1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Dinkes bakal terapkan aplikasi SIKDA guna permudah sistem pelaporan Puskesmas

“Meski jaringan kurang, intinya seluruh Kecamatan di Kutim sudah bisa terjangkau sinyal telepon seluler sehingga lebih mudah,” kata Bahrani.

Kegiatan workshop untuk menerapkan aplikasi teknologi informasi tingkat Puskesmas yang dipusatkan di Dinas Kesehatan. ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Senin, 23 Oktober 2017 08:28

Merdeka.com, Kutai Timur - Guna memudahkan pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim menjalin kerjasama dengan Dinkes Kota Samarida, melakukan sosialisasi tentang System Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA). Kegiatan ini diikuti seluruh petugas Puskesmas se-Kutim belum lama ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani mengatakan, aplikasi SIKDA ini akan memudahkan dalam pengumpulan dan pengolahan data difasilitasi pelayanan kesehatan, khususnya Puskesmas. Dijelaskan, system ini sebagai sarana untuk mengumpulkan data hasil kegiatan Puskesmas dalam rangka mendukung indikator rencana strategis Dinkes Kutim tahun 2016-2021.

“Kita ingin sofwer system ini bisa membantu Puskesmas dalam hal pelaporan dengan melengkapi kendala-kendala yang ada. Seperti masih kurangnya jaringan di daerah, tapi intinya seluruh Kecamatan di Kutim sudah bisa terjangkau sinyal telepon seluler,” kata Bahrani.

Pihaknya akan menjalin kerjasama dengan pihak Telkom atau provider, agar pelayanan aplikasi di tingkat kecamatan bisa lebih lancar dan mudah. Sehingga jaringan yang semula kurang baik bisa ditingkatkan lagi di masa mendatang, dengan demikian petugas juga tak mengalami kesulitan.

Dijelaskan, system informasi kesehatan ini sangat dibutuhkan untuk menyusun kebijakan-kebijakan  yang  diperlukan untuk tiap-tiap daerah. dengan data yang valid dan akurat, akan tercipta program yang baik pula di masa mendatang.

Bahrani juga berharap melalui kerjasama ini akan dihasilkan SIKDA yang merupakan peningkatan dari program SP2TP yang mampu mengcover proses pelaporan di tingkat Puskesmas. Antara lain meliputi data komunikasi data (Komdat), kunjungan Primary Care (PCare) BPJS, data cakupan SPM hingga data profil kesehatan. Sehingga bisa mengurangi duplikasi data, yang merupkan salah satu permasalahan yang dihadapi Kabupaten Kutim selama ini.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kutim Siti Fatimah mengatakan, kegiatan ini mendatangkan nara sumber dari Kota Samarinda. Sehingga Kutim bisa mencontoh aplikasi SIKDA yang sudah dilaksanakan Kota Samarinda selama ini.

“Aplikasi ini untuk memudahkan system pelaporan dan pencatatan di Puskesmas yang ada di semua Kecamatan yang ada di Kabupaten kutim, terkait juga dengan kerjasama BPJS,” kata Fatimah.

Ketua panitia pelaksana Ibrahim Noor mengatakan, tujuan umum workshop ini untuk mensosialisasikan SIKDA sebagai peningkatan dari SP2TP di Puskesmas. Sedangkan tujuan khusus mensosialisasikan kebijakan pengembangan system informasi kesehatan (SIK) di Puskesmas. Selain itu guna menambah pengetahuan petugas SIK, menghimpun data kesehatan dari Puskesmas, mengidentifikasi permasalahan dan mendapatkan masukan dalam penyelenggaraan SIK di Puskesmas.

Kepala Bidang pencegahan penyakit Dinkes Kota Samarinda dr Ismed Kusasih yang sekaligus menjadi ara sumber menjelaskan, system informasi kesehatan daerah yang berbasis IT memang tidak dapat di hindarkan.  “Semua ini  merupakan bagian terpadu dari e-government yang dingin capai pemerintah,” kata Ismed.

Dikatakan, system e-goverenment untuk menyajikan system secara cepat, efisien dan efektif. Dengan keterpaduan antara teknologi informasi dan komunikasi diharapkan system informasi kesehatan daerah dapat menyumbang bagian aplikasi smart city baik di kota maupun Kabupaten.

Pihaknya berharap, system ini bisa dikembangkan di Kutim ke depan. Untuk itu diperlukan inovasi di bidang informasi teknologi khususnya informasi kesehatan.

Mengenai pengunaannya tidak usah kawatir karena hampir semua Kecamatan sudah menggunakan smart phone. Hanya daerah-daerah tertentu saja yang masih kurang jaringannya. “Sistem aplikasi SIKDA ini sudah dapat menggunakan smart phone sehinga android akan memudahkan dalam pemanfaatan system ini,” jelas Ismed.
 

(AJ/AJ)
  1. Pemerintahan
  2. Kesehatan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA