1. KUTAI TIMUR
  2. KOMUNITAS

Usai menunaikan wukuf, siap-siap kembali ke tanah air

“Kita harapkan seluruh jamaah haji Kutim sehat selamat dalam perjalanan menuju tanah air dan bertemu keluarganya,” kata Firman.

Jamaah haji asal Kutim ketika berada di Arafah untuk menunaika ibadah haji sebagai puncak prosesi pelaksanaan haji. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Senin, 04 September 2017 14:24

Merdeka.com, Kutai Timur - Sebanyak 173 jamaah haji asal Kutim yang kini sudah melakukan prosesi ibadah haji dengan puncaknya di padang Arafah, sudah dilaksanakan sesuai rencana dan berjalan lancar. Kini, siap-siap menuju ke tanah air sambil melaksanaan ibadah sunah lainnya.

Rombongan haji asal Kutim yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) empat embarkasi Balikpapan, dalam keadaan sehat wal afiat. Demikian juga Wakil Bupati (Wabup) Kasmidi Bulang dan istri Hj Tira Satriani yang menunaikan ibadah haji melalui Biro perjalanan lantaran haji plus, juga bersiap-siap kembali ke tanah air.

Menurut petugas haji asal Kutim Firman Wahyudi, selama melaksanakan prosesi haji di Arafah, jamaah haji Kutim dalam keadaan sehat semuanya. Dari Makkah menuju ke Arafah, diangkut menggunakan bus sholawat.

Sebelum meninggalkan Makkah, jamaah haji diharapkan melaksanakan tawab Wada atau perpisahan, seperti yang pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW. “Kita harapkan seluruh jamaah haji Kutim sehat selamat dalam perjalanan menuju tanah air dan bertemu dengan saudara dan keluarganya,” kata Firman.

Dijelaskan, perjalanan dari pemondokan di kawasan Jarwal, Mekkah menuju Arafah berjarak 25 kilometer dengan waktu tempuh normal 30 menit. Namun, lantaran padatnya kendaraan, sehingga  memakan waktu satu jam lebih, hal ini karena arus calhaj berasal dari seluruh belahan dunia yang menuju ke Arafah sangat padat.

"Petugas haji dan keamanan setempat mengatur arus lalu lintas dengan sigap dengan menggunakan pengeras suara meminta kepada pengemudi kendaraan yang tidak memiliki izin masuk jalur Arafah untuk kembali berputar arah. Hanya kendaraan yang memiliki stiker khusus yang diperbolehkan lewat," tutur Firman.

Selama di Arafah, calhaj melakukan rangkaian ibadah dan disunahkan memperbanyak do’a, zikir serta ibadah-ibadah sunnah lainnya. Secara umum, rangkaian ibadah wukuf dipandu masing-masing petugas, yakni Anwar Ashaf dari TPHD Kutim sebagai pembaca  Kaifiat, lalu Khotib wukuf disampaikan Ahmad Sofyan dari TPIHI asal Kubar.

Sedangkan sambutan Amirul Hajj dibacakan TPHI sekaligus ketua kloter 4 Tasnim Mu’in, kemudian Imam Sholat Dzuhur dan Ashar dipimpin ustadz Zaenal Abidin asal Kubar. Untuk Zikir dan do’a dipandu ustadz Solikhin dari Kutim. Mu’adzin Aji Said dari Bontang dan memimpin talbiyah dipandu Abdus Salam dari kota Balikpapan.

(AJ/AJ)
  1. RELIGIUS
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA