1. KUTAI TIMUR
  2. SENI BUDAYA

Seni sandiwara Mamanda mengudara di RPD dan sosialisi program OPD

“Kita ingin Mamanda kembali ‘membumi’ di masyarakat, sehingga ditampilkan di radio, sekaligus bantu sosialisasi program OPD,” kata Padliansyah.

Seni tradisonal Mamanda yang tampil di RPD bersama Kadis Kebudayaan Iman Hidayat, untuk membumikan seni mamanda tersebut ke depan. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Jum'at, 09 Juni 2017 13:24

Merdeka.com, Kutai Timur - Masyarakat di era modern sekarang ini, sudah jarang penampilan seni sandiwara tradisional ‘mengudara’ di radio atau media elektronik lainnya. Namun di Kutim, bakal dimunculkan setiap pekan, guna menarik minat generasi muda belajar seni tradisional dan bertujuan agar tidak punah ke depannya.

Peluang seperti itu dimanfaatkan Odah Seni Betuah Kutim untuk menjalin kerjasama dengan Radio Pemerintah Daerah (RPD) Kutim menampilkan seni sandiwara Mamanda secara live setiap pekan pada hari Kamis. “Kita ingin sandiwara tradisional Mamanda ini membumi di masyarakat, sehingga kita tampilkan di radio,” kata Padliansyah, selaku pimpinan Odah Seni Betuah Kutim.

Untuk mengawalinya, Rabu Kamis (8/6) kemarin, merupakan penampilan perdana seni Sandiwara Mamanda di RPD. Menurut Padli, sandiwara Mamanda tak hanya tampil di atas panggung dan ditonton masyarakat, namun juga bisa didengarkan saja suaranya melalui radio.

Pihaknya menjalin kerjasama dengan RPD Kutim memprakarsai penampilan sandima secara on air. Siaran langsung di frekuensi 99,4 FM ini dilaksanakan Kamis (8/6) kemarin sejak pukul 09.00-11.30 Wita, di Kantor Siaran RPD Kutim, Jalan Sulawesi Sangatta. Grup mamanda ini menghadirkan bintang tamu Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kutim Iman Hidayat, untuk membahas sinergi seni dan budaya untuk mensukseskan Gerbang Desa Madu (Gerakan Pembangunan desa Mandiri dan Terpadu).

“Pentas RPD Kutim ini yang pertama dilaksanakan dalam rangka memperkenalkan seni budaya mamanda kepada masyarakat melalui radio. Sekaligus sebagai upaya untuk mensosialisasikan program pemerintah melalui OPD-nya (organisasi perangkat daerah) masing-masing,” kata Padliansyah.

Sandiwara mamanda di radio ini menurut Padli, sapaan Padliansyah, agak unik. Karena selain pendengar dapat menikmati cerita dan musik khas Mamanda, juga akan mendengar sosialisasi tentang program Dinas Kebudayaan. Pertunjukan  Mamanda di radio ini rencananya akan rutin disiarkan setiap Kamis dengan nara sumber yang berbeda. Tema setiap pertunjukan dapat disesuaikan dengan OPD atau lembaga apa yang akan memperkenalkan program kerjanya. Untuk itu OPD diimbau untuk menyampaikan program kerjanya melalui RPD dengan seni mamanda.

“Atas dukungan Pemkab Kutim melalui promosi Bagian Humas dan Protokol serta RPD Kutim, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak H Ismunandar selaku Bupati dan juga Ketua Dewan Kesenian Daerah Kutai Timur, yang telah memberikan kesempatan kepada Odah Seni Betuah Kutai Timur. Berpartisipasi dalam rangka melestarikan seni budaya daerah ini,” sebut Padli.

Pada kesempatan on air pertama ini, Kepala Disbud Iman Hidayat banyak menjelaskan visi dan misi OPD yang dipimpinnya. Hingga arah kebijakan serta strategi membangun serta melestarikan kebudayaan didaerah ini.

Penampilan pertama Mamanda tersebut, menampilkan personel seperti Rusman Hidayat sebagai penulis naskah sekaligus berperan sebagai Baginda Sultan, Padliansyah selaku sutradara, pimpinan produksi marangkap peran sebagai Perdana Menteri. Andi Budiman dan Kasmin sebagai pemusik dan memerankan Harapan. Sementara Wira Wahyudi selain memainkan musik juga memerankan Panglima Perang serta Ibdu sebagai Hadam.



(AJ/AJ)
  1. Seni dan Budaya
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA