1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

“Desa Membangun” sejalan dengan “nawacita” presiden RI

“Prestasi yang telah diraih ini berkat kerja keras semua pihak. Baik pemerintah, DPRD Kutim maupun seluruh elemen masyarakat," kata Ismunandar.

Bupati Ismunandar dan istri, Wabup Kasmidi Bulang dan istri serta sejumlah pejabat berfoto bersama dengan grup marching bank Cemerlang, usai penampilan mereka di upacara HUT ke-17 Kutim. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Kamis, 13 Oktober 2016 01:11

Merdeka.com, Kutai Timur - Bupati Ismunandar saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) di halaman Kantor Sekretariat Kabupaten, Bukit Pelangi Sangatta, Rabu (12/10) mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas semua keberhasilan dan prestasi yang telah diperoleh selama ini.

“Semua prestasi (yang telah diraih) ini berkat kerja keras semua pihak. Baik pemerintah, DPRD Kutim maupun seluruh elemen masyarakat. Semua ini dilakukan dengan prinsip  gotong royong, dimana berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing. Tidak dapat dipungkiri, kunci keberhasilan ini adalah disebabkan tingkat partisipasi seluruh masyarakat Kutai Timur yang begitu tinggi dalam mendukung program-program pembangunan,” ujar Ismunandar.

Ada beberapa hal khusus yang disampaikan oleh Bupati untuk menjadikan perhatian warga Kutim. Pertama dalam rangka pelaksanaan kegiatan pembangunan dalam APBD Tahun Anggaran 2016 yang efektif tersisa sekitar dua bulan lagi, Ismu menginstruksikan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk lebih meningkatkan kinerjanya. Kedua, secara bersama-sama, pemerintah, DPRD Kutim dan seluruh komponen masyarakat Kutim mendukung percepatan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Kutai Utara (Kutara) untuk menghadapi tantangan pemerataan pembangunan dan konsisten terhadap komitmen bersama. Secara sungguh-sungguh dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah di masa-masa yang akan datang.

Selanjutnya, Pemkab Kutim telah menerbitkan surat edaran “Wajib Belajar” pukul 19.00-21.00 wita bagi anak-anak usia sekolah. Berkaitan hal ini, seluruh lapisan masyarakat khususnya orang tua diminta untuk mendampingi dan mengawasi anak-anak dalam mengisi waktu tersebut dan belajar, mengaji serta mengisi dengan berbagai kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat.
Ke empat, penutupan lokalisasi adalah program Nasional. Oleh karena itu Kabupaten Kutim tegas tidak memberikan toleransi bagi keberadaan lokalisasi.

“Semua harus ditutup! Demikian pula tempat hiburan malam dan panti pijat yang terindikasi praktik prostitusi, harus ditindak secara tegas !,” kata Ismu dengan lantang.

Kelima, Pemkab Kutim juga menyatakan perang terhadap narkoba. Menurut Ismu kejahatan narkoba harus dihentikan, dilawan dan tidak bisa dibiarkan lagi. Bupati meningatkan kepada semua masyarakat baik di lembaga, aparat-aparat hukum, terutama di kepolisian, Polres Kutim, Polsek, BNK, para pegiat anti narkoba, semua lapisan masyarakat untuk mengejar dan menangkap pengedar serta pengguna narkoba.

Keenam, seluruh jajaran aparatur Pemkab Kutim, diminta untuk lebih meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat. Dengan tetap memperhatikan tugas pokok dan fungsi serta berada pada koridor aturan perundangan yang berlaku. Guna menghindari terjadinya penyimpangan yang berimplikasi terhadap proses hukum, pemahaman dan kerjasama yang baik dari semua pihak.

Terakhir Ismu berharap agar aktivitas pelayanan terhadap masyarakat semakin meningkat, situasi yang aman dan kondusif terus terjaga. Sehingga pelaksanaan aktivitas pembangunan dapat berjalan dengan lancar.

“Terpeliharanya hubungan silaturahim antar umat beragama dan yang tak kalah pentingnya adalah meningkatnya keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT,” jelas orang nomor satu di Pemkab Kutim ini.

Sebelumnya Ismu menjelaskan, kemajuan-kemajuan di berbagai bidang pembangunan yang telah dicapai. Namun begitu, semua pihak harus tetap melakukan upaya-upaya antisipatif untuk menghadapi tantangan ke depan. Antara lain upaya mempertahankan kelestarian fungsi lingkungan hidup terutama dengan meminimalisir terjadinya kegiatan-kegiatan eksploitasi serta illegal logging dan fishing. Kemudian pemberdayaan masyarakat lokal dalam menghadapi tingkat kompetensi global yang semakin tinggi, sehingga tidak semakin termarginalkan. Berikutnya bidang ekonomi dan sumber daya alam, adalah upaya menyeimbangkan tingkat pertumbuhan ekonomi dan pemberdayakan sektor-sektor ekonomi yang menjadi economic base, (air,listrik,infrastruktur,kesehatan,pendidikan dan pertanian) serta sektor-sektor lainya yang dapat dijadikan unggulan.

“Program Gerakan Pembangunan Desa Mandiri Terpadu (Gerbang Desa Madu) berupa penyaluran Rp 2-5 milyar ke desa-desa sudah sejalan dengan program pemerintah Nawacita, yakni membangun dari pinggiran dan daerah terpencil (desa) dengan fokus dan tuntas,” ujarnya.

Bupati Ismunandar juga menyampaikan bahwa segala prosedur perizinan yang berkaitan dengan investasi di Kutim kini semakin mudah, efisien dan transparan. Agar informasi tentang perizinan dimaksud mudah diketahui investor, maka Pemkab Kutim akan menampilkannya selama Pekan Raya Kutim Expo di Garha Expo Bukit Pelangi, 12-17 Oktober 2016.

“Dirgahayu ke-17 Kabupaten Kutai Timur Tahun 2016,” kata Ismu mengakhiri sambutannya yang juga didengar Ketua DPRD Kutim Mahyunadi, Wakil Ketua I dan II DPRD Kutim, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), serta seluruh undangan. Upacara HUT Kutim ini turut dihadiri Perwakilan Kodam VI Mulawarman. Di rangkai dengan pembacaan sejarah Kutim dan dimeriahkan dengan suguhan paduan suara yang menyanyikan Mars Kutai Timur, persembahan Kolone Senapan dari resimen mahasiswa (Menwa) Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Kutim serta penampilan Marching Band Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan SMP YPPSB Sangatta serta penampilan Tarian Massal dri SMA Negeri 2 Sangatta Utara.

(AJ/AJ)
  1. Info Kutai Timur
  2. Peristiwa
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA