1. KUTAI TIMUR
  2. KOMUNITAS

Parit jangan dijadikan sebagai tempat buang sampah, bisa berakibat banjir

“Jangan karena parit di depan rumah buntu akibat banyak sampah, pemerintah yang disalahkan dan turun tangan,” kata Ismunandar.

Bupati Ismunandar (baju waskat) disambut antusias warga ketika datang ke RT 35 Gang Volvo, Sangatta Utara untuk meresmikan gang hijau. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Sabtu, 16 Desember 2017 12:24

Merdeka.com, Kutai Timur - Gerakan gotong royong dan membuat lingkung lebih asri, seperti dilakukan warga RT 35, kecamatan Sangatta Utara, memperoleh apresiasi Bupati Kutim Ismunandar. Ketika meresmikan gang hijau itu, orang nomor satu di Kutim ini mengajak seluruh masyarakat menjaga lingkungannya masing-masing.

Gang Volvo, RT 35 kecamatan Sangatta Utara merupakan salah satu contoh sebuah lingkungan yang cukup asri. Gotong royong yang digagas Karang Taruna Kutim ini, diharapkan memberikan inspirasi dan motivasi bagi warga lainnya di Kutim.

Ketika meresmikan gang hijau tersebut, Bupati Ismunandar bercerita masa lalu yang terjadi di Kutim. Menurutnya, dulu ada warga di salah satu gang marah karena di depan rumahnya kerap dilanda banjir.

Setelah pihak dinas terkait ke lapangan dan memeriksa, ternyata selokan atau parit depan rumahnya buntu oleh sampah. Untuk itu Ismu-sapaan-Ismunandar  mengimbau masyarakat lebih peduli dengan lingkungannya. Jangan karena parit di depan rumah buntu karena sampah, pemerintah yang disalahkan dan turut tangan.

“Padahal pekerjaan seperti itu bisa dilakukan sendiri oleh warga dan tak perlu pemerintah turun tangan. Parit jangan dijadikan tempat pembuangan sampah, sehingga akan berdampak banjir dan merugikan warga itu sendiri,” ujar Ismunandar.

Pemkab Kutim memang gencar melakukan sosialisasi kepada warga untuk menjaga kebersihan lingkungan. Dukungan pemerintah untuk perbaikan sanitasi lingkungan mulai pembangunan gapura tiap gang hingga peremajaan jalan gang yang rusak diganti dengan konkrit (cor beton).

Ketua Karang Taruna Kutim Alim Bahri melaporkan, program ini merupakan yang pertama digelar. Ia berharap kegiatan ini menjadi stimulan bagi seluruh warga Sangatta untuk menjaga lingkungannya masing-masing. Alim juga mengingatkan pemerintah agar pekerjaan peningkatan jalan di gang kualitasnya tetap dijaga dan lebih baik lagi.

“Semoga kegiatan ini memberikan efek positif bagi masyarakat dan karang taruna dapat terus beriringan dengan pemkab Kutim. Terimakasih kepada semua pihak yang mendukung termasuk warga RT 35, perusahaan swasta dan Pemkab Kutim,” ujar Alim.

Ketua RT 35 Teguh berterima kasih kepada karang taruna Kutim dan pihak swasta yang sudah mensupport kegiatan ini. Warga berharap kegiatan tidak hanya sampai di sini tetapi terus berkelanjutan.

“Semoga kegiatan di RT 35 gang Volvo bisa ditularkan juga di gang Etam dan Rambutan,” harapnya.


(AJ/AJ)
  1. Lingkungan Hidup
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA