1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Rumah kontrakan 36 pintu ludes dilalap si jago merah

“Menjelang tengah malam, tiba-tiba warga kota Sangatta dikjutkan dengan kobaran api yang berada di belakang Hotel Golden, Sangatta Utara."

Rumah kontrakan yang terdiri 36 pintu dan satu rumah tunggal, malam tadi ludes dilalap si jago merah. Terlihat petugas pemadam kebakaran sedang memadamkan api agar tidak menjalar ke rumah yang lain. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Selasa, 11 Oktober 2016 05:32

Merdeka.com, Kutai Timur - Saat orang mau terlelap tidur, tiba-tiba dikejutkan dengan amukan si jago merah. Api yang mengahuskan rumah kontrakan dengan 36 pintu dan satu rumah tunggal itu, di jalan APT Pranoto (belakang hotel Golden), Sangatta Utara berlangsung sekitar pukul 23.30 Wita, Senin (9/10) 2016.

Api begitu cepat menjalar, lantaran rumah yang dibangun itu berbahan kayu. Terlebih angin malam itu cukup kencang, sehingga si jago merah dengan leluas meluluhlantakkan bangunan rumah yang dihuni sekitar 16 kepala keluarga (KK) atau 48 warga tersebut.

Meski mobil pemadam kebakaran (Damkar) langsung sigap meluncur untuk memadamkan, namun api sudah terlanjur membesar, sehingga tak bisa begitu saja langsung dipadamkan. Kerumuman masyarakat di sekitar lokasi cukup panik, lantaran ketakutan api merembet ke rumah-rumah di sekitarnya.
Begitu juga bangunan Hotel Goldel yang sangat dekat dengan lokasi kebakaran. Bahkan sejumlah karyawan maupun penghuni hotel sudah bersiap-siap mengamankan barang-barangnya.

Dari informasi yang dihimpun menyebutkan, api sudah cukup besar sekira pukul 23. 35 wita bahkan telah membakar habis bagian tengah kawasan barakan padat itu. Menurut sejumlah saksi maupun korban, api pertama kali terlihat telah menyulut salah satu rumah sekira pukul 23.15 wita.

Salah seorang saksi mata, Zakaria, yang mengatakan api terlihat pertama berasal dari barakan kosong persis di belakang rumahnya yang bisa diakses melalui gang di samping pusat kebugaran Bintang Fitness, Jl. APT Pranoto.

Saat itu, warga sekitar sudah keluar rumah dan berkerumun untuk ikut membantu memadamkan dengan alat seadanya, karena belum mobil pemadam kebakaran (damkar) ke lokasi.  Namun tak lama kemudian, satu unit armada damkar tiba disusul mobil damkar lainnya.

Teriakan juga datang dari warga yang rumahnya tak jauh dari area kebakaran ketika melihat petugas pemadam datang, meminta rumahnya  diamankan atau disemprotkan air lantaran belum terbakar. Alasannya, agar api tidak menjalar ke rumahnya dan yang lainnya.

Saat itu angin bertiup ke arah timur atau ke rawa-rawa area barakan. Besarnya api juga sempat menghanguskan dinding belakang serta memecahkan beberapa kaca jendela Hotel Golden. Sementara, barakan yang dibangun dengan kayu itu ludes terbakar.

Sedangkan, Joko,  salah seorang warga yang  rumahnya ikut terbakar mengatakan, api berasal dari rumah barakan yang tidak jauh dari rumahnya. “Saat kejadian saya berada didalam rumah bersama istri dan kedua anak saya. Saya baru mengetahui kebaran, ketika keluar rumah melihat api dari barakan mulai membesar,” katanya

Penyebab kebakaran masih dalam penyidikan pihak kepolisian. Sedikitnya ada tujuh unit mobil pemadam kebaran dikerahkan dalam peristiwa tersebut. Api baru dapat dipadamkan sekitar satu setengah jam kemudian. Kerugian dari peristiwa itu diperkirakan ratusan juta rupiah.

(AJ/AJ)
  1. Info Kutai Timur
  2. Peristiwa
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA