1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Air bersih juga sudah merambah sampai ke desa dan pedalaman

“Proses pembangunan (air bersih dan listrik) akan dilakukan secara bertahap. Sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," kata Ismunandar.

Bupati Ismunandar saat meresmikan instalasi PDAM di kecamatan Muara Bengkal tahun lalu didampingi direktur PDAM Aji Mirni Mawar. ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Minggu, 08 Oktober 2017 13:33

Merdeka.com, Kutai Timur - Bukan hanya listrik yang nyetrum sampai ke desa. Pelayanan air bersih juga sudah bisa dirasakan masyarakat desa di kecamatan Muara Bengkal. Setidaknya empat desa di wilayah tersebut, telah menikmati air bersih yang dikelola PDAM selama ini.

Sejumlah pelayanan public ini, menjadi tekad duet pemimpin Kutim H Ismunandar dan H Kasmidi Bulang selama memimpin Kutai timur hingga 2021 mendatang. Hal ini sesuai visi dan misi serta mottonya, yakni Gerbang Desa Madu (Gerakan Desa Mandiri dan Terpadu).

Jika pelayanan publik dan kebutuhan dasar sudah dirasakan masyarakat dengan dengan baik, diharapkan Gerbang Desa Madu bisa terwujud dengan baik. Ini sebagai langkah untuk menggerakkan masyarakat desa agar lebih mandiri dan nantinya secara terpadu mencakup semua elemen kehidupan masyarakat.

Peresmian pelayanan air bersih di kecamatan Muara Bengkal yang dilaksanakan Desember tahun lalu oleh bupati Ismunandar, memberikan harapan bagi masyarakat setempat. Dengan kapasitas 20 liter/detik, diharapkan mampu dinikmati masyarakat empat desa.

Bupati Kutim Ismunandar menegaskan bahwa Pemkab Kutim saat ini terus berupaya meningkatkan pelayanan yang baik dan bisa memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Tidak hanya kebutuhan air bersih yang mudah dan sehat, namun juga pemenuhan kebutuhan listrik 24 jam sehari diseluruh wilayah kabupaten.

“(Namun) Proses pembangunan (air bersih dan listrik) akan dilakukan secara bertahap. Sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi seluruhnya hingga masa akhir periode (Bupati dan Wabup) bertugas,” jelas Ismunandar yang mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kutim ini.

Kepada masyarakat Ismu menjelaskan bahwa dia dan Wabup Kasmidi Bulang setelah terpilih mengemban amanah dan kepercayaan dari rakyat. Yakni untuk melayani keperluan dan kebutuhan masyarakat. Bukan sebaliknya yakni minta dilayani. Untuk itu pasangan Ismu-KB (sebutan Bupati dan Wabup saat kampanye) mulai memberikan porsi yang lebih kepada desa untuk bisa membangun daerahnya secara terarah. Desa membangun yang terangkum dalam program Gerbang Desa Madu (gerakan pembangunan desa mandiri dan terpadu) merupakan program unggulan yang diluncurkan Pemkab Kutim guna merancang desa menjadi lebih mandiri sebagai subjek pembangunan.

Direktur Utama PDAM Tirta Tuah Benua, Aji Mirni Mawarni menjelaskan, PDAM Cabang Muara Bengkal sudah melayani Kecamatan Muara Bengkal sejak Kabupaten Kutai. Sebelumnya beroperasi dengan kapasitas 5 liter/detik dan melayani 603 pelanggan. Saat ini dengan kapasitas IPA (instalasi pengolahan air) 20 liter/detik, PDAM menambah pemasangan baru mencapai 310 sambungan.

“Hingga saat ini total pelanggan berjumlah 913 KK. Tahun 2016 masih ada 40 pelanggan baru dan pada tahun 2017 menargetkan 200 sampai 500 pelanggan untuk kapasitas 20 liter/detik,” jelas Aji Mirni merinci.
Saat ini, PDAM Cabang Muara Bengkal yang berlokasi di Jalan ABD Samad Suy, RT 1, Desa Muara Bengkal Ilir ini bisa melayani 4 desa. Yaitu Desa Benua Baru, Muara Bengkal Ulu, Muara Bengkal Ilir dan Desa Ngayau.

Menurut Aji Mirni, pihaknya berusaha melayani seluruh pelanggan dengan baik dan memberikan pelayanan terbaik. Sehingga bisa mencapai pelayanan prima. Sebagai tambahan, 3 dari 7 desa yang belum merasakan aliran air bersih dari PDAM Cabang Muara Bengkal yakni Desa Mulupan, Senambah dan Desa Batu Balai.

(AJ/AJ)
  1. DUA TAHUN KEPEMIMPINAN ISMU-KB
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA