1. KUTAI TIMUR
  2. KOMUNITAS

Perlu waspada, perang asimetri lemahkan generasi muda tanpa disadari

"Berbagai cara dilakukan untuk melemahkan generasi muda, bahkan kurang disadari oleh banyak orang," kata Dandim.

Bupati Ismunandar dan Wabup Kasmidi Bulang serta FKPD maupun tokoh masyarakat saat rapat koordinasi dengan pengurus FKUB Kaltim dan Kutim. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Kamis, 22 September 2016 14:42

Merdeka.com, Kutai Timur - Dandim 0909 Sangatta Letkol Inf Setyo Wibowo mengajak kepada semua elemen bangsa di daerah ini, untuk terus mewaspadai berbagai hal yang dapat melemahkan moral generasi muda. Sebab, zaman sekarang ini, perang bukan menggunakan senjata, melainkan perang asimetri yang berfokus pada pelemahan generasi muda suatu bangsa.

"Berbagai cara dilakukan untuk melemahkan generasi muda, bahkan kurang disadari oleh banyak orang. Antara lain mental generasi muda dirusak melalui narkoba, terorisme, jaringan radikalisme dan sebagainya," kata Dandim Letkol Inf Setyo Wibowo.

Pernyataan itu diungkapkan Dandim dihadapan tokoh masyarakat, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltim Asmuni Ali, tokoh agama, pemuda, perwakilan SKPD Kutim maupun FKPD dan lainnya. Termasuk Bupati Kutim Ismunandar saat dilakukan pertemuan antara FKUB Kaltim dan Kutim belum lama ini.

“Saat ini narkoba bukan lagi milik pejabat yang memiliki uang, tetapi telah merambah kepada generasi muda yang akibatnya merusak fisik dan mental mereka, hingga agamanya juga dilemahkan,” kata Dandim.

Ditambahkan, akibat perang seperti itu, mengakibatkan generasi muda lemah dan berkurangnya toleransi. Termasuk toleransi antar umat beragama dan itu rentan terjadinya konflik antar umat beragama maupun lainnya. "Kita menjadi mudah dimanfaat oleh orang lain, mudah terprovokasi dan tersulut emosi. Selama ini kita dikenal dengan bangsa yang tinggi toleransi antar umat beragamanya hingga kita mengenal kebhinekaan. Namun akibat perang tersebut kita pun hancur dengan kebhinekaan itu sendiri,” tutur Setyo.     

Lanjut Setyo, apa yang mesti dilakukan sekarang ialah dialog secara simultan maupun action di lapangan. Diharapkan, peran FKUB sangat penting setelah mengetahui permasalah yang tengah dihadapi, berikut memberikan masukan usai mempelajari kasus seperti di Medan, Poso dan Papua. “Sejak dini FKUB bisa mengantisipasi,  memberikan masukkan kepada masing-masing bagian agama. Baik dalam hal penekanan antisipasi serta himbauan,” harap Dandim 0909 Sangatta.



(AJ/AJ)
  1. Info Kutai Timur
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA