1. KUTAI TIMUR
  2. INFO KUTIM

Pemkab berencana ‘hidupkan’ kembali lahan tidur untuk tanaman padi

“Ternyata masih banyak ‘lahan tidur’ di Sangkima Lama, sangat disayangkan jika tidak digarap,” kata Ismunandar.

Bupati Ismunandar dan Wabup Kasmidi Bulang didamingi Camat Sangatta Selatan Isnaini Trikorawati, saat meninjau lahan tidur di jalan poros Sangkima dan jika mungkin bakal dihidupkan lagi untuk ditanami padi. ©2016 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Sabtu, 26 November 2016 13:21

Merdeka.com, Kutai Timur - Komitmen Bupati Ismunandar dan Wabup Kasmidi Bulang untuk membangun mulai dari desa dan ingin mensejahterakan masyarakat melalui sektor pertanian bukan isapan jempol. Lahan yang lama tak digarap diminta orang nomor satu itu, untuk ‘dihidupkan’ kembali agar lebih produktif dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Ketika melihat lahan pertanian yang tak produktif di jalan poros Sangkima Lama RT 04, Bupati Ismunandar dan Wabup Kamidi Bulang mengaku prihatin. Sebab, lahan dengan hamparan yang cukup luas itu tampak tidak terawatt dna tak produktif lagi.

Ketika meninjau ‘lahan tidur’ tersebut, bupati dan wabup didampingi Camat Sangatta Selatan Isnaini Trikorawati serta kepala desa Sangkima Lama Anshori. “Kita ingin semua lahan pertanian yang tak produktif bisa digarap menjadi pertanian yang bernilai,” kata Bupati Ismunandar saat meninjau lahan pertanian yang ‘menganggur’ tersebut.

“Ternyata tambah orang nomor satu di Kutim itu, masih banyak ‘lahan tidur’ di sini (Sangkima Lama). Sangat disayangkan jika tidak digarap, lantaran masih bisa dibuat lebih produktif lagi,” kata Ismunandar.

Agar lahan itu bisa dimanfaatkan dengan baik, katanya, pemerintah menawarkan kepada masyarakat untuk menggarap pertanian secara modern. Tentunya dengan melibatkan investor bidang pertanian tanaman pangan. Namun Ismu meminta kepada para pihak terkait untuk lebih dulu memastikan tentang status lahan tersebut.

Apakah lahan itu termasuk di dalam kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) atau tidak, sehingga setelah penggarapan tidak timbul masalah dikemudian hari. Menurutnya program peningkatan pertanian dalam arti luas bertujuan agar masyarakat di desa bisa lebih sejahtera. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Gerakan Pembangunan Desa Mandiri dan Terpadu (Gerbang Desa Madu).

Kepala Desa Sangkima Lama, Anshori, saat ditemui di tempat terpisah menjelaskan bahwa pada 1975 lalu desanya pernah menjadi lumbung padi Kota Bontang. Dari hasil padi pertanian di Sangkima Lama cukup untuk menghidupkan dan memenuhi kebutuhan beras warga setempat dan Bontang, bahkan sampai dijual hingga ke Samarinda. Produksi pertanian juga banyak saat kepemimpinan Bupati Awang Faroek Ishak dan pernah dilakukan panen raya padi sawah.

"Sekarang kami masyarakat Desa Sangkima Lama ingin menghidupkan kembali (potensi pertanian) desa ini, yang dulu pernah menjadi lumbung padi. Memang kita sekarang terbentur dengan kawasan (TNK),” sebut Anshori.

Agar pengelolaan lahan yang ada tidak melanggar hukum, Anshori berharap kepada Pemkab Kutim melalui Bupati dan Wabup untuk dapat membantu masyarakat melegalkan lahan-lahan potensial tersebut, tentunya melalui enclave. Sebab, katanya, masyarakat Desa Sangkima Lama saat ini sedang gigih dan bersemangat ingin kembali membuka lahan pertanian. Terlebih berdasarkan sejarah wilayah dimaksud pernah sukses menjadi lumbung padi.

“Saat ini lahan potensial (pertanian) seluas 700 hektar di Desa Sangkima Lama. Jika digabung dengan Teluk Kaba luasnya mencapai sekitar 1300 hektar," katanya.

(AJ/AJ)
  1. Pertanian
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA