1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Bupati berjanji kebutuhan listrik warga desa diupayakan ditingkatkan

“Kami (Pemkab Kutim) sudah pernah berkoordinasi ke PLN di Balikpapan, kata Ismunandar.

Bupati Kutim ismunandar ketika meninjau mesin genset listrik di kecamatan Batu Ampar, saat melakukan kunjungan kerja ke sana didampingi sejumlah Kepala SKPD. ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Jum'at, 15 September 2017 12:21

Merdeka.com, Kutai Timur - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang terus melakukan upaya-upaya konkrit demi memenuhi kebutuhan listrik di wilayahnya. Selain mengundang investor untuk berinvestasi kelistrikan di daerah ini, Bupati dan Wabup juga kerap berkoordinasi dengan PT PLN sebagai penanggung jawab pengadaan dan distribusi listrik di Indonesia.

“Kami (Pemkab Kutim) sudah melakukan berkoordinasi ke PLN di Balikpapan. Mereka berjanji untuk bisa memenuhi kebutuhan listrik di Kutim, khususnya (Ibukota) Sangatta. Sampai saat ini masih sering mati lampu (listrik),” kata Ismu, saat menghadiri pembukaan perkemahan Cinta Alam Indonesia, di Sangatta Utara belum lama ini.

Dari pertemuan dimaksud, lanjut Ismu, ada sekitar 7 Megawatt yang nantinya bisa didistribusikan ke Sangatta. Tetapi dengan catatan pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) untuk mendistribusikan listrik ke Kutim yang melintas Taman Nasional Kutai (TNK) atau lokasi lainnya bisa diperlancar. Bukan malah menghambatnya dengan persoalan ganti rugi lahan.

“Ada (sekitar) 7 Megawatt. Pusat Perkantoran Pemkab Kutim Bukit Pelangi tidak usah diurus. Listrik yang mengalir dari PLN nantinya khusus untuk masyarakat Sangatta,” tegas Bupati yang langsung disambut tepuk tangan meriah ratusan masyarakat.

Tidak hanya itu, untuk kesejahteraan masyarakat, Ismu juga berjanji akan meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur jalan. Jika sebelumnya pembangunan dilaksanakan dengan metode proyek lelang satu tahunan, maka untuk selanjutnya dia memilih untuk melaksanakan proyek multiyears atau tahun jamak. Sehingga kualitas infrastruktur jalan yang dihasilkan lebih baik dan bertahan lama.

“Kalau bisa semua, pembangunan jalan multiyears. Jadi jalan-jalan semuanya bagus, jangan ada lagi jalan yang sebulan jadi sudah terlihat kerangka  besinya,” sebut mantan Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretaris Kabupaten ini.


(AJ/AJ)
  1. Infrastruktur
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA