1. KUTAI TIMUR
  2. PARIWISATA

Sempat diguyur hujan, sebagian peserta tak sempat jelajahi Huliwa

“Nanti dijadwalkan ulang kunjungan ke Wehea, waktunya bisa ditambah lagi,” kata Kasmidi.

Wabup Kasmidi Bulang dan istri NY Tirah Satriani bersama peserta ekspedisi foto bersama di kawasan hutan Lindung Wehea. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Selasa, 11 April 2017 16:46

Merdeka.com, Kutai Timur - Ekspedisi kedua untuk menjelajah kawasan Hutan Lindung Wehea (Huliwa) terbilang spektakuler. Selain alamnya yang cukup hijau dengan tanaman pohon besar-besar, peserta ekspedisi kali ini terbilang besar, mencapai ratusan orang, baik panitia maupun peserta termasuk peserta lomba foto yang diharapkan mengeksplore wisata alam tersebut.

Setelah semalam berdiskusi di tengah hutan belantara, namun dengan suasana yang akrab, semua peserta sepakat pagi harinya ingin menjelajah alam Huliwa. Semangat panitia maupun peserta cukup membara, termasuk Wakil Bupati (Wabup) Kasmidi Bulang dan istri Ny Tirah Satriani yang turut serta dalam rombongan ekspedisi tersebut.

Keinginan untuk menjelajah Huliwa pada Minggu (9/4/2017) ternyata terkendala hujan. Sejak pagi sekitar pukul 07.00 Wita, kawasan Huliwa diguyur hujan deras. Tak pelak lagi, cuaca tersebut membuat lintasan menuju area start ke Stasiun Peneletian Wehea (SPW) yang dibangun The Nature Conservancy (TNC) berjarak 4 kilometer menjadi jalan bubur. Bahkan mobil dinas Wakil Bupati Kasmidi Bulang sempat terjebak di tanjakan tinggi saat memulai trip anventure ini sekitar satu jam.

Roda mobil terjebak di dalam lubang sedalam hampir 50 centimeter akibatnya membuat ban pecah. Sekitar setengah jam ban diganti menggunakan ban cadangan. Hal ini pun membuat waktu molor dalam persiapan jelajah alam menikmati trekking jalur Wehea. Beruntung mobil dapat di evakuasi menggunakan tali sling bantuan dari komunitas offroad Sangatta yang turut ikut dalam kegiatan ini.

“Namanya ekspedisi kita tidak tahu kondisi lapangan, ini di luar teknis. Nikmati saja cerita ini adventure dibuat enjoy saja. Kami langsung minta teman-teman offroad menarik mobil Wakil Bupati menggunakan dua bantuan mobil offroad,” ujar Kepala Bidang Darat Dinas Perhubungan Failu.

Sementara mobil yang sudah dievakuasi, Wakil Bupati Kasmidi Bulang tiba di SPW. Terdapat dua home stay yang bisa ditinggali wisatawan, di dekatnya ada aliran sungai Hutan Wehea yang masih bersih dan alami. Di belakang ada air terjun setinggi 10 meter yang bisa dinikmati pengunjung.

Namun mengingat kondisi hampir sore menunjukkan Pukul 15.00 Wita, kegiatan belum bisa masuk ke dalam Hutan Wehea. Pasalnya waktu mepet dan harus kembali menuju Sangatta. Wabup ditemani Asiten I Pemerintahan dan Kesra Mugeni menikmati aliran sungai  sekitar  30 menit di dekat home stay, sembari mendengarkan kicauan burung dan melihat panorama Wehea.

“Nanti dijadwalkan ulang, dalam waktu ke depan kunjungan ke Wehea, waktunya bisa ditambah lagi. Tadi ada gangguan mobil dinas terjebak di tanjakan lumpur tanah membuat waktu terbuang,” sebut Kasmidi.

Kendati tak sempat mengeksplorasi Huliwa, namun Wabup tetap menitip pesan kepada seluruh peserta untuk terus bersama-sama mengenalkan hutan lindung yang dilindungi hukum adat ini sebagai potensi andalan wisata Kutim. Permintaan itupun turut disampaikan oleh Wabup kepada beberapa komunitas pecinta alam yang ada untuk aktif berpromosi melalui sosial media.

Sementara itu, hasil rapat dialog saat diskusi di Balai Pengelolaan Hutan Wehea, terpilih Pulau Birah-Birahan sebagai tujuan lanjutan ekspedisi kegiatan tahunan ini. Beberapa komunitas pecinta alam dan traveling seperti My Trip My Adventure Regional Kutim, Mahakam Explore, Pramuka Saka Kencana, Borneo Nature Photography (BNP), dan lainnya mengaku sangat antusias bakal menjelajah alam di pulau kawasan pesisir Sandaran itu nantinya.

Sebelumnya, Ekspedisi Kutim I di Goa Karst di Kecamatan Karangan berlangsung sukses, kemudian dilanjutkan yang kedua yaitu menjelajah Hutan lindung Wehea juga berhasil mengangkat nama Huliwa sebagai salah satu tujuan wisata alam dan petualangan.


(AJ/AJ)
  1. Zona Turis
  2. Wisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA