1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Petani diminta jangan alihfungsikan lahan ke sektor perkebunan

“Hasil padi lokal harus lebih diprioritaskan sehingga tidak perlu lagi mendatangkan padi dari luar daerah khususnya Kutim,” kata Ismunandar.

Bupati Kutim Ismunandar dan sejumlah pejabat melakukan penanaman padi bersama di kecamatan Teluk Pandan beberapa waktu lalu. ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Senin, 13 November 2017 08:05

Merdeka.com, Kutai Timur - Bupati Kutim Ismunandar mengingatkan kepada masyarakat, agar lahan pertanian yang subur dan bisa ditanami padi, tidak dialihfungikan menjadi kebun. Sehingga masyarakat bisa menanam padi dengan hasil maksimal dan mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

“Hasil padi (gabah) lokal harus lebih diprioritaskan sehingga tidak perlu lagi mendatangkan padi dari luar daerah khususnya Kutim,” kata orang nomor satu di Kutim ini.

Mantan Seskab Kutim ini kemudian mengajak stake holder, baik dari kalangan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara atau perkebunan sawit untuk bersama-sama dapat menerima distribusi beras dari para petani di Kutim. Sehingga petani lokal terus berkembang dan maju.

Bahkan menurutnya, sekarang ada informasi bahwa Badan Pengkajian Pertanian sudah mengeluarkan dan melakukan penelitian bibit padi unggul yang bisa dipanen setahun tiga kali. “Jika ini dikembangkan di Kutim saya yakin masyarakat bisa memproduksi padi dengan baik dan Kutim tak akan mendatangkan beras dari luar daerah lagi,” kata Ismunandar.

Dikatakan, jika petani mampu menghasilkan padi sampai tiga kali panen dalam setahun, tentunya hasil yang diperoleh juga semakin besar. Tingkat kesejahteraan juga semakin meningkat, lantaran produksinya makin baik.

Dengan temuan tersebut Bupati berharap dapat dikembangkan lebih jauh oleh SKPD terkait. Sehingga krisis pangan, terutama terhadap pasokan padi lokal dapat teratasi. Ismu menegaskan kepada masing-masing kelompok tani tidak mengalihkan fungsi lahan petak sawah ke perkebunan. Sehingga sektor pertanian dapat berkembang baik di masa datang.

(AJ/AJ)
  1. Pertanian
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA