1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Ketaatan Nabi Ibrahim perlu jadi tauladan umat Islam dalam berkurban

“Jutaan umat muslim sedunia menjadi tamu-tamu Allah SWT di tanah suci, termasuk 173 jamaah asal Kutim,” kata Ismunandar.

Seskab Kutim Irawansyah membacakan sambutan Bupati Ismunandar pada saat salat Idul Adha 1438 H di masjid Agung, Sangatta Utara, Kutim. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Senin, 04 September 2017 12:52

Merdeka.com, Kutai Timur - Perayaan idul adha pada Jumat (1/9) lalu, menjadi moment penting bagi umat Islam untuk melakukan instrospeksi diri. Sejak ribuan tahun silam, Nabi Ibrahim Alaihissalam sudah mempraktekkan mengenai berkurban dan ketaatan kapada Allah SWT.

Hal itu diutarakan Bupati Kutim Ismunandar dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Kabupaten (Seskab) Irawansyah, sebelum prosesi pelaksanaan salat Idul Adha di masjid Agung, kawasan Bukit Pelangi, Sangatta Utara. Orang nomor satu di Kutim itu, mengajak kepada seluruh kaum muslim di daerah ini untuk meneladani Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail.

Hari itu, umat muslim di kota Sangatta sejak pagi berbondong-bondong ke masjid Agung, untuk menunaikan ibadah salat Idul Adha. Antusias masyarakat terlihat begitu besar, bahkan lantai satu dan dua terlihat tidak cukup menampung jamaah yang hadir. Sedangkan mereka yang terlambat datang, melaksanakan salat di langgar masjid.  

Bupati mengajak kepada umat muslim untuk merenungkan kembali keteladanan agung Nabi Ibrahim Alaihissalam dan putranya Nabi Ismail Alaihissalam yang telah teruji memiliki keikhlasan, kekuatan hati dan ketaatan mutlak terhadap Allah Subhanahu Wata’ala ketika mendapat perintah untuk mengorbankan putra terkasihnya tersebut.

“Pada hari ini juga, ketika kita berkumpul bersama disini, jutaan umat muslim menjadi tamu- tamu Allah SWT di tanah suci sedang menunaikan ibadah haji, termasuk 173 jamaah asal Kutim. Marilah kita bersama-sama berdoa, semoga mereka yang sedang menunaikan Ibadah haji senantiasa diberi kesehatan, perlindungan dan kemampuan untuk melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji serta kembali ketanah air dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur dan mabruroh,” kata Ismunandar.

Sebagaimana lazimnya, pada hari ini banyak warga masyarakat yang memberi dan menerima daging qurban.  Orang nomor satu di Kutim ini, atas nama pemerintah kabupaten Kutim, mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat yang telah menunaikan kewajibannya dalam berqurban. Sejalan dengan hikmahnya sebagai hari raya Idul Adha Qurban, hari ini merupakan momentum yang tepat bagi untuk mengasah keikhlasan dan kepedulian sosial terhadap sesama serta membangun kepribadian yang sabar, kuat dan bijaksana menghadapi segala cobaan kehidupan.

Mantan Seskab Kutim ini berpesan kepada seluruh masyarakat dan umat Islam di seluruh pelosok Kutim, untuk tetap menjaga kondusivitas yang cukup baik selama ini, menjaga persatuan dan kesatuan, menuju Kutim yang lebih sejahtera. Program Pembangunan Kutim yang dimulai dari desa dengan motto Gerbang Desa Madu perlu dukungan semua pihak, sehingga masyarakat bisa lebih mandiri dan sejahtera di masa mendatang.

Pada kesempatan itu, bupati Ismunandar mengimbau, kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati dalam memanfaatkan teknologi informasi melalui internet maupun media sosial yang mudah dan gampang diperoleh melalui handphone. Untuk itu, warga harus bisa menyikapinya, dengan teliti dan bijak terutama mengenai informasi-informasi sering dilihat di media sosial (medsos).

“Saya meminta agar informasi yang akan disebarluaskan hendaknya diteliti kebenarannya terlebih dulu, jangan sampai kita ikut-ikutan menyebarkan berita bohong atau hoax dan terjebak dalam fitnah yang akhirnya bisa merugikan orang lain dan kita sendiri,” kata Ismunandar.

Pelaksanaan salat Idul Adha di masjid Agung hari itu, penceramah atau khotib adalah DR KH Bustanuddin Jamal  dari Pengadilan Tinggi Kota Tanggerang dan imam Sudirman Caha dari kota Sangatta.  Di masjid Agung juga penyembelihan hewan kurban  sebanyak 8 ekor sapi, yang merupakan sumbangan pribadi dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda, PT KPC dan PT Ganda Alam Makmur serta sumbangan dari warga lainnya, yang disembelih sehari setelah pelaksanaan salat idul Adha.

(AJ/AJ)
  1. RELIGIUS
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA