1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

100 pelajar bersaing berpidato gunakan bahasa Inggris

“English speech contest is something I love. Especially when I children," kata Ismunandar.

Bupati Ismunandar menyimak pidato peserta dengan serius bersama juri lainnya, usai memberikan sambutan lomba pidado berbahasa Inggris yang diikuti pelajar. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Senin, 24 Oktober 2016 05:15

Merdeka.com, Kutai Timur - Hari libur yang biasanya dimanfaatkan untuk rekreasi bersama keluarga, namun pada Minggu (23/10) kemarin tak semuanya berlibur. Setidaknya bagi keluarga yang ikut lomba pidato berbahasa Inggris yang digelar di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur.

Setidaknya bagi pelajar 100 orang lebih dan keluarganya yang kemarin ikut lomba. Mereka juga mendapat support dari orangtua dan keluarganya, agar menjadi yang terbaik saat ikut lomba tersebut. Termasuk Bupati Kutim Ismunandar yang membuka acara secara resmi serta memberikan motivasi agar pelajar yang ikut lomba ini  terus berlatih dan meningkatkan prestasi di berbagai bidang.

“English speech contest is something I love. Especially when I children, (kontes pidato bahasa Inggris adalah sesuatu yang saya cintai. Terutama saat saya masih anak-anak)," kata Ismu dalam bahasa Inggris kepada seluruh peserta dan undangan yang hadir.

Orang nomor satu di Pemkab Kutim ini setuju bahwa untuk belajar bahasa Inggris atau keahlian lainnya memang lebih bagus dilakukan sejak usia dini. Selain itu untuk bisa berbahasa Inggris harus selalu dipraktikkan. Dia tidak menginginkan siswa sekolah, khususnya yang telah menguasai bahasa Inggris, tidak melatih kemampuannya pasca selesai kursus atau setelah lulus sekolah. Karena menurutnya keahlian apabila tidak terus dilatih akan berkurang atau bahkan hilang.

"Manfaatkan waktu bermain untuk belajar. Di rumah juga didukung orang tua tentunya. Kemudian saat ada kesempatan ketemu orang asing, jangan takut dan jangan malu (bicara bahasa Inggris)," ujar Ismu menyemangati.

Disebutkan Ismu, ada beberapa keuntungan dan kelebihan yang bisa didapat apabila menguasai bahasa Inggris. Contohnya mempermudah proses penerimaan masuk universitas di negara asing atau menyangkut urusan test agar bisa mendapatkan beasiswa keluar negeri. Satu hal yang pasti, bahasa Inggris diperlukan guna mendukung pergaulan global. Kepada seluruh peserta lomba pidato bahasa Inggris, Bupati meminta agar kemampuan tersebut bisa dipertahankan atau malah ditingkatkan. Dia berharap seluruh anak di kutim mengerti dan bisa berbahasa Inggris. Sekali lagi ia menegaskan bahwa Pemkab Kutim siap mendukung kegiatan pengembangan sumber daya manusia (SDM) agar generasi muda, menjadi generasi yang pintar dan cerdas. Saat ini pemerintah konsentrasi mendukung pengembangan lembaga-lembaga pendidikannya, namun kedepan Ismu menyebut dukungan bisa saja dalam bentuk program.

Terakhir agar siswa di Kutim memiliki kualitas pendidikan yang baik, Ismu mengingatkan para orang tua untuk meluangkan waktu mendampingi anak-anaknya agar senantiasa belajar setiap harinya pada pukul 19.00-21.00 wita.

Ketua Panitia Lomba dari Excellent English Course (ECC) Rizal Muhaimin mengatakan lomba yang dilaksanakan selama dua hari ini, Minggu untuk tingkat SD, Senin untuk tingkat SMP dan SMA, diikuti lebih dari 100 peserta.

"Peserta SD sekitar 45 orang, SMP 30 orang dan tingkat SMA lebih dari 30 orang. Menggunakan sistem gugur," sebutnya.

Setiap peserta akan dinilai oleh juri dari Disporapar, Stiper Kutim, Stie Nusantara. Penilaian meliputi pengucapan, penampilan, khusus peserta SD. Sedangkan untuk SMP dan SMA meliputi pengucapan, penampilan serta durasi waktu dan tema. Paling cepat 4 menit dan maksimal 7 menit. Setiap pemenang nantinya akan mendapatkan piagam penghargaan, piala dan uang pembinaan, yang diserahkan bersamaan dengan penyerahan pemenang lomba HUT ke 17 Kutim lainnya pada 30 Oktober 2016 nanti. Lomba ini merupakan kali kedua dilaksanakan oleh ECC.

Tema pidato bisa mengenai dekadensi moral, bahaya narkoba, sex bebas, pendidikan moral, semangat hidup, teknologi, korupsi atau manfaat penting dari bahasa Inggris. Lomba juga merupakan bentuk pembinaan SDM dan akan dijadikan program rutin yang mungkin saja diselenggarakan lebih akbar.
"Melalui lomba ini diharapkan bahasa Inggris bisa dikuasai oleh bukan saja masyarakat di kota besar, tetapi juga warga di Kabupaten. Sebab bahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan," jelasnya.

Untuk itu dia berharap, pemerintah terus memberikan dukungan terhadap pengembangan bahasa Inggris, selain program pendidikan lainnya. Selesai membuka lomba, Bupati tak lantas meninggalkan arena, melainkan menyaksikan penampilan M Rafi Akbar dan M Arkan Rabbani masing-masing siswa kelas 3 SD yang terlihat mahir berpidato dalam bahasa Inggris. Melihat kemampuan kedua siswa tersebut, Bupati hanya bisa kagum sambil tersenyum.

(AJ/AJ)
  1. Pendidikan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA