1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Usai hadiri pisah sambut Kejati, bupati siap dukung penegakan hukum

“Kita tetap melakukan pengawasan dari awal jangan sampai melakukan kesalahan," ujar Ismunandar.

Bupati Kutim Ismunandar bersama Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan Ketua DPRD Kaltim H Alung , Sekretars Provinsi Rusmadi dan Kajati Kalam yang lama Abdul Kodirun pada acara pisah sambut Kajati. ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Selasa, 28 Februari 2017 11:24

Merdeka.com, Kutai Timur - Pucuk pimpinan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim berganti. Pisah sambut Kepala Kejati Kaltim dari Abdoel Kadiroen ke Fadil Zumhana digelar di aula Lamin Etam, jalan Gajah Mada, Samarinda Senin (27/2) malam. Kadiroen bakal menempati posisi barunya sebagai Inspektur II Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung RI. Fadil Zumhana sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung RI.

Pada malam itu, hadir juga Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie. Demikian bupati/walikota se-Kaltim turut hadir, termasuk bupati Kutim Ismunandar. Pada malam itu, orang nomor satu di Kutim ini juga menyerahkan cinderamata pada akhir acara pisah sambut tersebut.

Bupati Ismunandar memberikan sambutan hangat mengenai pergantian kepala pimpinan kejati Kaltim ini. Orang nomor satu di Pemkab Kutim ini sepakat siap mengoptimalkan penegakan hukum khususnya di wilayahnya.

 "Ya sesuai arahan dari Pak Abdoel Kadiroen, Kutim sudah melaksanakan upaya pendampingan preventif, yaitu pengendalian hukum untuk mencegah kejadian yang belum terjadi bukan represif (pengendalian yang dilakukan setelah suatu pelanggaran). Kita tetap melakukan pengawasan dari awal jangan sampai melakukan kesalahan," ujar Ismunandar.

Ismu menambahkan terus akan mengawal kegiatan seperti proyek-proyek yang ada di Kutim lewat pedampingan berkelanjutan dalam Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) pusat maupun daerah yang dibentuk Kejaksaan Agung. Bahkan Kejari Sangatta siap memberikan pendampingan pemerintah dalam bentuk pencegahan terhadap potensi korupsi terhadap dana negara.

Pada kesempatan itu, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menegaskan seluruh pimpinan kepala daerah uang tersebar di 10 kabupaten/kota turut berkomitmen dalam penegakan hukum. Kaltim bersama kepala daerah terus mendukung gerakan hukum.

"Kejati menjadi bagian penting perjalanan penegakan hukum di Kaltim, dalam hal ini kepala daerah wajib bersinergi pasalnya sesuai salah satunya program bebas korupsi. Perlu kesungguhan kita bersama. Penegakan hukum merupakan kunci terlaksananya pembangunan," ungkapnya.

Kepala Kejati Kaltim yang baru Fadil Zumhana menagatakan ucapam terima kasih atas amanah yang diemban ini sebagai pimpinan lembaga hukum berslogan satya adhi wicaksana yaitu target-target dirinya selama menjabat sebagai Kajati Kaltim.

"Saya mau seluruh kasus yang ada mendapat kejelasan hukum, kita mau selesaikan seluruh kasus yang belum selesai," katanya.

Selama menjabat sebagai Kajati Kaltim, dirinya mengedepankan untuk proses pengembalian kerugian negara, guna dapat memulihkan kekayaan negara.

"Saya fokus pengembalian kerugian negara, kerja dengan transparan, siap dikoreksi dan menerima kritik. Karena pembangunan tidak akan berhasil jika penegakan hukumnya tidak baik. Dan tentunya akan berdampak terhadap perekonomian," tutupnya.


(AJ/AJ)
  1. Peristiwa
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA