1. KUTAI TIMUR
  2. PARIWISATA

Meriahnya lomba perahu naga, hibur ribuan penonton

“Membludaknya peserta yang semula 39 tim, membengkak jadi 51 tim membuat antusias menonton dari pinggir sekeliling folder”.

Lomba perahu naga yang dipusatkan di Folder Ilham Maulana, mampu menyedot ribuan pengunjung dan menjadi hiburan tersendiri bagi warga kota Sangatta dan sekitarnya. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Jum'at, 14 Oktober 2016 16:40

Merdeka.com, Kutai Timur - Kawsan Folder jalan Ilham Maulana, Jumat (14/10) kembali semarak. Ribuan warga tumplek di lokasi itu untuk menyaksikan lomba perahu naga yang digelar Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, berkaitan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kutai Timur.

Sejak pagi, warga sudah berbondong-bondong menuju ke Folder. Bahkan sebelum lomba dimulai, ribuan warga sudah memadati jalan Ilham Maulana dan kawasan Folder. Ratusan kendaraan parkir sisi kiri dan kanan jalan, sehingga pengunjung harus berjalan kaki dan merayap, bagi pengendara kendaraan bermotor.

Membludaknya peserta yang tadinya hanya melibatkan 39 tim dan bertambah menjelang pelaksanaan lomba pun menjadi perhatian ribuan masyarakat yang antusias menonton dari pinggir sekeliling folder. Satu regu berjumlah 10 orang untuk mengayuh perahu naga yang telah disediakan panitia lomba.

Lomba baru dimulai sekitar pukul 09.00 wita ditandai tabuhan gendang oleh Wakil Bupati Kasmidi Bulang dan kibaran bendera start oleh Bupati Kutim Ismunandar. Disaksikan beberapa pejabat lingkup Pemkab Kutim dan undangan lainnya.

Peserta yang ikut dalam lomba dayung perahu naga kali ini merupakan perwakilan dari dinas, badan dan instansi lingkup Pemkab Kutim, organisasi kemasyarakatan, organisasi sayap politik, organisasi kepemudaan, pewakilan kecamatan hingga desa yang ada di Kutim.

Bupati Ismunandar sebelum melepas race pertama lomba mengatakan ada filosofi positif yang bisa diambil dari pelaksanaan lomba dayung perahu naga kali ini. Dalam mengikuti lomba perahu naga, dibutuhkan kerjasama, saling bahu membahu bersama-sama untuk mencapai garis finish.

“Itu juga yang bisa diambil nilai positifnya, yakni dalam membangun Kutai Timur, saya dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus bekerjasama dengan seluruh masyarakat yang ikut mendukung,” kata Ismu menjelaskan filosifi mendayung dalam lomba perahu naga.

Masih soal filosifi perahu naga, Ismu menjelaskan bahwa apabila dalam satu tim tidak melakukan kerjasama dengan baik, maka upaya untuk mencapai garis finish akan sulit dicapai. Maka dari itu semangat “olah bebaya” (bersama-sama) atau “dayung beimbai” (dayung bersamaan) harus dilakukan saat mengikuti lomba dayung perahu naga. Dia yakin dengan kebersamaan target pembangunan di Kutim dapat dicapai dan daerah ini menjadi Kabupaten yang sejahtera.

Lomba dayung perahu naga kali ini menurunkan 4 perahu dalam setiap satu kali lomba. Setiap regu beranggotakan 10 orang, masing-masing seorang penabuh gendang, 8 pendayung dan seorang juru kemudi. Lomba dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut hingga Minggu (16/10) nanti.

Lomba perahu naga in juga menjadi salah satu destinasi wisata di Kutim. Sehingga kegiatan seperti ini bisa menjadi kalender tetap untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

 

(AJ/AJ)
  1. Zona Turis
  2. Wisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA