1. KUTAI TIMUR
  2. BERITA DUKA

Kades Sangkima meninggal dunia, Bupati Ismunandar melayat dan nyatakan duka cita

“Almarhum merupakan salah satu putra terbaik dan kita do’akan semoga dilapangkan kuburnya dan diampuni salah serta khilaf,” kata Ismunandar.

Bupati Kutim Ismunandar berbaur dengan masyarakat melayat alhmarhum Muhammad Djaffar, kades Sangkima yang meninggal dunia pada Selasa (17/10). ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Rabu, 18 Oktober 2017 15:29

Merdeka.com, Kutai Timur - Kutim kembali berduka. Setelah beberapa waktu lalu kades Desa Nehes Liah Bing meninggal akibat sakit dan Pemkab menyataka duka cita, kini Kutim kembali kehilangan salah satu kades terbaknya, yakni Kades Sangkima, kecamatan Sangatta Selatan, Muhammad Jaffar.

Mantan ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa) itu meninggal dunia, Selasa (17/10) malam, setelah mengalami sakit jantung dan sempat dirawat di rumah sakit SOHC, Sangatta Utara. Ketika berobat, istrinya langsung mengantarkan ke rumah sakit bersama keluarganya.

Almarhum dikebumikan Rabu (18/10) di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan. Mendengar kabar duka tersebut, Bupati Kutim Ismunandar langsung menuju ke rumah duka untuk melayat. Orang nomor satu di Kutim ini, didampingi Asisten Pemerintahan Umum dan Kesra (Pemkesra) Mugeni dan sejumlah staf. Bahkan mantan Seskab ini langsung ikut mengantarkan ke tempat peristirahatan terakhir almarhum.

Anak pertama dari lima bersaudara pasangan almarhum Daeng Suding dengan Daeng Timang, meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak serta lima cucu. Di mata keluarga beliau adalah sosok yang baik sekaligus menjadi panutan bagi keluarga, karena Kebaikan dan keramahannya membuat keluarga dan kerabat merasa kehilangan yang sangat mendalam.

Pada kesempatan itu, Ismu sapaan akrab Bupati Kutim memberikan santunan berupa uang tunai kepada istri almarhum serta memberikan semangat kepada keluarga untuk keikhlasan atas kepergian almarhum. Djaffar merupakan salah satu kades dan putra terbaik Kutim.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Kutim kami turut berbelasungkawa. Almarhum merupakan salah satu putra terbaik Sangkima dan kita do’akan semoga dilapangkan kuburnya serta diampuni segala salah serta khilaf  selama hidup di dunia,” kata Ismunandar.

Ismu juga berharap kepada semua yang hadir maupun tidak hadir pada saat pemakaman agar dapat merelakan kepergian almarhum. Orang nomor satu di Kutim ini mengajak kepada masyarakat untuk mengikhlaskan kepergian almarhum dan memberikan maaf selama bergaul serta memiliki kesalahan. Demikian juga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan diberikan kekuatan keimanan.

Menurut Ismunandar, tidak cuma keluarga yang bersedih atas kepergian almarhum, kerabat juga merasa kehilangan. Dikatakan, almarhum orangnya tidak terlalu formal. Artinya selalu bermasyarakat siapapun masyarakatnya selalu memberikan senyuman sehingga masyarakat tidak segan untuk sering bersilahturahmi ke kantor saat masih aktif.

“Ketika masih aktif, beliau selalu memperjuangkan untuk kemajuan peningkatan fasilitas Desa Sangkima. Yang terbaru adalah memperjuangkan satu unit ambulan untuk desa siaga. Alhamdulillah akhirnya desa siaga telah memiliki satu unit ambulance,” kata Ismunandar.


(AJ/AJ)
  1. Info Kutai Timur
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA