1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Luar biasa, 38 sepeda yang berlaga di Pra Porprov senilai Rp 1,9 miliar

“Harga yang paling murah sekitar Rp 25 jutaan, sementara yang lainnya ada juga yang Rp 75 jutaan ke atas,” kata Faisal.

Harga sepeda yang digunakan atlet yang berlaga di Pra Porprov ini nilainya paling sedikit Rp 25 juta dan ada yang mencapai Rp 75 jutaan. ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Jum'at, 03 November 2017 10:10

Merdeka.com, Kutai Timur - Kawasan Pusat Perkantoran Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim), di Bukit Pelangi, Kamis (2/11) kemarin tampak berbeda dari biasanya. Tak hanya pegawai lingkup pemerintahan saja yang terlihat, tapi juga puluhan atlet dari 7 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur (Kaltim) memacu aderenalin karena sedang melakukan balap sepeda pada gelaran Pra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sepeda Balap.

Sesuai catatan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kutim, ada sebanyak 38 pembalap sepeda yang berlaga di tiga kelas Porprov Cabor Sepeda kali ini. Yakni individual time trial (ITT), individual road race (IRR) serta mountain bike (MTB). Soal balapan sepeda mungkin sudah biasa dan banyak orang tahu. Tapi pasti masyarakat belum banyak yang tahu berapa harga rata-rata sepeda yang digunakan oleh para atlet tersebut.  

Menggunakan sepeda bagi masyarakat awam sudah tak asing. Tapi jika melihat sepeda yang digunakan para atlet yang ikut Pra Porprov bisa tercengang dan kaget. Sebab harga sepeda yang digunakan para atlet nilainya mencapai puluhan juta rupiah.

“Harga yang paling murah sekitar Rp 25 jutaan, sementara yang lainnya ada juga yang Rp 75 jutaan ke atas,” kata Ketua Panitia Pra Porprov yang juga Pengurus ISSI Kutim Muhammad Faisal, di lokasi lomba.

Artinya jika dirata-ratakan dengan harga Rp 50 jutaan, lantas dikalikan dengan 38 atlet yang bertanding, maka total harga sepeda yang berseliweran di Bukit Pelangi mencapai Rp 1,9 milyar.

Soal kualitas, sepeda dengan harga mahal tersebut tentu tak diragukan lagi. Bodi sepeda rata-rata terbuat dari serat karbon, lebih ringan namun memiliki daya tahan yang kuat. Dilengkapi suspense yang maksimal dengan rem cakram hingga sadle (tempat duduk) yang super sporty. Karena sepeda balap, kendaraan beroda dua tersebut juga dilengkapi beberapa fasilitas monitor mini digital untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh sang pembalap.

Semakin mahal komponen, semakin presisi kemampuannya bahkan sangat presisi karena dibuat dengan mesin CNC. Belum lagi material bahan yang mahal, seperti jenis aluminium papan atas atau bahan titanium yg ringan tetapi kuat dimasukan kedalam komponen sepeda. Komponen jenis tersebut sudah banyak digunakan untuk sepeda dan pastinya masuk kategori premium. Belum lagi proses pembuatan yang melibatkan antar negara. Umumnya frame carbon sebagian besar dibuat di negara China, lalu di finishing di Taiwan. Dari sana baru dirakit oleh pemilik merek dan di distribusikan ke seluruh dunia. Yang lebih gila bila si produsen membuat di negaranya sendiri. Misalnya merek sepeda Amerika membuat frame carbon di Amerika sendiri. Harganya jauh lebih mahal dari frame carbon China atau Taiwan. Maklum, gajinya juga beda dan diproduksinya tidak banyak.

Semakin hebat teknologi yang dimiliki dan ringan, menjadi nilai mahal tidaknya sebuah sepeda. Semakin hebat dan rumit sistem suspensi menambah harga sebuah sepeda lebih mahal. Sebuah frame sepeda full suspensi bermerek mencapai Rp 10 juta - Rp 15 juta, ditambah shock depan yang ringan minimal Rp 4 juta, groupset papan atas lengkap dan komponen lainnya Rp 13 juta -Rp 20 juta. Belum komponen wheelset atau roda premium dan komponen khusus berbahan karbon. Bila ditotal nilai sebuah sepeda ringan dengan mudah menembus anggaran Rp 30 juta plus. Jadi tak salah jika balap sepeda bisa dikategorikan jenis olahraga mahal.

(AJ/AJ)
  1. Ekonomi
  2. Olahraga
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA