1. KUTAI TIMUR
  2. KOMUNITAS

Peduli Rohingya, ormas dan pemuda serta mahasiswa gelar aksi solidaritas

Dalam orasinya, massa aksi mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan militer Myanmar kepada masyarakat Rohingya.

Aksi solidaritas terhadap Rohingya yang dilakukan organisasi pemuda, mahasiwa dan ormas di Kutim berjalan lancar, sekaligus menggalang dana kemanusiaan untuk Rohingya. ©2016 Merdeka.com Editor : Ardian Jonathan | Kamis, 07 September 2017 17:27

Merdeka.com, Kutai Timur - Sebanyak 33 organisasi kemasyarakatan (Ormas), OKP (Organisasi Kepemudaan) dan mahasiswa di Kutai Timur, melakukan aksi solidaritas terhadao tragedy kemanusiaan Rohingya di Myanmar. Kegiatan yang dipusatkan di simpang empat patung Singa, Sangatta Utara itu digagas Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutim, pada Rabu (6/9) kemarin.

Aksi ini diawali dari Sekretariat DPD KNPI jalan Soekarno-Hatta pukul 15.00 Wita menuju simpang empat patung Singa, Sangatta Utara, Kutai Timur. Ketua KNPI Munir Perda ikut turun langsung melakukan aksi damai tersebut.

Dalam orasinya, massa aksi mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan militer Myanmar kepada masyarakat Rohingya. Mereka meminta kepada pemerintah Myanmar untuk segera menghentikan konflik dan kekerasan yang ada Rakhine.

Aksi yang diikuti kurang lebih 33 organisasi, baik organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, dan mahasiswa itu juga menggalang donasi untuk kemudian disalurkan kepada para korban tindak kekerasan tersebut.

Ketua KNPI Kutim, Munir Perdana, menuturkan aksi yang dilakukan ini merupakan aksi nyata pemuda Kutim yang prihatin atas kejadian kekerasan di Rakhine, Myanmar. Pihaknya mengajak kepada masyarakat untuk menyalurkan dananya secara spontan salama aksi berlangsung.

Ditambahkan, aksi yang dilakukan bukan untuk mengaitkan isu SARA maupun politik yang saat ini santer dibicarakan di media sosial (medsos). Namun, aksi tersebut murni aksi kemanusiaan atas tragedi yang terjadi di Myanmar.

"Kami dari KNPI bersama semua elemen baik dari berbagai macam suku, ras dan agama, bahkan ada dari agama hindu dan buddha hadir di sini murni atas dasar kemanusiaan yang menimpa masyarakat Rohingya di Myanmar," ungkap Munir.

(AJ)
  1. Peristiwa
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA