1. KUTAI TIMUR
  2. KULINER

Nongkrong di Rumah Koffie, menikmati waktu santai sambil nyeruput kopi

Camilan seperti kentang goreng, jamur crispy, empek-empek hingga brownis turut menghiasi daftar menu dan siap dipesan untu menemani minuman.

Syahril, sang pemik saat membuat minuman untuk disajikan kepada pelanggannya di rumah koffie. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Kamis, 07 September 2017 12:42

Merdeka.com, Kutai Timur - Minum kopi di café zaman sekarang sudah jadi budaya baru masyarakat. Café tumbuh dan berkembang pesat di kota-kota di Indonesia tak terkecuali di daerah baru. Lantas bagaimana dengan café di ibukota Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Sangatta?

Jangan bingung, bagi para pecinta kopi yang berada di Sangatta atau kebetulan singgah di “Kota Tercinta” jangan khawatir. Jika berencana inging “nongkrong” untuk menyalurkan hobi “ngopi”, sebab Rumah Koffie bisa jadi salah satu rekomendasinya. Di café rumahan alias rumah disulap jadi café ini, para pengunjung dapat menikmati berbagai varian kopi dari banyak daerah di Indonesia.

Mulai kopi dari Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi dan jenis kopi lainnya. Jenis kopi Malabar dari Jawa Barat, kopi Toraja dari Sulawesi Selatan dan beberapa kopi nusantara tersedia dengan aroma khas yang berbeda. Sebut saja espresso, long black, latte, cappuccino dan yang sedang populer saat ini adalah manual brew coffee bisa disiapkan di Rumah Koffie. Seperti kopi tubruk hingga Vietnam Drip, bisa disajikan panas, boleh juga dingin dengan es.

“Bagi pengunjung yang kurang menyukai kopi, kami juga menyediakan tea (teh), green tea, minuman berbagai rasa lainnya seperti cokelat, vanilla dengan sentuhan ala café,” kata Syahril Rasyid pemilik sekaligus satu-satunya Barista di Rumah Koffie.

Camilan seperti kentang goreng, jamur crispy, empek-empek hingga brownis turut menghiasi daftar menu dan siap dipesan untuk menemani minuman. Sambil menunggu pesanan, para pengunjung bisa menghibur pandangan mata dengan aksi barista menyiapkan kopi istimewa. Dengan memainkan berbagai alat pembuat kopi seperti espresso maker, menuang kopi melalui paper filter hingga latte art bagi pemesan coffee latte. Kemasan dan cara penyajiannya pun tak kalah dengan café penyaji kopi bermerek di kota besar. Rapi, bersih dan berseni dengan lukisan di atas buih secangkir cappuccino yang beragam. Soal harga tak perlu khawatir, karena masih ramah di kantong. Mulai Rp 18.000 sampai Rp 35.000.

Tak sulit menemukan Rumah Koffie di Sangatta yang sudah buka beberapa tahun ini. Lokasinya terletak di jalan Pinang Dalam Nomor 84, RT: 22, Sangatta Utara, Kabupaten Kutim, Kalimantan Timur (Kaltim) Kode Pos 75611. Biasanya karena semua dikelola sendiri dibantu sang isteri, Rumah Koffie baru buka setelah sholat Isya atau menjelang pukul 20.00 Wita dan tutup hingga tengah malam. Rumah Koffie bisa dijadikan referensi untuk ngopi bersama teman, sabahat, keluarga atau bahkan rekan kerja.

Ada dua suasana berbeda yang bisa dirasakan oleh pengunjung café. Di area dalam rumah terasa lebih homey. Penikmat kopi bisa minum kopi serasa sedang duduk-duduk di ruang tamu. Tempatnya yang sederhana namun cozy, dengan televisi besar di sudut atas ruangan, sofa empuk serta beberapa kursi dari bahan daur ulang, memberikan kesan seperti berada di rumah sendiri.

Sedangkan bagi yang merokok dapat nongkrong di bagian luar, suasana outdoor alias garasi dan teras yang menyatu dengan heningnya malam jadi sensasi tersendiri, tentunya sambil “menyeruput” kopi. Sejak dulu, Rumah Koffie terlihat tak pernah sepi dari pengunjung, walaupun lokasinya sedikit terpisah dari jalan protokol di Sangatta.

(AJ/AJ)
  1. Ekonomi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA