1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Keuangan, listrik dan air bersih jadi bahasan di coffe morning

“Kita hadir di Musrenbangcam ini, menandakan bahwa kita sudah mendengar langsung apa yang menjadi prioritas kebutuhan masyarakat,” kata Ismunanda

Asisten Administrasi Keuangan melaporkan tentang hasil rapat koordinasi dari pusat dalam Coffe morning Senin (27/1). ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Selasa, 28 Februari 2017 12:33

Merdeka.com, Kutai Timur - Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) kecamatan yang baru saja digelar minggu lalu memberikan banyak masukan yang signifikan bagi pelaksanaan pembangunan di Kutai Timur (Kutim) 2018 mendatang. Sebagian besar mengusulkan prioritas pembangunan dan perbaikan infrastruktur, pengadaan sarana air bersih, listrik dan bantuan alat pertanian.

“Terima kasih  kepada semua Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) yang sudah ikut Musrenbang kecamatan. Dengan hadirnya kita di Musrenbang kecamatan, menandakan bahwa kita sudah mendengar dan melihat secara langsung apa yang menjadi prioritas kebutuhan masyarakat di tiap desa dan kecamatan,” tegas Bupati Ismunandar saat memimpin rapat koordinasi coffee morning lingkungan Pemkab Kutim di Ruang Meranti, Senin ( 27/2).

Menurutnya hal itu menjadi masukan yang sangat berarti bagi Pemkab Kutim dalam menyusun program pembangunan. Sehingga dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat dengan tepat sasaran.

Selanjutnya dalam rapat koordinasi tersebut Asisten Administrasi Umum Sekretaris Kabupaten Yulianti melaporkan hasil pertemuannya dengan Kementerian Keuangan RI. Dia menjelaskan kepada peserta rapat bahwa pemerintah pusat akan mengucurkan Dana Desa dan Dana Bagi Hasil untuk triwulan pertama 2017 sebesar 60 persen.

“Dengan syarat bahwa laporan administrasi dan keuangan untuk triwulan pertama tahun 2016 sudah rampung. Pemerintah pusat terus mendesak agar ‘cashflow’ dan laporan harus segera diselesaikan dengan baik dan tepat waktu,” kata Yuli, sapaan akrab mantan Kepala Dispenda Kutim ini.

Sebab jika terjadi keterlambatan laporan administrasi dan keuangannya,  sambungnya, pemerintah pusat akan menunda penyaluran kedua dana tersebut. Paling tidak minimal 50 persen laporannya sudah beres. Ia juga menjelaskan bahwa Dana Desa, setiap desa, itu berbeda-beda besarannya. Tergantung dari luas wilayah, jumlah penduduk dan potensi desa.

Selain Dana Desa dan Dana Bagi Hasil, rapat koordinasi juga membahas pembagunan sarana air bersih di tiap kecamatan yang menjadi prioritas kebutuhan masyarakat saat Musrenbang kecamatan. PDAM Kutim dalam 2017 ini akan membangun Water Treatment Plant (WTP) di Kecamatan Muara Wahau dengan kapasitas 50 liter per detik.

“Secara bertahap kebutuhan masyarakat kita akan dipenuhi. Pertama di Muara Wahau WTP dengan kapasitas 50 liter per detik, kemudian tahun 2018 di Kecamatan Kongbeng berkapasitas 20 per detik,” jelas Direktur PDAM Tirta Tuah Benua Kutim, Aji Mirni Mawarni.

Selanjutnya ditambahkan olehnya, untuk beberapa kecamatan lainnya, Wawarni mengaku masih terkendala dengan jaringan distribusinya. Sebab biayanya cukup besar, jadi memang harus ada skala prioritas. Untuk kecamatan Sangatta Utara dan Selatan baru terlayani 62 persen. Targetnya 90 persen. Sedangkan Sangatta Utara biaya jaringan distribusi yang dibutuhkan sebesar Rp 90 miliar, Sangatta Selatan Rp 32 miliar.

Bahasan berikutnya yakni terkait persiapan Porprov Kaltim 2018, progress pengoperasian Bandara Sangkima, Karya Bakti Dinas Pekerjaan Umum, Persiapan Pelaksanaan MTQ  Kabupaten pada Maret mendatang, pemantapan pengoperasian Pelabuhan Sangatta Mei nanti. Tak hanya itu, Bupati juga meminta kepada OPD terkait untuk mematangkan beberapa rencana pembuatan Peraturan Daerah (Perda) seperti Perda Pariwisata, Kawasan Tanpa Rokok, Depo Air Minum, CSR dan Perda Pelayanan Publik. Rapat koordinasi ini turut dihadiri Wakil Bupati Kasmidi Bulang, Sekertaris Kabupaten (Seskab) Irawansyah, Para Asisten, Staf Ahli dan pimpinan OPD serta undangan lainnya.

(AJ/AJ)
  1. Pemerintahan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA