1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

80 atlet panjat tebing beradu skil, untuk jadi cabang andalan menuju PON 2020

“Saya minta kepada panitia penyelenggara, apa kekurangan yang perlu ditambah terkait penunjang sarana prasarana (venue),” kata Ismunandar.

Bupati Kutim Ismunandar didampingi Wabup Kasmidi Bulang dan Seskab Irawansyah serta ketua KONI Kaltim Zuhdi Yahya menyerahkan tali sebagai tanda dimulai Pra Porprov panjat tebing. ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Rabu, 25 Oktober 2017 13:24

Merdeka.com, Kutai Timur - Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2018 mendatang, sejumlah cabang olaharaga semakin intens menggelar kejuaraan. Setelah beberapa kali Kutim menjadi tuan rumah perhelatan olahraga, Senin (23/10) lalu Kutim kembali dipercaya menjadi tuan rumah Kerjuprov cabang olahraga panjat tebing.

Pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kutim dan Kaltim bersama dengan atlet panjat tebing se-Kaltim tampak sibuk. Cabang olahraga ini menjadi salah satu andalan untuk menuju PON 2020 di Papua mendatang, sehingga menjadi perhatian KONI Kaltim.

Pada kejuaraan ini sekaligus PraPorprov sebanyak 80 atlet berebut untuk adu skill dalam memanjat dinding. Kegiatan dipusatkan di area venue panjat tebing Gedung Serba Guna (GSG) kawasan kompleks Bukit Pelangi. Kegiatan pembukaan ditandai pemberian tali karmantel panjat oleh Bupati Ismunandar kepada perwakilan Pengda Kaltim Arif Rahman Hakim.

Hadir dalam kesempatan itu mulai Wakil Bupati Kasmidi Bulang, Seskab Irawansyah, Ketua KONI Kaltim Zuhdi Yahya, Ketua Pengcab FPTI Kutim Hasbullah, Ketua Pengprov FPTI Kaltim Erwin Dwi Budiawan, Ketua KONI Kutim Johansyah Ibrahim, dan Kadispora Syahril. Dikatakan Bupati Ismunandar dirinya menyambut baik gelaran single event ini artinya panjat tebing siap menuju Porprov.

“Ini menjadi bukti FPTI Kutim serius dalam pembinaan atlet panjat tebing. Saya minta kepada panitia penyelenggara, apa saja kekurangan yang perlu ditambah terkait fasilitas penunjang sarana prasarana (venue) ataupun peralatan. Hasilnya ada laporan khusus terkait kelengkapan,” ujar Ismu yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Panitia Besar (PB) Porprov.  

Dalam laporan singkatnya Ketua FPTI Kutim Hasbullah mengatakan kegiatan ini sudah jauh hari dipersiapkan. Yalaupun di tengah anggaran defisit. Intinya menggelar Kejurprov dengan seadanya namun tetap dimaksimalkan. Ditambahkan politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu kegiatan ini wajib digelar sebelum pelaksanaan Porprov 2018 September mendatang. Pasalnya cabor panjat tebing adalah andalan, karena sebagai salah satu olahraga penyumbang emas terbanyak saat pagelaran tradisi Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Kejurprov ini ditujukan sebagai seleksi atlet panjat tebing yang mempunyai keterampilan unggul mewakili Kaltim untuk event Kejurnas FPTI yang direncakan akhir November bulan depan. Wadah ini sekaligus pembinaan atlet-atlet muda berprestasi. Untuk diketahui kegiatan ini diikuti langsung oleh 80 atlet dari 9 kabupaten/kota dengan 18 nomor tanding,” ujarnya.

Ketua Pengprov PFTI Kaltim Erwin Dwi Budiawan mengutarakan mengapresiasi buat FPTI Kutim sudah membuat Kejurpov ini menjadi salah satu kemajuan perkembangan. Melihat prestasi didaerah terangkat, terutama memfokuskan atlet putra putri daerah bersaing di level nasional hingga internasional.

“Contohnya saja untuk level Asean Games, panjat tebing diwakili atlet putra bernama Suryawan kini sudah masuk pelatnas. Sebelumnya ada tiga yang masuk seleksi, namun dua orang lainnya tidak masuk. Tidak hanya itu FPTI tengah mempersiapkan mencari atlet terbaik yang akan dikirim menuju PON XX/2020 di Papua. Demi tradisi mendulang emas setiap hajatan multievent empat tahunan tersebut” tutupnya.

(AJ/AJ)
  1. Olahraga
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA