1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Gelar Istighosah, cegah perbuatan teror dan paham radikalisme

"Bupati Ismunandar berharap, seluruh elemen saling menghargai dan menghormati satu sama lain, untuk menjaga kondusifitas daerah ini".

Bupati Ismunandar dan sejumlah tokoh agama serta Danlanal Sangatta, saat menghadiri istighosah di masjid agung. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Selasa, 22 November 2016 08:26

Merdeka.com, Kutai Timur - Guna mengantisipasi dan meminimalisir berbagai tindak aksi teror dan radikalisme seperti daerah lain, Pemkab Kutim bekerjasama dengan Polres, dan TNI serta berbagai elemen menggelar istighosah di Masjid Agung, komplek Islamic center, kawasan Bukit Pelangi, jumat (18/11) lalu.

Usai salah Jumat, masyarakat yang menunaikan ibadah tersebut langsung mengikuti proses istghosah. Ratusan masyarakat dengan khusuk mengikuti ustadz Ali Ahmad yang memandu pelaksanaan istighosah, termasuk bupati Ismunandar dan sejumlah pejabat maupun tokoh masyarakat.

Jajaran Polres, Kodim, Lanal dan pegawai lingkup Pemkab Kutim juga ikut serta dalam pelaksanaan istighosah tersebut. Diharapkan, dengan adanya kegiatan istighosah ini, suasana di Kutim tetap aman dan kondusif tidak ada tindakan radikalisme maupun teror seperti di daerah lainnya.

Bupati Ismunandar menjelaskan kepada media bahwa melalui pelaksanaan  Istigosah diharapkan dapat menolak mara bencana, bahaya dan berdampak terganggunya ketertiban keamanan masyarakat (kamtibmas) di Kutai Timur. Pihaknya berharap, seluruh elemen saling menghargai dan menghormati satu sama lain, untuk menjaga kondusifitas daerah ini.

“Apalagi saya dengar belum lama ini aksi teror terjadi di Samarinda. Ini menjadi keprihatinan kita semua. Saat apel ke-bhinekaan Tunggal Ika di Polres Kutim hal ini juga turut dibahas bersama,” terang Bupati.

Sebagai upaya pencegahan aksi terorisme, Bupati nantinya akan segera menyurati masing-masing camat dan diteruskan ke Kepala Desa hingga ke tingkat Ketua RT. Isi surat dimaksud menurut Bupati berisi tentang imbauan agar masyarakat waspada terhadap aksi “terorisme dan paham radikalisme”. Bupati meminta kepada Camat, Kepala Desa dan Ketua RT dapat proaktif melakukan pendataan terhadap warganya.

“Jangan sampai nanti tahu-tahu ternyata ada warga pendatang gelap (ilegal) dengan membawa misi terorisme atau paham radikalisme,” tutur Ismu, panggilan Bupati.

Selanjutnya Ismu meminta kepada Ketua RT bersama warga, bisa memantau wilayahnya dengan baik. Terlebih saat mendapati aktivitas yang mencurigakan. Bila seperti itu, menurut Ismu, langkah yang harus diambil yakni segera berkoordinasi dengan babinsa dan babinkamtibmas. Karena keamanan tidak hanya tanggung jawab TNI-Polri, akan tetapi juga masyarakat.

“Terlebih di kalangan Ketua RT dan masyarakat, hendaknya saling menjaga satu sama lainnya dan bekerjasama untuk menjaga ketertiban bersama di lingkungan masing-masing,” pinta mantan Sekkab Kutim ini.



 

(AJ/AJ)
  1. Info Kutai Timur
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA