1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Investor Ceko tawarkan pembangkit listrik ramah lingkungan di Kutim

”Saya mengapresiasi dan antusias untuk menerima tawaran mereka (investor). Mudah-mudahan kerjasama ini bisa dilanjutkan,” ujar Ismunandar.

Investor dari Ceko, ketika bertemu bupati Ismunandar sebelum menyampaikan presentasi mengenai penawaran pembangkit listrik yang ramah lingkungan di Kutim. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Minggu, 02 Oktober 2016 07:54

Merdeka.com, Kutai Timur - Hingga saat ini Kutai Timur (Kutim) masih kekurangan daya listrik yang cukup besar, bukan hanya di perkotaan seperti Sangatta tetapi juga di beberapa kecamatan. Peluang dan kesempatan  ini coba dimanfaatkan oleh beberapa investor untuk menawarkan kerjasama kelistrikan dengan Pemkab Kutim.

Salah satu diantaranya adalah KPRIA investor dari Republik Czech(Ceko) yang baru-baru ini hadir menawarkan konsep dan produknya ke Pemkab Kutim. Mereka menyampaikan presentasi di hadapan Bupati Ismunadar, Wakil Bupati Kasmidi Bulang dan beberapa pejabat Kutim lainnya di ruang Tempudau, Rabu (28/9) lalu.

PLN sebagai pemegang hak lisensi kelistrikan di Indonesia memang belum sanggup memenuhi kebutuhan listrik di Kutim karena keterbatasan daya. Itulah banyak investor mencoba peluang kerjasama dengan kita (Pemkab Kutim). ”Saya mengapresiasi dan antusias untuk menerima tawaran mereka (investor). Sudah banyak yang datang untuk presentasi, tetapi kita lihat bagaimana proses selanjutanya. Mudah-mudahan kerjasama ini bisa dilanjutkan,” ujar Ismunandar.

Bupati Ismunandar mencoba menawarkan apakah KPRIA bisa membuat pembangkit skala kecil seperti  0,5 MW dan “mobile” untuk kawasan pemukiman di kampung-kampung. Karena Kutai timur fokus untuk kebutuhan listrik masyarakat di pedesaan, dan jawaban mereka sanggup menyediakan. Ini tentu tawaran yang menarik dan solusi kebutuhan listrik pedesaan, di Kutim ke depan.

Dari presentasi disampaikan, KPRIA menawarkan teknologi dengan sistem modular power plant, 2 MW - 100 MW yang ramah lingkungan, memenuhi standar emisi karbon euro EU-2030 dan protokol Kyoto (standar dunia untuk lingkungan). “Pembangunannya kurang dari 10 bulan, dengan beragam macam bahan bakar yang bisa digunakan seperti solar, premium, batubara, biomassa dan limbah sawit yang melimpah di Kutim,” kata Ismu, panggilan akrab mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutim ini.


(AJ/AJ)
  1. Infrastruktur
  2. Info Kutai Timur
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA