yang efisien. Dia juga mengaku sangat terbantu oleh anggaran dari pemerintah dan bantuan perusahaan swasta.

“Hal yang kami lakukan adalah bagaimana agar anggaran efisien, tapi bisa mendapat hasil terbaik,” tambah istri bupati Kutim Ismunandar ini.

Firga, panggilan akrab Ketua DPC PPPP Kutim ini menyatakan dirinya akan terus mengutamakan PAUD di Kutim. Mengapa? Sebab, anak usia dini dari usia 0-7 tahun merupakan masa emas. Tiap anak akan merekam berbagai kejadian pada usia tersebut. Hingga membekas pada saat dewasa nanti. Guna mendukung hal itu, guru PAUD diminta untuk terus memberikan kinerja terbaik.

Bupati Kutim Ismunandar yang mendampingi Bunda PAUD hingga kembali ke Sangatta mengatakan penghargaan sudah seharusnya menjadi motivasi untuk berbuat lebih baik lagi. Ditanya tentang kebijakan Pemkab Kutim, dia menyatakan bahwa PAUD bakal terus didukung. Sesuai dengan amanat undang-undang bahwa anak usia dini harus mendapatkan perhatian khusus. Sebab anak usia dini memang harus diberi pendidikan dan gizi terbaik.

“Pada zaman dulu banyak orang mengira anak bisa cerdas dengan mengonsumsi makanan-minuman bergizi, sehingga banyak anak diberi makan ikan dan protein. Kepercayaan itu bisa terwujud dengan kombinasi pendidikan yang baik. Ada penelitian yang menyatakan, seorang anak akan cerdas dengan pondasi yang kuat, bila diberi pendidikan terbaik sejak usia dini,” sebutnya.

Untuk itu, Pemkab Kutim menyiapkan agar anak di Kutim hingga 20 tahun ke depan menjadi generasi terbaik bangsa. Hal tersebut akan menjadi tugas Dinas Pendidikan menyiapkan kurikulum yang diimbangi oleh guru agar bisa memberi pendidikan terbaik untuk anak bangsa, khususnya di Kutim.


(AJ/AJ)
  1. Pendidikan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA