1. KUTAI TIMUR
  2. KOMUNITAS

KBB gelar tahlil untuk panjatkan doa para pahlawan kemerdekaan

"Kita awali peringatan HUT ke-72 RI dengan rasa syukur, dengan pembacaan surah Yasin untuk para pejuang kita,” kata Ijing.

Sejumlah ustadz dan masyarakat serta tokoh masyarakat menghadiri tahlil yang digelar KBB sebagai tanda syukur dan memanjatkan doa untuk para pahlawan kemerdekaan RI. ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Minggu, 20 Agustus 2017 04:39

Merdeka.com, Kutai Timur - Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur (KBBKT) cabang Kutim, menggelar tahlil akbar di secretariat, jalan Ilham Maulana, guna memanjatkan doa kepada para pahlawan kemerdekaan RI. Langkah ini sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap perjuangan yang sudah dilakukan para pahlawan yang berjuang untuk negara ini.

Kegiatan yang dihelat malam hari menjelang peringatan HUT ke-72 RI tersebut, juga dihadiri Ketua DPRD Kutim Mahyunadi, Sekretaris Kabupaten (Seskab) Irawansyah, Camat Sangatta Utara Muhammad Basuni, Kepala Dinas Kesehatan Kutim Bahrani, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, serta majelis-majelis taklim yang ada di Sangatta Utara dan Selatan. Seluruh jamaah melantunkan salawat Nabi dan doa-doa di iringi tabuhan rebana. Dilanjutkan dengan pembacaan yasin, tahlil dan doa-doa untuk arwah para pahlawan yang telah gugur membela Negara.

Ketua KBBKT Kutim Syahlianoor TH atau lebih dikenal dengan sebutan H Ijing, mengatakan tujuan berkumpul adalah untuk menyambut sekaligus ungkapan rasa syukur atas HUT ke-72 kemerdekaan RI tahun 2017.

“Kita tinggal merayakan HUT Kemerdekaan RI dengan mengadakan berbagai lomba. Malam ini kita awali puncak acara peringatan HUT RI yang ke 72 dengan rasa syukur, menyumbang hadiah pembacaan surah Yasin serta ayat-ayat suci Alquran untuk para pejuang kita,” ucap H Ijing yang seraya berharap  kegiatan seperti ini dilaksanakan setiap tahun dan melibatkan lebih banyak lagi masyarakat.

Dewan Pembina KBBKT Kutim, yang juga sebagai Ketua DPRD Kutim Mahyunadi, mengatakan khusus di Sangatta, acara tahlilan seperti ini baru KBBKT yang melaksanakannya. Peringatan HUT RI biasanya serentak diperingati dengan apel atau upacara. Dikembangkan lagi dengan acara perlombaan. Akan tetapi KBBKT malam ini mengawalinya dengan melaksanakan tahlil akbar untuk para husada dan pejuang.

“Jika masalah pejuang maka apa yang kita laksanakan pada malam ini sangatlah benar, karena memang yang memerdekakan Indonesia ini adalah Islam dan para pejuang. Jadi sejarahnya Belanda masuk ke Indonesia pada abad ke 16 dan Islam masuk ke Indonesia pada pertengahan abad ke 17. Sehingga lebih dulu Belanda daripada Islam masuk ke Indonesia. Islam-lah yang membawa masyarakat Indonesia melakukan perlawanan sedikit demi sedikit kepada Belanda,” jelasnya.

Senada Sekretaris Kabupaten Kutim Irawansyah, mengatakan hal yang sama. Menurut dia kemerdekaan tidak datang begitu saja, tentu ada perjuangan-perjuangan dengan penuh pengorbanan.

“Ini suatu bukti bahwa kemerdekaan itu harus kita syukuri dan kita pertahankan. Oleh sebab itulah saat ini kita mau tidak mau dengan situasi yang ada, pada situasi dunia terlalu banyak berita-berita tak benar atau hoax dan menyudutkan umat Islam, kita harus menyatukan persepsi. Bahwa perjuangan ini adalah berkat perjuangan kita semua,” katanya.

Pembaca surah yasin malam itu dipandu oleh Ustad Jarkasih, tahlil oleh Ustad Hasim Hasari dan doa dipimpin oleh Ustad Suhaimi.

(AJ/AJ)
  1. RELIGIUS
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA