1. KUTAI TIMUR
  2. KOMUNITAS

FPKKT dan EAST gelar ekspedisi panjat tebing di karst Sangkulirang

“Ini menjadi bukti nyata Kutim punya anugerah bentangan karst terbaik dan cocok untuk kegiatan adventure menjelajah,” kata Ahyar.

Salah satu pemandangan alam yang indah di pegunungan karst Sangkulirang, yakni stalagmin dan stalagnit di goa-goa. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Selasa, 04 Juli 2017 11:13

Merdeka.com, Kutai Timur - Guna mempromosikan lokasi karst ke dunia luar, Forum Peduli Karts Kutai Timur (FPKKT) dan Eiger Adventure Service Team (EAST) melakukan gebrakan, yakni menggelar ekspedisi ke kawasan pegunungan karst Sangkulirang-Tanjung Mangkalihat. Tujuannya memanjat dinding di kawasan tersebut dan mengenal obyek wisata alam.

Kegiatan petualangan alam ini direncanakan digelar pada Jumat (7/7) hingga Selasa (11/7) mendatang. Acara itu dibagi dua sesi, yang pertama peserta dibekali dengan teori dan kedua langsung dipraktekkan di lapangan yakni memanjat tebing di alam bebas di kawasan karst Sangkulirang – Tanjung Mangkalihat.

Ekspedisi yang bertajuk “memanjat bersama kang Mamay” ini, diharapkan memberikan semangat dan minat bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat kawasan karst Kutim, khususnya di Sangkulirang-Tanjung Mangkalihat. Kegiatan itu dipandu langsung oleh kang Mamay yang memiliki nama asli Mamat Sumarna Salim.

Sebenarnya kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (29/3) dan Minggu (31/3) lalu. Namun ditunda karena adanya berita duka bahwa Ibu Diah Rahmah Lestari (istri dari Kang Mamay) berpulang ke Rahmatullah. Pada kesempatan ini Kang Mamay siap berbagi ilmu dan tips mengenai pengetahuan dan pengalaman memanjat. Seperti cara pasang sabuk kekang (harness), mencantumkan tali tubuh ke alat penambat (belay), hingga semangat menyelesaikan pemanjatan.

Menurut Sekretaris FPKKT Ahyar Asdin mengatakan Kang Mamay berkunjung ke Kutim dalam kegiatan memanjat bersama dengan peserta yang tertarik dengan panjat tebing. Sekaligus mempromosikan kekayaan alam Kutim yang tidak dipunyai oleh daerah lain yaitu pegunungan Karst Sangkulirang-Tanjung Mangkalihat.

Sebelumnya Kutim menjadi pilihan brand alat-alat perlengkapan terlengkap asal Bandung tersebut lewat kegiatan penjelajahan Black Borneo pada 2016  lalu. Kini Kabupaten ini kembali dipilih menjadi arena kegiatan alam bebas, yakni panjat tebing di kawasan karst Sangkulirang.

“Dalam minggu ini dari FPKKT menggelar rapat kordinasi pemantapan di sekretariat untuk mengoptimalkan perencanaan kegiatan. Intinya ini menjadi bukti nyata bahwa Kutim punya anugerah bentangan karst terbaik. Sangat cocok digunakan kegiatan adventure menjelajah. Dari data panitia, sudah beberapa orang mendaftar,” ujar pria yang menjabat sebagai Kasubbag Pendataan dan Dokumentasi, Bagian Humas dan Protokol Setkab Kutim tersebut.

Kegiatan ini juga bermuatan positif bagi pariwisata Kutim ke depan. Pasalnya kegiatan ini fokus mendidik anak-anak setempat seperti dari Sangkulirang dan Karangan agar bisa menjadi tenaga guide (pemandu). Dalam memandu wisatawan yang ingin menikmati adrenaline memanjat tebing demi mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Ya tentunya pemuda-pemuda ini siap terjun ke lapangan, dengan mempunyai teknik memanjat yang safety (aman), setelah mendapatkan bekal ilmu dari Kang Mamay. Nah nantinya (anak-anak) akan menjadi guide berpengalaman untuk membuat trip khusus bagi wisatawan pecinta pegunungan,” tutup Ahyar.



(AJ/AJ)
  1. Zona Turis
  2. Wisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA