1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Bengalon perlu lokasi TPA yang representatif

“Pengumpul dan pengantar sampah secara perorangan membuat sampah tidak terkelola dengan baik,” kata Ernawati.

Masyarakat sedang melakukan aski sosial membersihkan sampah di kawasan pantai Teluk Lombok, agar kondisinya lebih bersih dan nyaman dikunjungi wisatawan. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Senin, 19 Juni 2017 10:31

Merdeka.com, Kutai Timur - Guna menangani masalah persampahan di kecamatan Bengalon, diperlukan sebuah lokasi yang representatif agar tidak berceceran dan menimbulkan bau busuk menyengat. Selama ini, penanganan sampah di Bengalon belum maksimal.

Menurut Sekretaris Camat Bengalon Ernawati, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan perusahaan dan instansi lain, namun belum bisa berjalan maksimal. Erna mengungkap sistem pengelolaan sampah yang mandiri atau dilakukan sendiri-sendiri membuat sampah tidak terkelola dengan baik dan menumpuk.

Terlebih armada yang ada hanya satu unit yang tersedia, menyebabkan pola pengambilan sampah tidak teratur hingga ke tempat pembuangan akhir atau TPA. “Pengumpul dan pengantar sampah secara perorangan membuat sampah tidak terkelola dengan baik,” ungkap Erna menegaskan.

Selain itu pihaknya juga sedang menghadapi permasalahan lainnya yakni TPA di block Beruang, Desa Sepaso Timur dengan luas lahan kurang lebih 2 hektare kondisi jalan ke lokasi ikut rusak. Akibatnya warga menumpuk sampah di depan area (muara) TPA. Sedangkan lokasi itu berada di area konsesi sejumlah perusahaan. Sehingga pihak perusahaan akhirnya meminta tumpukan sampah ditempatkan di tempat yang semestinya.

“Jalan masuk TPA  sepanjang 1,3 kilometer rusak, sampah yang ditumpuk masuk juga di konsesi PT PIK dan PT KPC,” tuturnya.

Yang dikhawatirkan lagi, produksi sampah khususnya sampah rumah tangga menurut Erna turut dipengaruhi oleh terus bertambahnya jumlah penduduk di Bengalon. Sehingga diperlukan penanganan secepatnya secara baik.

Menanggapi persoalan jalan ke lokasi TPA yang rusak, Kepala Dinas PU Aswandini Eka Titra menyarankan untuk sementara dapat dilakukan pengerasan di badan jalan. Tapi untuk ke lokasi TPA belum bisa karena harus ada kejelasan dari status lahan hibah itu sendiri. Agar saat dilakukan pengerjaan tidak ada kendala dengan pemilik lahan.

“Status lahan hibahnya belum ada, takut di komplain pemilik lahan,” kata Aswan.

Namun demikian secara umum, Dinas PU bakal segera menindaklanjuti persoalan jalan rusak dimaksud agar tidak menghambat sistem pengelolaan sampah di Bengalon.

 

(AJ/AJ)
  1. Lingkungan Hidup
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA