1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Sebagian jalan Sangatta-Ranpul amblas, DPU langsung ke lokasi

“Kami sudah meminta kepada kontraktor untuk segera memperbaiki secepatnya, agar bisa dilintasi kendaraan sementara ini,” kata Yuliansyah.

Kondisi sebagian ruas jalan Sangatta-Rantau Pulung yang amblas, namun Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kutim langsung tanggap turun ke lokasi serta meminta kontraktor untuk memperbaikinya. ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Kamis, 02 Maret 2017 10:13

Merdeka.com, Kutai Timur - Intensitas curah hujan yang cukup tinggi di kawasan Kutai Timur belakangan ini, membuat sebagian ruas jalan rawan lonsor. Terlebih jia kondisi tanah yang labil, apabila tergerus air hujan mudah terjadi longsor atau amblas, seperti yang terjadi di ruas Sangatta-Rantau Pulung.

Menurut pemantauan di lapangan, sejak beberapa hari ini, ruas jalan Sangatta-Rantau Pulung terutama di titik staionary (STA) 8 terjadi amblas, sehingga pengguna jalan harus ekstra hati-hati. Meski masih bisa dilintasi di pinggir, namun jika curah hujan semakin tinggi dikhawatirkan bakal lebih parah lagi.

Apabila tidak ditangani secepatnya, dikhawatirkan jalan utama Sangatta-Rantau Pulung putus. Melihat kondisi seperti itu, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kutim meminta kepada kontraktor yang mengerjakan jalan tersebut untuk segera memperbaikinya. Pasalnya, pembangunan jalan itu masih tanggung jawab pihak kontraktor.

“Kami sudah meminta kepada kontraktor untuk segera memperbaiki secepatnya. Setidaknya bisa dilintasi kendaraan sementara ini,” kata Kepala Dinas PU Kutim Aswandini Eka Tirta melalui Kepala Bidang Bina Marga Yuliansyah.

Begitu menerima laporan terjadinya sebagian ruas jalan Sangatta-Rantau Pulung amblas, pihaknya langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi dari dekat. Ternyata di STA 8 terjadi amblas, namun satu jalur masih bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kendati demikian, karena jalan itu masih dalam tahap pemeliharaan pihak kontraktor, semuanya diserahkan kepada pihak ketiga tersebut. Guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, langkah awal pihaknya melakukan pemasangan rambu-rambu agar tidak terjadi korban atau kecelakaan lalu lintas.

Yuliansyah menjelaskan bahwa saat ini pengerukan dan perbaikan sedang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana agar jangan bertambah parah. Kondisi jalan amblas memang dekat dengan daerah pertambangan. ”Apakah ada pengaruh saat “blasting” peledakan yang kemungkinan menyebabkan pergeseran tanah atau tidak, masih diselidiki. Atau kondisi tanah yang memang labil seperti umumnya tanah di Kaltim, atau ada kemungkinan penumpukan kayu lapuk di bawahnya yang bisa membuat rongga. Semuanya masih dalam pengkajian,” jelasnya.

Jalur Sangatta Rantau Pulung adalah proyek multiyears dari APBD Kutim. Dan hingga tahun 2017 pemeliharaan jalan itu masih kewenangan kontraktor, Dinas PU, dalam hal ini Bina Marga hanya mengawasi. “Kia harapkan dalam waktu dekat ini jalan tersebut bisa kembali dilewati,” ujar Yuliansyah.

Ditanya soal pemeliharaan jalan Sangatta–Bengalon, Yuliansyah menyebutkan bahwa pemeliharaan dalam kewenangan provinsi. ”Itu murni dari APBN Pusat tidak ada pelimpahan ke daerah. ”Jadi jika ada longsor atau amblas, masyarakat harus diedukasi bahwa itu bukan tanggung-jawab kabupaten. Pihak kabupaten hanya memberi data, titik-titik mana saja yang rusak kemudian diusulan ke provinsi untuk ditindaklanjuti.

Camat Rantau Pulung Mulyono mengungkapkan, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab Kutim, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum yang sudah langsung melakukan action di lapangan. Sebab, jika jalan itu rusak parah, warganya yang mengalami kesulitan, lantaran hasil produksi pertanian banyak dipasarkan ke kota Sangatta.

“Setidaknya, jika jalan rusak dan tak bisa dilalui, akan mengganggu perekonomian masyarakat. Meski ada jalan alternatif melalui Rantau Pulung, namu memakan waktu relatif lama,” kata Mulyono.

(AJ/AJ)
  1. Infrastruktur
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA