1. KUTAI TIMUR
  2. PROFIL

Meski pemalu, Srikandi cilik Tabina miliki prestasi olahraga memanah

“Saya ingin menjadi pemanah (atlet panahan) internasional,” kata Tabina.

Tabina saat berlatih memanah di Sangatta dan kini telah memiliki sejumlah prestasi, meski remaja ini dikenal pemalu. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Selasa, 05 September 2017 14:47

Merdeka.com, Kutai Timur - Dalam Islam olaharaga panahan, merupakan olahraga yang bernilai Ibadah. Bahkan olahraga ini dikenal sebagai sunnah Rasul, selain berenang dan berkuda. Di era modern seperti sekarang ini, memanah sudah bermetamorfosis menjadi olahraga prestasi. Tak hanya bagi laki-laki namun juga perempuan.

Bagi masyarakat yang tertarik dengan dunia olahraga, tentu sudah tidak asing lagi dengan panahan, sebab olahraga ini sudah mendunia. Di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) saat ini sudah banyak pemanah berprestasi. Salah seorang diantaranya adalah Tabina Noor Rumondang Siburian. Remaja manis berjilbab yang akrab disapa Tabina ini dikenal sudah sering menorehkan prestasi di cabang olahraga (cabor) panahan. Koleksi juara pun sudah cukup banyak bertengger di lemari trophy di rumahnya.

Tabina yang lahir di Balikpapan, 5 Desember 2005 ini sudah melewati lumayan banyak pengalaman bertanding. Bonusnya, dia berhasil menjadi juara di beberapa kejuaraan panahan. Contohnya saat mengikuti PORSSIQU JSIT Kaltim 2017 berhasil menjadi juara 2 Beregu Putri, di PORSSIQU JSIT Nasional 2017 sukses jadi juara 1 Beregu Putri.

Tergabung bersama Mas Archery Club (MAC) Kutai Timur (Kutim), bersama rekannya, Tabina yang saat ini masih duduk di kelas IV SDIT Daarussalaam Sangatta Utara menjelma menjadi “Srikandi Cilik” dan juga sukses di Kukar Open Archery Championship 2017. Dengan menggondol juara 2 Kualifikasi SD Pemula 2 Standar Bow Putri, juara 1 Olympic Round Pemula 2 Standar Bow Putri.

Berikutnya pemanah cilik yang merupakan anak pertama dari 3 bersaudara pasangan Ronny Bonar H Siburian SE dan Hj Nurrahmi Asmalia SE MM inipun sukses pada event Kaltim Traditional Archery Open 2017. Dengan merebut juara 2 Women National Division/Standard Bow Elementary School Qualification15 M, juara 1 Women Elementary School Olympic Round 15 M, serta juara 3 Mix team Elementary School 15 M.

Untuk mengasah bakat memanahnya, Tabina biasa rutin mengikuti latihan di arena latihan MAC Kutim, di lahan bagian belakang Hotel Royal Victoria, Sangatta Utara. Karena yakin dengan bakat dan kemampuannya di cabor panahan, Tabina tanpa ragu mengatakan cita-citanya untuk menjadi seorang pemanah professional.

“Saya ingin menjadi pemanah (atlet panahan) internasional,” sebut Tabina yang oleh teman-teman sebayanya dikenal pemalu.

Kepada media ini, Tabina sedikit menceritakan alasan kenapa ia sangat mencintai olahraga memanah. Selain karena menjadi anjuran Rasulullah Muhammad SAW, memanah juga bagus untuk melatih ketenangan. Dapat elatih fokus siapapun, apalagi dalam panahan selalu ada target yang harus dibidik. Dari sinilah secara langsung melatih seseorang untuk membangun fokus dan konsentrasinya. Menurut dia panahan juga dapat menimbulkan keberanian. Kondisi ini terlihat saat menganalisis arah angin hingga melepaskan anak panah.

“Sebab seorang pemanah harus berani mengambil keputusan yang terbaik untuk dirinya,” jelas Tabina, kakak dari Julian Noor Raasyid H Siburian dan Zafeera Noor Rahma R Siburian.

Panahan juga mampu mengasah mental pemenang. Alasannya, saat proses memanah seseorang selalu memiliki titik target. Dari hal ini, mental tersebut terbentuk untuk berusaha menjadi seorang pemenang. Berikutnya melatih kebugaran, melatih kemampuan motoric, membantu mengendalikan emosi hingga melatih konsentrasi serta menumbuhkan kepercayaan diri.

(AJ/AJ)
  1. Olahraga
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA