1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Wabup : Kebebasan pers terkadang salah kaprah dan kebablasan

“Dengan begitu kita bisa paham, dengan apa yang harus kita perbuat sebagai seorang jurnalis,” kata Kasmidi.

Wabup Kasmidi Bulang bersama sejumlah pejabat dan peserta pelatihan jurnalistik radio. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Rabu, 05 Oktober 2016 07:35

Merdeka.com, Kutai Timur - Demi meningkatkan kualitas dan teknik penyajian berita yang baik, UPT RPD Kutim (Unit Pelaksana Teknis-Radio Pemerintah Daerah-Kutai Timur) Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dihub Kominfo) menyelenggarakan pelatihan jurnalistik radio. Kegiatan pelatihan yang mengambil tema "Aksi Perubahan Kutai Timur Menyapa" ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kasmidi Bulang, di Ruang Tempudau, Kantor Bupati, Selasa (4/10) pagi.

Wabup Kasmidi Bulang atas nama Pemkab mengapresiasi kegiatan pelatihan jurnalistik radio yang diselenggarakan oleh RPD Kutim ini. Terlebih di dalamnya dirangkai dengan kegiatan diskusi, sehingga bisa membahas masalah perkembangan informasi di Kutim maupun yang aktual di negeri ini.

“Dengan begitu kita bisa paham, dengan apa yang harus kita perbuat sebagai seorang jurnalis. Karena tidak bisa dipungkiri dengan adanya kebebasan pers kadang-kadang orang (bisa) salah kaprah dan kebablasan sesuka-sukanya membuat satu berita atau informasi, yang cenderung provokatif,” jelas Wabup.

Hal itu yang menurut Kasmidi perlu disadari bersama, bahwa sesungguhnya kebebasan itu ada batasannya. Yaitu etika dalam membuat berita dan etika dalam menyampaikan informasi. Sebagai wadah saling berbagi setelah pelatihan dimaksud, Kasmidi menyarankan agar pihak panitia menyelenggarakan “coffee morning” untuk para jurnalis. Sehingga, informasi yang disiarkan atau dipublikasikan ke masyarakat tidak simpang siur dan seragam.

Pada kesempatan itu, Wabup berharap, seluruh jurnalis radio maupun pewarta berita lainnya dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan di daerah ini. Caranya bisa dengan berpartisipasi menyebarluaskan informasi kemajuan program pembangunan yang akan, baru atau telah dilaksanakan oleh Pemkab Kutim, yang mungkin saja tidak diketahui masyarakat.

“Artinya kemajuan-kemajuan pembangunan dan hal positif yang telah dilakukan oleh pemerintah, perusahaan dan stakeholder perlu diinformasikan kepada masyarakat. Sehingga tercipta suatu informasi yang membanggakan bagi kita. Tetapi di sisi lain juga harus ada kritik dan saran sepanjang ada solusi," harapnya.

Kepala UPT RPD Kutim Agus Purnama menjelaskan, peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 60 peserta. Diselenggarakan bekerjasama dengan Radio Republik Indonesia (RRI), PT Kaltim Prima Coal (KPC), DPD KNPI Kutim, Bank Rakyat Indonesia (BRI). Menghadirkan pembicara yakni jurnalis radio, Buang Supeno dari RRI Samarinda.

“Peserta mendapatkan materi teknik reportase berita radio dari Supriati yaitu Kasi Liputan Berita Ulasan dan Dokumentasi LPP RRI Samarinda,” sebut Agus.

Dijelaskan, aksi perubahan Kutim Menyapa adalah refleksi dari tugas dan fungsi UPT RPD Kutim dalam menyebarluaskan informasi publik mengenai pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. Agus berharap hasilnya kelak RPD Kutim dapat menyebarluaskan informasi maupun berita baik secara kuantitas dan kualitasnya lebih meningkat. Dibarengi teknik penyajian berita yang baik.

Pada acara pembukaan itu, hadir juga Wawan Setiawan dari GM ESDM PT KPC, Sekretaris DPD KNPI Kutim Bakri Hadi, wartawan dan aktivis lingkungan Yustinus, unsur TNI dan Polri, serta perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Pelatihan jurnalistik akan berlangsung hingga 6 Oktober 2016 nanti.

(AJ/AJ)
  1. Info Kutai Timur
  2. Pendidikan
  3. Peristiwa
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA