1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Bupati berbaur dengan ribuan warga ikut apel dan ikrar nusantara

“Bupati Ismunandar dan sejumlah tokoh melakukan orasi dan baca puisi menyatakan menjaga keutuhan bangsa dan NKRI harga mati".

Bupati Ismunandar, Wabup Kasmidi Bulang, pejabat TNI dan polri serta tokoh masyarakat, guru, pelajar dan mahasiswa saat ikut apel dan ikrar nusantara bersatu di halaman kantor bupati, Rabu (30/11/2016). ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Rabu, 30 November 2016 16:59

Merdeka.com, Kutai Timur -
Bupati berbaur dengan ribuan warga ikut apel dan ikrar nusantara bersatu

“Bupati Ismunandar dan sejumlah tokoh melakukan orasi dan baca puisi menyatakan menjaga keutuhan bangsa dan NKRI harga mati”.


Halaman kantor bupati, Rabu (30/11/2016) tadi pagi berbeda dari biasanya. Lebih lima ribu orang hadir untuk mengikuti apel ikrar kebangsaan nusantara bersatu, dengan tema “Indonesia-ku, Indonesia-mu, Indonesia kita bersama, Bhineka Tunggal Ika”.

Peserta apel berkumpul dan berbaur menjadi satu di tengah lapangan. Mulai bupati Ismunandar, Wakil Bupati Kasmidi Bulang, Ketua DPRD Kutim mahyunadi, Wakil Ketua DPRD Encek UR Firgasih, Dandim Letkol Inf Setyo Wibowo, Danlanal Sangatta, Kapolres Kutim, Kepala Kejaksaan Negeri Sangatta, Kepala Pengadilan Negeri Sangatta dan kepala SKPD, pejabat baik TNI maupun Polri serta tokoh masyarakat, tokoh pemuda, politisi, guru, pegawai dan pelajar serta mahasiswa.

Apel ikrar nusantara bersatu itu, digelar usai apel memperingati Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-71 PGRI serta HUT ke-45 Korpri di lingkungan Pemkab Kutim. Lagu-lagu nasional seperti Bagimu Negeri, Indonesia Pusaka, Rayuan Pulau Kelapa, Satu Nusa Satu Bangsa, hingga lagu Kolam Susu yang dilantunkan bersama-sama seluruh masyarakat menambah suasana menjadi semakin bersemangat dengan rasa nasionalisme yang tinggi.

Lebih dari 5000 orang memadati acara tersebut. Antara lain perwakilan pelajar, guru, mahasiswa tokoh pemuda, organisasi masyarakat, para ulama dan pemuka agama, unsur TNI-Polri, perusahaan, pegawai negeri sipil (PNS). Warga yang hadir, termasuk bupati dan wabup mengikat kepala dengan pita merah putih guna menambah semangat persatuan yang dikumandangkan saat apel yang diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia ini.

Lagu kebangsaan Indonesia Raya menjadi pembuka momen bersama untuk menyatukan hari hanya untuk Indonesia ini. Orasi kebangsaan yang bertujuan untuk memupuk persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia ini diawali oleh orasi dari Bupati Kutim Ismunandar.

"Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia kita bersama! Mari kita kobarkan sikap nasionalisme kita, mari kita gelorakan semangat ke Indonesia-an dari pahlawan yang kini telah terbaring disana. Tidakkah kita lihat apa saja yang telah mereka perbuat bagi negeri ini? Hingga kini kita dapat nikmati hasil dari perjuangan mereka yang memakan ribuan korban, yang berasal dari setiap tetes darah dari pahlawan kita semua,” kata Bupati Ismunandar saat melakukan orasinya dengan suara lantang.

Dalam orasinya Ismu mengajak segenap generasi penerus menjaga bangsa ini, selalu bersatu dan terus membangun hingga menjadi masyarakat adil dan makmur. Melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan dengan pembangunan. Terus membangun dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menghindarkan perpecahan demi meraih kebersamaan.

“Mari kita bangun Kutai Timur ini dengan fokus dan tuntas," ajak Ismu dihadapan ribuan masyarakat.

Orasi kebangsaan selanjutnya berturut-turut disampaikan oleh Ketua Forum Pembaruan Kebangsaan Sayyid Abdal Nanang Al-Hasani, perwakilan Forum Komunikasi Umat Beragama Muhidin, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Failu, Ketua FKPPI Kabupaten Kutim Didi Herdiansyah, perwakilan guru Rubito, dan DPD KNPI Wilhelmus. Ditutup dengan pembacaan ikrar kebangsaan oleh Ketua DPRD Kutim Mahyunadi yang diikuti seluruh peserta apel.

Ikrar Nusantara Bersatu yang dibaca Ketua DPRD Kutim Mahyunadi secara umum bertujuan sama dengan orasi-orasi para tokoh di Kutim lainnya, yakni mengajak seluruh masyarakat untuk membela tanah air dan Negara dengan memupuk persatuan kesatuan demi keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Isi ikrar yang dibaca Mahyunadi dari atas mobil yaitu seluruh rakyat Indonesia tak terkecuali di Kutim adalah bersaudara dalam satu nusa, satu bangsa, satu bahasa dalam ke-bihenikaan suku, agama, budaya dan bahasa dalam satu bingkai NKRI. Selalu menjunjung tinggi dan mengamalkan Pancasila dengan tetap berpegang teguh pada Undang Undang Dasar 1945. Bertekat membangun kerukunan umat beragama serta kerukunan antar adat dan suku di wilayah Kutim. Menjunjung tinggi sikap saling menghormati sesama warga Indonesia serta mematuhi norma agama, norma sosial dan norma hukum.

“Bertekad mengedepankan dialog diantara pemuka agama dan umat beragama, serta pemuka adat dan suku di Kutai Timur demi terciptanya suasana yang damai,” kata Mahyunadi.

(AJ/AJ)
  1. Info Kutai Timur
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA