1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Relawan desa tangguh bencana dilatih hadapi bencana

"Menjadi relawan adalah panggilan hati, sehingga segala tenaga dan pikiran yang disumbangkan untuk kegiatan penanggulan bencana," kata Kasmidi.

Wabup Kasmidi Bulang didampingi Wakil Ketua DPRD Kutim Encek UR Firgasih dan sejumlah pejabat, ketika membuka pelatihan relawan desa bencana, Rabu (19/10) dengan ditandai pemukulan gong. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Kamis, 20 Oktober 2016 09:59

Merdeka.com, Kutai Timur - Setelah dibentuk desa tangguh bencana beberapa waktu lalu dan relawannya, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memberikan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)-nya. Pelatihan ini guna memberikan pengetahuan bagi relawan agar lebih sigap dalam menghadapi bencana setiap saat.

Pelatihan relawan desa tangguh bencana ini dimulai 19 hingga 23 Oktober 2016 2016. Kegiatannya selain teori yang berlangsung di Hotel Royal Victoria dan juga praktek di lapangan yang dipusatkan di Folder Ilham Maulana, Sangatta Utara.

Pembukaan pelatihan relawan desa tangguh bencana itu dilakukan Wakil Bupati (Wabup) Kasmidi Bulang, Rabu (19/10), dengan ditandai pemukulan gong di ruang Arau, kantor bupati.

Sebelum membuka, Wabup Kutim Kasmidi Bulang atas nama Pemkab Kutim mengucapkan terimakasih atas kerjasama BNPB Pusat. Sebab sejak 2014 sampai dengan 2016, telah mengalokasikan dana APBN untuk kegiatan penguatan kelembagaan. Tak lupa, Kasmidi juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada dunia usaha, khususnya PT KPC, PT Indominco Mandiri, PT Pertamina, PT Thiess Contractor Indonesia (TCI), Hotel Royal Victoria dan PT Pama Persada serta Balai TNK DAOPS Sangkima dan Manggala Agni, karena telah berpartisipasi dan ambil bagian memfasilitasi beberapa kebutuhan sarana maupun prasarana serta peralatan yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan kegiatan pelatihan.

"Menjadi relawan adalah sebuah panggilan hati, sehingga segala tenaga dan pikiran yang disumbangkan untuk kegiatan penanggulangan bencana bukanlah sebuah keterpaksaan. Rasa puas atas pertolongan yang berguna bagi korban bencana adalah imbalan atas kerja keras kita. Mudah-mudahan pelatihan relawan penanggulangan bencana selama lima hari ini berjalan lancar dan optimal dalam menambah kemampuan para relawanm,” harap Kasmidi.

Dia juga berharap usaha semua pihak dalam mewujudkan masyarakat Kutim yang mandiri, aman, sejahtera, fokus dan tuntas dalam program Gerbang Desa Madu dapat terwujud. Karena salah satunya berkat dukungan warga di desa yang sudah memiliki ketangguhan dan kemandirian melalui program desa tangguh bencana, yang dilaksanakan oleh BPBD dan BNPB.

Pembukaan pelatihan relawan desa tangguh bencana juga dihadiri oleh Deputi I Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Ir B Wisnu Widjaja MSc, Wakil Ketua I DPRD  Yulianus Palangiran, Wakil Ketua II DPRD Hj Encek UR Firgasih, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pada Asisten Sekretaris Kabupaten, Staf Ahli Bupati, Kepala SKPD, Camat dan Kepala Bagian. Selain itu hadir pula perwakilan dunia usaha, LSM, Organisasi kemasyarakatan, Kepala Desa dan Perwakilan BPBD Kabupaten/kota seperti Bontang dan Paser. Manajemen PT Pertamina, PT KPC, Hotel Royal Victoria, PT TCI, PT Pama Persada dan PT Indominco Mandiri.

Kepala BPBD Kutim Zainudin Aspan menjelaskan sasaran kegiatan ini adalah terbentuknya 80 relawan di Kabupaten Kutim. Berasal dari 8 desa di 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, dan Teluk Pandan. Di fasilitasi dengan program ketangguhan masyarakat serta mempunyai pengetahuan dasar tentang kebencanaan dan kerelawanan.

“Pelaksanaan kegiatan pelatihan relawan ini dilaksanakan selama lima hari. Terhitung mulai tanggal 19 Oktober 2016 sampai dengan 23 Oktober 2016. Dilaksanakan di Hotel Royal Victoria dan polder Ilham Maulana untuk kegiatan lapangan,” katanya.

Menghadirkan narasumber, fasilitator, instruktur dari BNPB, Pemkab Kutim, TNI, BPBD Kutim, Diskes, Dinas Sosial atau Tagana, Fasilitator Destana, Korlap SAR Sangatta, Manggala Agni, Relawan senior/TRC BPBD Kutim, PMI, serta ORARI Sangatta. Dengan total tabulasi materi 60 OJ, terdiri dari teori 33 OJ dan praktek 27 OJ, dengan 15 pokok bahasan.

Tujuan lain yang ingin dicapai dari pelatihan ini antara lain peningkatan kapasitas masyarakat atau relawan dalam menghadapi tanggapan darurat bencana, menumbuhkan jiwa korsa dan kepedulian sesama anggota masyarakat.

(AJ/AJ)
  1. Info Kutai Timur
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA