1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Ulama dan tokoh agama miliki peran cegah penyebaran HIV/AIDS

“Kami mohon dukungan semua pihak, terutama dari tokoh agama dengan memberikan peringatan serta pengetahuan terkait virus ini,” pinta Mugeni.

Suasana seminar yang membahas tentang pencegahan dan penyebaran virus HIV/AIDS, ulama dan tokoh agama dinilai memiliki peran penting dalam hal itu. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Selasa, 27 Desember 2016 08:00

Merdeka.com, Kutai Timur - Pencegahan dan penyebaran penyakit HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immune Deficiency Syndrome) yang mematikan dan belum ada obatnya, perlu terus dilakukan antisipasi sejak dini. Ulama dan tokoh agama memiliki peran penting dalam pencegahan dan penyebaran penyakit tersebut.

Hal itu terungkap dalam sebuah seminar yang digagas Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kutai Timur bekerjasama Pemkab Kutim dan PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Gedung Wanita, kawasan Bukit Pelangi belum lama ini. Seminar itu melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti ulama, tokoh agama dan sebagainya. Kegiatan itu mengambil tema “Tinjauan HIV/AIDS Dari Sisi Agama.

Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Kabupaten Mugeni, yang hadir mewakili Bupati Kutim mengatakan, penanggulangan penyakit HIV/AIDS membutuhkan peran, dukungan dan partisipasi semua pihak. Dari sisi pemerintah belakangan telah gencar melaksanakan deteksi dini arus jaringan prostitusi. Dilanjutkan penutupan semua tempat yang terindikasi menjadi wadah praktik prostitusi.

“Kami mohon dukungan semua pihak, terutama dari tokoh agama dengan memberikan peringatan serta pengetahuan terkait virus ini,” pinta Mugeni yang mantan Camat Kongbeng tersebut.

Pemkab Kutim memang sangat tegas dalam memerangi praktik prostitusi yang diyakini sebagai potensi awal penyebarluasan HIV/AIDS. Bahkan beberapa lokalisasi seperti Kampung Kajang di Sangatta Selatan dan “tenda biru” di Teluk Pandan langsung ditutup. Berikut seluruh pemilik wisma diperingatkan untuk tidak kembali membuka bisnis “esek-esek”. Jika masih melakukan praktik yang sama maka akan dikenakan sanksi hukum yang tegas.

General Manager External Affairs and Sustainable Development (GM ESD) PT KPC Wawan Setiawan menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama serta kepedulian pihak swasta terhadap dampak HIV/AIDS. Sekaligus memberikan pengetahuan ter-update kepada seluruh karyawan yang beraktifitas di Kutim.

“Diharapkan dengan ketelibatan tokoh agama dapat mencegah perkembangan dengan penyampaian dari sisi keagamaannya,” harap Wawan yang hobi fotografi ini di Gedung Wanita, Bukit Pelangi, tempat acara berlangsung.

Syahrizal Syarif yang menjadi nara sumber kegiatan dimaksud menjelaskan bahwa Islam mempunyai konsep shihhat (sehat) dan kebahagian afiyah (keselamatan). Kurang lebih sama dengan agama lainnya. Pandangan Islam juga mewajibkan umatnya untuk menjaga kesehatan.

“Sakit musibah karena tangan sendiri (faktor resiko) atas perilaku yang dilakukan manusia. Dan apa saja musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan, Allah SWT memaafkan sebagian  besar dari kesalahanmu.(QS : Asy-syura : 30),” jelas Syahrizal yang merupakan Dosen Etimologi Universitas Indonesia (UI) Jakarta.

Lalu dijelaskan pula beberapa ayat lain dari Kitab Suci Alquran yang bisa menjadi benteng keimanan seseorang untuk tak berbuat zina. Sehingga meminimalisasi penyebaran HIV/AIDS. Antara lain “janganlah kalian dekati zina karena sesungguhnya ia adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk’ (QS : Al-isra : 32)”. Menurut dia sesuai tuntunan Alquran, wabah HIV/AIDS harus dihilangkan dengan kewajiban untuk melakukan perlawanan atau jihad. Seperti kewajiban menjaga diri dari penyakit, kewajiban untuk ikhtiar berobat serta kewajiban untuk melakukan pencegahan.   

AIDS merupakan penyakit menular berbahaya yang disebabkan virus HIV. Sangat mematikan tapi dapat dicegah dan dikurangi dampaknya. Semua pihak baik individu, masyarakat serta Negara mempunyai tanggung jawab untuk mengendalikannya. Melalui langkah serius dan terus menerus.

Sejumlah tokoh seperti tokoh agama Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, Konghucu, turut hadir pada seminar dimaksud. Berikutnya Sekretaris KPA Kutim Harmadji Partodarsono, para camat, sejumlah Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), serta tamu undangan lainnya. Penyerahan cinderamata oleh Asisten Kesra Mugeni dan Manajemen PT KPC Wawan Setiawan kepada nara sumber Syahrizal Syarif serta Pengurus Pusat Nahdatul Ulama (NU) yang membidangi Kesehatan melengkapi acara tersebut.

(AJ/AJ)
  1. Info Kutai Timur
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA