1. KUTAI TIMUR
  2. IKLAN BARIS

Giliran pelajar di kecamatan Batam direkrut jadi jumantik cilik

“Kita ingin kader Jumantik kecil ini bisa membantu sosialisasi mengenai pencegahan sejak dini,” kata Bahrani.

Kegiatan sosialisasi pencegahan penyakit demam berdarah dari Dinas Kesehatan kepada kalangan pelajar di kecamatan Batu Ampar. ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Rabu, 11 Oktober 2017 10:35

Merdeka.com, Kutai Timur - Sebagai upaya mencegah menyebarnya penyakit demam berdarah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim gencar melakukan sosialisasi pencegahan dan merekrut jumantik cili di kalangan pelajar. Setelah beberapa kecamatan direkrut, kini giliran di kecamatan Batu Ampar (Batam) sebagai pelajar juga direkrutnya.

Menurut Kadinkes Kutim dr Bahrani, pembentukan kader jumantik kecil di kecamatan ini sangat penting. Pihaknya ingin, sejak dini anak-anak sudah mengetahui jenis penyakit demam berdarah dan bagaimana mencegahnya. Sehingga di tengah masyarakat akan terbentengi dengan baik masalah penyebaran penyakit tersebut.

“Kita ingin kader Jumantik kecil ini bisa membantu sosialisasi mengenai pencegahan sejak dini. Sehingga kasus-kasus demam berdarah bisa dikurangi di semua lini dan daerah,” kata Bahrani, ketika membuka acara tersebut di kecamatan Batu Ampar.

Selain itu, katanya, kegiatan ini untuk meberikan pelatihan  sejak dini kepada para pelajar agar bisa lebih tau tentang  jentik nyamuk Aedes Aegypti yang bisa menyebabkan penyebaran penyakit DBD. Yang hadir dan menjadi kader diharapkan bisa menjadi pelopor bagi rekan-rekannya yang lain.

Dijelaskan olehnya ciri-ciri Aedes Aegypti badan kecil, warna hitam dengan bintik-bintik putih, hidup di dalam dan di sekitar rumah menggigit atau menghisap darah pada siang hari, senang hinggap pada pakaian yang bergantungan dalam kamar, bersarang dan bertelur di genangan air jernih di dalam dan di sekitar rumah bukan di got atau comberan dan untuk di dalam rumah berkembang di bak mandi, tempayan, vas bungan, tempat minum burung, perangkap semut dan lain-lain.

“Mengapa kita menyasar kepada anak-anak sekolah, karena selain sebarannya luas, seluruh penduduk atau di setiap lingkungan pasti  ada anak sekolah. Mereka ini (pelajar) sejak dini memiliki prilaku hidup sehat, sehingga  mengerti dan bisa menjaga kebersihan. Salah satunya tidak membuang sampah sembarangan, karena bisa menyebabkan terbentuknya sarang-sarang nyamuk baru,” kata mantan Direktur Rumah Sakit Kudungga ini.

Kepala Seksi P2PM Dines Kutim Ahsan Zainuddin mengatakan, pihaknya  sudah melakukan kegiatan sosialisasi di UPT Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Batu Ampar serta di Puskesmas Batu Ampar. Sebelumnya, kegiatan serupa juga dilaksanakan di sejumlah kecamatan lain, seperti Kaubun, Kaliorang dan Sangkulirang. Direncanakan seluruh kecamatan akan didatangi untuk mensosialisasikan masalah ini bagi kalangan pelajar.

(AJ/AJ)
  1. Kesehatan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA