1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Meski banjir, pelaksanaan UN SMP di pedalaman Kutim berjalan lancar

“Dari jumlah penyelenggara ujian sebanyak 89 sekolah, hanya 4 sekolah yang melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK),” kata Untiastuti

Para pelajar SMP yang mengikuti Ujian Nasional dengan berbasis komputer di ibukota kabuaten Kutim berjalan lancar. ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Senin, 08 Mei 2017 22:32

Merdeka.com, Kutai Timur - Ketika pelaksanaan ujian nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP)/MTs se-Kutim di sebagian daerah ditimpa musibah banjir, namun kegiatan itu berjalan lancar. 89 sekolah se-Kutim yang melaksanakan UN diikuti 4.861 pelajar, terdiri 2.487 siswa dan 2.377 siswi.

“Dari jumlah penyelenggara ujian sebanyak 89 sekolah, hanya 4 sekolah yang melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Sisanya dengan ujian nasional kertas dan pensil (UNKP), meski tetap menggunakan lembar jawaban komputer (LJK),” kata Kepala Disdik melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Tri Untiastuti, belum lama ini.

Dijelaskan, keempat sekolah yang menggelar UNBK itu adalah, SMPN1, SMPN 2, SMPN 3 dan SMP YPPSB, semua berada di Kecamatan Sangatta Utara.  Alhamdulillah pelaksanaan ujian baik UNBK maupun UNKP 100 persen berjalan lancar sesuai jadwal.

Jumlah siswa yang mengikuti UNBK yakni 827 dan UNKP sebanyak 4.037 siswa. Jadwal UN SMP/MTs yakni Selasa (2/5) untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Rabu (3/5) Matematika, Kamis (4/5) Bahasa Inggris. Sedangkan Senin (8/5) dilaksanakan UN dengan mata pelajaran IPA. Peserta UNBK sudah mulai memasuki ruangan ujian sejak pukul 08.00 wita. UNBK dibuat tiga sesi karena keterbatasan komputer, sehingga siswa harus bergiliran.
Sedangkan peserta UNKP mulai ujian sejak pukul 10.30-12.30 wita.

Unti, sapaan akrab Tri Untiastuti bersyukur semua berjalan tanpa kendala yang berarti. Meski terjadi sedikit kendala terjadinya banjir karena faktor alam di wilayah pedalaman, namun hal tersebut tak sampai mengganggu jalannya UN. Hanya saja, LJK hasil UNKP mesti sedikit bersusah payah saat didistribusikan dan saat nanti dikirimkan ke pihak provinsi. Namun Disdik Provinsi Kaltim memberi toleransi LJK wilayah yang terkendala boleh dikirimkan selesai UN, yakni Senin (8/5). Sementara untuk daerah yang tanpa kendala, pengiriman LJK sudah dilakukan sejak Jumat (5/5) lalu.

“Untuk wilayah (Kecamatan) Muara Bengkal, Muara Ancalong, Long Mesangat, Batu Ampar dan Busang (wilayah yang terdampak banjir), akan langsung dibawa ke Samarinda oleh Ketua Sub Rayon. Kami akan menunggu mereka di Samarinda. Kenapa demikian? Sebab lebih dekat langsung ke Samarinda (melalui Kutai Kertanegara), kalau dibawa ke Sangatta terlebih dahulu, itu artinya malah muter-muter,” jelasnya.

Sebelumnya, kata Unti, soal UN yang masih bersegel dikirim melalui Pos dengan pengawalan ketat dari petugas yang berwajib dalam hal ini melibatkan Polisi, pada 26 April 2017. Terakhir Unti yang merupakan guru Wakil Ketua MPR RI Mahyudin, Ketua DPRD Kutim Mahyunadi dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang ini berharap seluruh masyarakat turut mendoakan agar seluruh rangkaian ujian berjalan lancar dan semua siswa peserta UN meraih hasil maksimal serta angka kelulusan yang baik.

(AJ/AJ)
  1. Pendidikan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA