1. KUTAI TIMUR
  2. KOMUNITAS

2081 murid TK ikuti praktik ritual haji di masjid Agung

"Menjadikan keimanan tambah kuat. Ibarat batu yang digores, membekas dan tidak mudah pudar," kata Yuli.

Ribuan murid TK di kota Sangatta ketika mengikuti ritual haji di halaman samping masjid Agung, Sangatta Utara, Kutai Timur. ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Kamis, 07 September 2017 11:39

Merdeka.com, Kutai Timur - Suasana di halaman belakang masjid Agung, kawasan Bukit Pelangi, Sangatta Utara, kabupaten Kutai Timur pada Rabu (6/9) kemarin tampak berbeda dari biasanya. Ribuan anak usia belia dengan mengenakan pakaian putih-putih berbaris dan mengelilingi replika Ka’bah yang ada di sana.

Kegiatan itu merupakan salah satu upaya mengenalkan ibadah haji kepada murid Taman Tanak-kanak sejak dini. Sejak pukul 08.00, orangtua serta guru TK sebagai pendamping serta anaknya sudah berkumpul di halaman masjid Agung. Suasana semakin ramai, ketika prosesi pengenalan ritual haji dimulai di halaman samping masjid.

Di permulaan nampak para pendamping membariskan siswa siswi TK lengkap berpakaian ihram. Anak-anak terlihat gembira dan bersemangat saat melaksanakan sejumlah rangkaian ibadah haji yang disimulasikan tersebut.
Mengenakan ihram, mengambil miqod (batas dimulainya ibadah haji), mabit atau bermalam di Mina dan berangkat ke Arafah dan mabit atau bermalam di Muzdalifah. Melempar jumroh Aqodah, tahalul atau mencukur rambut, menyembelih kurban, tawaf, sa’i, hingga tawaf wada’ atau tawaf perpisahan.

Kegiatan ritual haji cilik ini sudah dilakukan beberapa kali, bahkan menjadi agenda setiap tahun. Pada tahun 2017 ini, jumlahnya 2.081 siswa yang ikut melaksanakan ritual haji cilik di masjid Agung. Melibatkan 258 pendamping yang terdiri dari guru dan komite. Kegiatan ini merupakan kerjasama Pemkab Kutim dalam hal ini Dinas Pendidikan dengan
Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI).

Pada kesempatan itu, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Kabupaten Ir H Yulianti mengatakan, kegiatan keagamaan yang dilakukan sejak dini sangat bermanfaat untuk mensyiarkan syariat Islam. Selain itu juga bisa membantu membentuk karakter bagi anak-anak.

"Menjadikan keimanan tambah kuat. Ibarat batu yang digores, membekas dan tidak mudah pudar," kata Yuli, sapaan akrab Yulianti saat membuka acara tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Akhmadi Baharuddin menjelaskan, pengenalan ibadah haji kali ini merupakan kegiatan pembelajaran kontekstual untuk anak didik TK dan merupakan kegiatan rutin tahunan yang diharapkan menjadi dasar pembelajaran Islam.

"Kegiatan ini menjadi pondasi bagi anak dalam menetapkan perilaku yang baik sesuai dengan tuntunan agama," jelas mantan Kadisbun Kutim ini.

Pada kesempatan yang sama, bunda PAUD Kutim Encek UR Firgasih berterima kasih kepada guru dalam memberikan pendidikan Islam. Melalui pendidikan usia dini ini tentunya dapat membentuk sikap, karakter, prilaku anak soleh yang penuh kasih sayang, menghormati orang tua dan guru.

"Penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada stakeholder dan guru atas sumbangsih tenaga, pikiran dan waktu untuk anak didiknya,” kata Wakil Ketua DPRD Kutim ini.

Ketua Panitia Manasik Haji Cilik Sri Yulianti menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Kutim dan Dinas Pendidikan karena telah mendukung serta menfasilitasi kegiatan dimaksud. Termasuk PT Kaltim Prima Coal (KPC) atas peran sertanya dalam menyukseskan kegiatan manasik.

“Semoga kegiatan ini dapat rutin terselenggara. Kami berharap ditahun mendatang kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi kegiatan rutin," kata Sri yang juga Wakil Ketua IGTKI Kutim ini.


(AJ/AJ)
  1. RELIGIUS
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA