1. KUTAI TIMUR
  2. SENI BUDAYA

Komunitas pelukis ekspresikan peringatan HUT RI melalui lukisan di atas kain 17 meter

“Apa yang dikerjakan komunitas ini perlu disuport, karena menumbuhkembangkan semangat patriotisme dan nasionalisme,” kata Ismunandar.

Bupati Ismunandar, Wabup Kasmidi Bulang dan Ketua DPRD Mahyunadi serta pelukis foto bareng dengan latar belakang lukisan 17 meter. ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Rabu, 23 Agustus 2017 14:54

Merdeka.com, Kutai Timur - Sebuah kelompok komunitas pelukis Sangatta memiliki cara tersendiri untuk mengekspresikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 RI tahun 2017 ini. Para seniman yang tergabung dalam K-Plus, melukis di atas kain sepanjang 17 meter bertemakan ‘revolusi’

Mendengar ada sekelompok anak muda yang memperingati HUT RI dengan melukis di atas kain 17 meter, Bupati Ismunandar, Wabup Kasmidi Bulang dan Ketua DPRD Mahyunadi langsung melihat ke lokasi. Orang nomor satu di Kutim ini menilai, apa yang dilakukan para generas muda itu terbilang unik dan perlu didukung, terlebih ekspesinya memperingati HUT RI.

Di tempat tersebut Bupati, Wabup dan Ketua DPRD Kutim nampak akrab dengan para pelukis dan mengajak berbincang serta berfoto bersama dengan latar lukisan 45 warna tersebut. “Apa yang dikerjakan komunitas ini perlu disuport, karena menumbuhkembangkan semangat patriotisme dan nasionalisme,” kata Ismunandar.

Bupati mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksankan oleh K-Plus. Karena dengan melukis tema “Revolusi” sama artinya semangat nasionalisme kebangsaan masih dijaga oleh para pelukis tersebut. Selain itu kegiatan melukis dan bidang seni lainnya bisa menjauhkan diri dari pengaruh serta bahaya peredaran atau penyalahgunaan narkoba.

Mendapat kunjungan mendadak Bupati, Wabup dan Ketua DPRD, Ketua Harian K-Plus Agung Suroso mengaku bangga dan gembira. Menurutnya, panjang lukisan mencapai 17 meter menyesuaikan hari detik-detik proklamasi pada 17 Agustus 1945. Sehingga panjang lukisan diambil dari tanggal 17, melibatkan 8 pelukis menyamakan bulan kemerdekaan dan  penggunaan 45 warna menyesuaikan tahun 1945.

"Lukisan ini menggambar revolusi kemerdekaan, dari awal sebelah kiri adalah zaman penjajahan, maka kita gambarkan dengan tank. Lalu perjuangan, mendekati merdeka, Indonesia merdeka yang dilukiskan detik dan pidato proklamasi oleh  Presiden RI petama Ir Soekarno. Kemudian masa pembangunan, gerakan remaja, hingga kini ke Kutim yang menggambarkan Kutim Cemerlang," kata Suroso.

Pesan dibalik kegiatan melukis ini adalah mengenang kembali masa-masa sebelum merdeka. Perjuangan para pahlawan untuk meraih kemerdekaan, hingga kini generasi penerusnya mengisi kemerdekaan dengan karya dan hal positif. Salah satunya seniman yang mengisi kemerdekaan dengan berkarya.

"Kami ingin merubah image bahwa seniman jauh dari pemerintah, dari aturan dan sebagainya. Maka kami (pelukis) ingin membuktikan seniman bisa berjalan bersama bahkan bermitra dengan pemerintah," turut Suroso.

Lukisan hasil karya K-plus yang  bermarkas di Jalan Muntai, Sangatta Utara dan telah eksis di Kutim sejak 2014 ini sebagai bentuk apresiasi dan kebanggaan terhadap generasi muda, khususnya seniman Kutim.
 

(AJ/AJ)
  1. Seni dan Budaya
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA