1. KUTAI TIMUR
  2. KOMUNITAS

Bupati ajak IWSS perangi narkoba dan jaga anak saat jam belajar malam

“Tantangan terbesar saat ini adalah serbuan teknologi informasi yang tak terbatas,” kata Ismunandar.

Ketua IWSS Kaltim Hj Indriani Mahmud melantik ketua IWSS Kutim Tira Satriani dan pengurus lainnya di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi belum lama ini. ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Sabtu, 29 Juli 2017 11:35

Merdeka.com, Kutai Timur - Pengurus Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kutim periode 2017-2022 yang baru dilantik, diminta untuk berperan aktif dalam mengisi pembangunan daerahnya. Dengan memiliki kontribusi yang baik terhadap daerah akan membawa dampak yang positif bagi anggota dan masyarakat ke depannya.

Pernyataan itu disampaikan Ketua IWSS Kaltim Hj Andriani Mahmud ketika melantik pengurus IWSS Kutim periode 2017-2022 di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi pekan lalu. Dikatakan, jika kepengurusan sebelumnya, juga berkontribusi bagi Kutim bahkan ke tingkat nasional pernah mewakili Kaltim.

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada kepengurusan sebelumnya. Diharapkan pengurus yang baru ini juga bisa berbuat lebih baik lagi ke depan. Terutama bagi kepentingan dan pembangunan Kutim dan Kaltim pada umumnya.

Sedangkan Bupati Ismunandar yang hadir meminta  IWSS dapat menjalin dan bekerjasama dengan pemerintah dan seluruh pengurus organisasi wanita di Kutim. Pemkab Kutim perlu dukungan  dari ormas termasuk IWSS  dalam membina rumah tangga,  utamanya dalam mendampingi anak-anak di rumah  mulai  pukul 19.00 sampai dengan 21.00 wita .

“Tantangan terbesar saat ini adalah serbuan teknologi informasi yang tak terbatas. Inilah peran pendampingan orangtua terhadap anak-anak pada  jam-jam  tersebut agar tidak di warnet main game on line atau di jalan-jalan dan taman dan tempat umum lainnya,” pinta Ismunandar.

Wilayah Kutim lanjut Ismunandar, ini sangat luas banyak jalur yang bisa dilalui narkotika baik lewat Utara maupun Selatan untuk masuk hingga ke Kutim. Semua elemen masyarakat utamanya orang tua harus berhati-hati, jika ingin sukses mari bina keluarga. Sukses keluarga, sukses lingkungan, sukses desa seterusnya hingga kabupaten bahkan bangsa dan negara.

“Itu salah satu program yang harus diperhatikan karena banyak keluhan dari masyarakat yang saya terima,” ujar Ismu, panggilan akrab mantan Sekretaris Kabupaten (Seskab) Kutim ini.

Ketua IWSS terpilih Kutim, Tirah Satriani mengatakan, motto dari IWSS adalah “satu untuk semua, semua jadi satu”.  Jadi IWSS Kutim selalu siap menjalin komunikasi dan bekerjasama dengan semua pihak. Baik ke pemerintah maupun pengurus organisasi wanita yang ada di Kutim dan Kaltim pada umumnya. IWSS Kutim akan terus berkontribusi demi kemajuan daerah agar generasi yang ada di Kutim lebih baik lagi ke depannya.


(AJ/AJ)
  1. Peristiwa
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA